
Anak ini bernama Zaki, sikecil imut, berkulit putih, rambut cepak, muka chubby , dan dengan segala tingkah polah lucunya yang seringkali membuat gemas saat melihatnya. Ia tinggal bersama ayah dan ketiga saudaranya di pondok.
Berawal dari suatu malam yang masih sangat terasa suasana lebaran Idul Fitri, seorang ayah dan keempat anaknya datang untuk tinggal di pondok Sabilul Huda. Banyak cerita pilu yang terjadi dalam keluarga dan perjalanannya yang berliku-liku.
Hingga akhirnya sang ayah memutuskan untuk tinggal di pondok bersama anak-anaknya. Zaki anak ceria yang belum faham dengan kondisi kedua orang tuanya, yang ia tahu hanya ingin selalu bersama-sama dan bahagia.
Zaki Si Bungsu Dan Empat Bersaudara
Si bungsu dengan ketiga kakaknya yang bernama Reza, Qian, dan Sakha adalah kakak beradik yang saling menyayangi satu sama lain. Tidak sekali dua kali mereka terlihat berpelukan, bergandengan tangan dan juga berbagi makanan.
Baca Juga:

Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria https://sabilulhuda.org/sakhabocah-polos-usil-lucu-dan-ceria/
Sangat menyentuh tentunya karena tidak semua saudara bisa seakur juga sehangat itu dan hal ini bisa dijadikan contoh agar orang tua selalu menerapkan adanya saling pengertian, perhatian juga saling menyayangi satu sama lain dalam sebuah keluarga.
Beberapa hari berlalu, ia mulai terbiasa dengan lingkungan pondok, ayahnya pun sudah mulai bekerja di kantor yang tidak jauh dari pondok. Dengan kesibukan ayahnya yang sering pulang larut malam membuat Zaki susah tidur.
Namun situasi ini tidak berlangsung lama dan Zaki sekarang sudah mulai tidur dengan jam yang teratur.
Banyak yang perhatian dan sayang dengan Zaki dan kakak-kakaknya, hal ini membuat mereka merasa hidup di lingkungan keluarga.
Tangis, Tawa, Dan Bahasa Planet Zaki
Zaky saat ini berusia 3 tahun dan seperti anak-anak seusia lainnya ,ia senang sekali bermain, berlarian, berebutan hingga akhirnya menangis. Dan hal seperti itu adalah wajar dan sering terjadi di masa anak-anak.
Namun Zaki adalah anak hebat yang tidak malu untuk selalu minta maaf ketika ia melakukan kesalahan, meskipun nantinya terulang lagi dan meminta maaf lagi.
Lucu memang, akan tetapi harus selalu diarahkan, supaya kedepannya nanti ia akan faham dengan makna kata maaf itu sendiri.
Zaki adalah anak pintar dan penuh rasa ingin tahu akan hal-hal di sekitarnya. Terkadang ia berbicara dengan bahasa planetnya yang membuat orang lain kebingungan. Namun tetap diulang-ulang hingga berakhir dengan perdebatan yang penuh canda tawa, membuat Zaki jadi semakin menggemaskan.
Mama, Kerinduan yang Belum Bisa Ia Ucapkan
Sesekali ia masih suka menanyakan sang mama, dengan polosnya ia berkata ” mama lagi kerja yaa, tapi lama kerjanya…” Ataupun sekedar berkata ” mama suka bikinin susu kalau zakzak mau bobok.. “
Entah apa yang ia pikirkan, namun harapannya ia akan tumbuh tanpa bayang- bayang masa kelam sebelumnya.
Zaki adalah anak kecil yang menginginkan kebahagiaan, ia belum faham dengan segala permasalahan kedua orang tuanya. Namun dengan kasih sayang ayah, kakak-kakaknya, dan keluarga pondok Sabilul Huda.
Membuatnya merasakan kehangatan keluarga tanpa ada rasa benci atau kesal dengan siapapun. Zaki adalah salah satu anak hebat yang membutuhkan tangan untuk menggenggamnya dan badan sebagai sandaran untuk selalu memeluknya.
Baca Juga: Pengabdian Anwar dan Kasidah Terakhir Bersama Abdul Kadir Jailani







