Budaya  

Wayang

Wayang – Salah satu budaya Jawa yang fenomenal adalah “Wayang”. Cerita Wayang diambil dari kisah Mahabarata & Ramayana. Namun, dalam cerita Wayang mengalami perubahan cerita. Ada penambahan tokoh dalam cerita.

Seperti tokoh punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Tokoh tambahan yang diciptakan untuk menambah keindahan cerita.

Selain itu juga menambah unsur jenaka atau humor. Adegan goro-goro sebagai selingan humor. Juga sebagai media untuk menanamkan budi pekerti luhur. Tanpa kesan menggurui, karena disampaikan dalam bentuk humor. (Pembahasan khusus tentang goro-goro lain waktu)

Wayang
Wayang

Filosofi Pandawa Lima

Kali ini bahasan khusus tentang Pandawa Lima. Dimana “ada nilai filosofi” yang terkandung. Menurut salah satu versi dari sudut pandang sejarawan Muslim. Pandawa Lima adalah gambaran Rukun Islam.
Bagaimana penjelasannya?

Sekali lagi ini dari salah satu versi. Jika ada versi lain bukan bermaksud untuk mengalahkan. Pandawa Lima, adalah Lima Bersaudara:

Puntadewo / Yudhistira.

Digambarkan memiliki senjata “Jamus Kalimosodo”. Kalimosodo gambaran atau kiasan dari (dua) Kalimat Syahadat. Rukun Islam yang pertama.

Bimo/ Wrekudoro.

Adalah putra kedua dari lima bersaudara. Digambarkan selalu berdiri & tidak bisa ” Kromo”. Dengan siapapun selalu bicara “Ngoko” atau bahasa kasar Jawa. Tidak pernah duduk menggambarkan orang sholat harus berdiri.

Sedangkan tidak bisa “Kromo” sebagai gambaran dalam shalat harus dengan bahasa Arab. Tidak sah jika menggunakan bahasa lain. Rukun Islam yang kedua.

Janaka / Permadi.

Putra ketiga, digambarkan sebagai orang yang rajin tapa (puasa). Sebagai gambaran Rukun Islam ketiga yaitu puasa.

Nakula & Sadewa

adalah putra kembar. Menggambarkan Rukun Islam keempat & kelima. Zakat dan Haji. Dua Rukun Islam yang sama-sama harus mengeluarkan uang atau materi.

Begitulah sebuah nilai filosofi yang digambarkan dari watak Pandawa Lima. Kearifan dari Walisongo dalam memperkenalkan Islam di tanah Jawa.

Masih banyak lagi tauladan dalam cerita Wayang. Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya.
Wallahu a’lam bishowab.