
ZIFI… Bocah Pendiam, Pemalu, Calon Guru Masa Depan – Dia bernama Zifi. Gadis hitam manis, pendiam, lembut dan lirih suaranya. Asalnya dari Magelang. Sekarang dia naik kelas 5 SD
Ayahnya bekerja sebagai penjual sayur keliling yang setiap hari naik sepeda motor dari Magelang ke Sleman. Sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga yang terkadang juga bekerja di kebun sambil menjaga adiknya.
Asal Mula zifi bocah pendiam Mondok
Awal mulanya zifi ikut menginap saudaranya yang bernama Aulia di pondok Sabilul Huda, selama 2 hari. Aulia adalah santri di pondok itu. Zifi senang sekali dan merasa nyaman. Hingga akhirnya zifi berkeinginan sendiri mondok dan nyantri di pondok itu.
Keinginan mulia itu di dukung dan di restui oleh keluarganya sendiri. Karena itu akan membuat zifi lebih mandiri.
Tapi terlepas dari itu semua, sebenarnya ibunya pingin gadis kecilnya itu mondok dan mengaji. Ibunya merasa sedih melihat zifi di rumah. Anaknya sering diam dan melamun. Kalau ditanya cuma diam saja.
Ternyata di sekolah zifi sering di buli oleh teman-temannya. Kadang di ejek soal fisik, dan tidak mau berteman dengannya. Bahkan juga pernah di tarik kerudungnya. Hal itu membuat zifi menjadi sedih, pemurung, suka memendam perasaan/ tertekan dan sensitif.
Baca Juga:

Zaki Si bungsu Yang Menggemaskan https://sabilulhuda.org/zaki-si-bungsu-yang-menggemaskan/
Begitu zifi mengutarakan keinginannya sendiri untuk ikut mbak aulia mondok, ayah dan ibunya senang sekali. Walaupun juga agak sedih karena berpisah dengan anaknya. Tapi demi kebaikan zifi, mereka Ikhlas melepas gadis kecil berkerudung itu untuk mondok dan sekolah di daerah Pakem.
Perubahan Zifi Saat Di Pondok Dari Pendiam Menjadi Ceria
Di pondok zifi banyak temannya. Terkadang dia merasa betah, tapi kadang-kadang rasanya pingin pulang saja. Ada saja teman disini yang usil padanya. Mungkin trauma pembulian yang membekas padanya, sehingga sedikit saja ada temannya yang usil menjadi masalah baginya. Tapi akhinya zifi bisa bertahan sampai sekarang ini.
Pernah suatu saat ada kawan pondok yang ngomong sesuatu hal pada zifi, entah kenapa zifi merasa tersinggung dan sedih. Biasanya dia hanya menangis dalam diam, entah mengapa hari itu dia bisa menangis meraung-raung walaupun masih lembut.
Suaranya bisa keluar, seakan mengeluarkan segala sesak di dadanya yang dia tahan selama ini. Sejak saat itu zifi menjadi berbeda dengan sebelumnya. Lebih terbuka dan bisa bersuara.
Zifi senang menari dan mewarnai. Pengasuh pondok melihat hal itu, dan memberinya kesempatan untuk belajar menari dan pentas di Bulaksalak, Bersama teman-temannya.
Kebetulan ada orang sanggar yang menawarkan diri untuk melatih anak-anak. Sehingga dari kegiatan itulah rasa percaya diri zifi meningkat.
Sekarang Zifi sudah semakin membuka diri, tambah banyak temannya dan mandiri. Sejak kelas 3 SD sudah belajar mencuci bajunya sendiri, mencuci peralatan masaknya dan juga sekarang sudah bisa menyetrika bajunya sendiri dengan bimbingan kakak-kakak di pondok.
Zifi senang sekali duduk di perpustakaan pondok. Membaca buku cerita ataupun menggambar dan mewarnai. Selain itu zifi Bersama sahabat-sahabatnya Shanum, ayak, suka ke kebun, main ayunan atau sekedar mencari jambu biji atau jeruk. Bersama mereka pula dia menimba ilmu .
Setiap hari selalu rajin mengikuti kegiatan pondok seperti sholat, mengaji dan juga bersih-bersih. Ibunya Bahagia sekali saat zifi bilang kalau dia sudah tamat iqro’6 dan sekarang mulai mengajiAl qur’an.
Suatu pencapaian yang luar biasa bagi orangtuanya. Mereka merasa tidak bisa mengajari zifi sampai sejauh itu. Rasa syukur menyelimuti hati kedua orangtuanya.
Rindu Dan Doa Zifi untuk Kembarannya Yang Sudah Tiada
Orangtua zifi sangat perhatian padanya. Setiap kali ulang tahun zifi, mereka datang membawakan roti atau hadiah kecil. Senang sekali hati zifi. Tetapi kadang sedih tiba-tiba datang, saat zifi teringat sama kembarannya yang sudah tiada.
Seharusnya mereka bisa merayakan ulangtahun bersama-sama, memakai baju yang kembar dan meniup lilin atau bermain bersama.
Tapi zifi yakin, kalau kembarannya itu selalu bersamanya, walaupun dia sudah ke surga terlebih dahulu. Dan doa-doa sering dia lantunkan untuknya.
Pindah ke Kalimantan Dengan Membawa Segudang Cita-Cita
Sekarang zifi sudah kelas 5 Sd. Dia akan meninggalkan pondok, teman-temanya, para pengasuh dan semuanya untuk pindah ke Kalimantan menyusul keluarganya yang sekarang sudah menetap di sana.
Dia membawa serta pelajaran-pelajaran hidup yang sudah dia dapatkan selama 2 tahun di pondok ini. Tentu saja kenangan-kenangan manis tak akan terlupakan seumur hidupnya.
Dia bertekad harus lebih rajin belajar, untuk mewujudkan cita-citanya menjadi guru agama atau ustadzah.
Zifi dalam diam dan pemalunya menyimpan cita-cita mulia. Mari kita bantu dia mewujudkannya.
Berikan ruang untuk anak-anak yang tertekan untuk mengekspresikan diri, sehingga kepercayaan dirinya tumbuh lagi. Buat mereka tertawa lepas, dan senang, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan semangat.
Baca Juga: Pengabdian Anwar dan Kasidah Terakhir Bersama Abdul Kadir Jailani






