
Zohran Mamdani! Politisi Muslim Pro Palestina Unggul Di Pilkada New York – Zohran Mamdani, politisi muda Muslim berusia 33 tahun, mencuri perhatian dunia setelah unggul dalam pemilihan pendahuluan (primary) calon wali kota New York dari Partai Demokrat.
Kemenangan Mamdani ini menjadi momen bersejarah bagi komunitas Muslim dan pendukung gerakan pro-Palestina di Amerika Serikat.
Dukungan Meluas, Cuomo Akui Kalah
Mamdani mengantongi 54,3% suara, mengungguli 10 kandidat lainnya termasuk mantan gubernur New York, Andrew Cuomo, yang hanya meraih 36,4%. Cuomo sendiri telah menyampaikan selamat atas kemenangan Mamdani, menyebutnya sebagai hasil yang sulit dikejar.
Baca Berita:

MK Putuskan Pemilu Nasional Dan Pilkada Dilaksanakan Terpisah https://sabilulhuda.org/mk-putuskan-pemilu-nasional-dan-pilkada-dilaksanakan-terpisah/
Kemenangan ini membuat Mamdani hampir pasti menjadi kandidat resmi Partai Demokrat dalam pemilihan wali kota New York yang akan digelar pada November 2025 mendatang. Jika dia terpilih, ia akan menghadapi petahana Eric Adams, yang maju melalui jalur independen.
Profil Zohran Mamdani
Zohran Kame Mamdani lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991. Ia berasal dari keluarga berdarah India, dengan ibunya seorang sutradara film dan ayahnya akademisi di Columbia University.
Mamdani pindah ke AS saat berusia 7 tahun dan menempuh pendidikan di Bronx High School of Science serta Bowdoin College, mengambil studi kajian Afrika.
Sejak kuliah, Mamdani aktif menyuarakan isu sosial dan kemanusiaan, termasuk mendirikan Students for Justice in Palestine. Sebelum masuk dunia politik, ia juga pernah menjadi konselor perumahan dan bahkan sempat berkarier sebagai rapper dengan nama panggung Mr. Kardamom.
Kampanye Progresif Dan Pro-Palestina
Zohran Mamdani di kenal lantang mengkritik agresi Israel di Gaza dan mendukung gerakan boikot serta sanksi terhadap entitas pro-Israel. Bahkan, ia pernah menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel jika datang ke New York.
Sikap tegas ini membuatnya populer di kalangan pemilih muda, komunitas imigran, dan pendukung keadilan Palestina.
Kampanye Mamdani juga membawa visi “New York yang lebih terjangkau”. Beberapa janji kampanyenya antara lain:
Membangun 100.000 rumah terjangkau
Transportasi gratis bagi orang tua pekerja
Penitipan anak gratis
Kenaikan upah minimum
Mendirikan supermarket pemerintah agar harga bahan pokok stabil
Menuai Dukungan Dan Kritik
Basis pendukung Mamdani sebagian besar berasal dari organisasi progresif seperti Democratic Socialists of America, Working Families Party, dan aktivis lingkungan. Kampanyenya di lakukan dalam lebih dari 20 bahasa untuk menjangkau pemilih akar rumput.
Namun, tidak semua menyambut hangat. Sejumlah kalangan bisnis menganggap program Mamdani berisiko terhadap ekonomi New York karena mengusulkan kenaikan pajak bagi orang kaya dan korporasi besar.
Kemenangan Mamdani bukan hanya soal identitasnya sebagai Muslim dan imigran, tetapi juga karena sikap dan strategi politiknya yang berani dan progresif. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan sosial dan dukungan tak bersyarat AS terhadap Israel.
Jika terpilih November nanti, Mamdani di prediksi akan menjadi figur penting dalam peta politik nasional AS, terutama dalam mengubah arah kebijakan luar negeri dan sosial.
Baca Juga: Industri Rokok Nasional Turun, Legislator Khawatir Berdampak ke Tenaga Kerja













