Tanaman Anggur Tiba-Tiba Layu? Waspadai Virus GLRaV

Virus Tak Terlihat Kerugian Nyata – Lindungi Anggur Anda
tanaman anggur terkena virus ( GLRaV ). membuat sulit berbuah optomal

Terakhir diupdate: 29 Januari 2026

Sabilulhuda, Yogyakarta – Coba bayangkan ini. Seminggu lalu tanaman anggur Anda tampak hijau, segar, dan menjanjikan panen manis. Namun tiba-tiba, daun mulai menguning, menggulung, buah mengerut, dan pertumbuhan terhenti. Anda sudah menyiram, memberi pupuk, bahkan memangkas dengan benar—tetapi kondisinya justru makin memburuk.

Jika itu terjadi, bisa jadi penyebabnya bukan kekurangan nutrisi atau kesalahan perawatan, tetapi virus pembunuh tanaman anggur yang sering luput disadari, yaitu Grapevine Leafroll-associated Virus (GLRaV).

Virus ini bekerja secara diam-diam, tak terlihat oleh mata, tetapi dampaknya nyata dan merugikan. Jika tidak dikenali sejak awal, satu per satu tanaman anggur bisa mati, meninggalkan kerugian besar bagi petani maupun penghobi anggur.

Sayangnya, banyak petani anggur bahkan penggemar anggur sekalipun tidak sadar akan virus (GLRaV) ini.

Baca Juga: Cara Efektif Mencegah Hama Dan Penyakit Tanaman Anggur

Apa Itu Virus Pembunuh Anggur?

GLRaV (Grapevine Leafroll-associated Virus) adalah sekelompok virus yang menyerang pada tanaman anggur, khususnya jenis Vitis vinifera. Virus ini termasuk dalam keluarga Closteroviridae, dan dikenal sebagai salah satu penyebab utama penurunan produktivitas anggur di berbagai negara penghasil anggur dunia.

Tanaman anggur yang terinfeksi GLRaV tidak langsung mati. Tapi, virus ini melemahkan tanaman secara perlahan, mulai dari mengganggu fotosintesis, pertumbuhan, hingga kualitas buah. Akibatnya, ukuran buah menjadi lebih kecil, kadar gula menurun, rasa kurang manis, dan dalam jangka panjang tanaman bisa mati.

Baca Artikel Berikut:

buah anggur dipetik terlalu dini karena salah dalam perawatan

7 Dosa Besar Pemelihara Anggur! Kesalahan yang Harus Dihindari! https://sabilulhuda.org/7-dosa-besar-pemelihara-anggur-kesalahan-yang-harus-dihindari/

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Anggur Tidak Berbuah Setelah Dipangkas & Penyebab Utama Yang Jarang Disadari!

Gejala Virus Pembunuh Anggur Yang Harus Di Waspadai

Berikut ini  adalah tanda-tanda tanaman anggur kamu terinfeksi virus (GLRaV):

1. Daun Menggulung Keatas Atau Kebawah Serta Berubah Warna

Gejala paling khas dari GLRaV adalah daun menggulung ke atas atau ke bawah, terutama pada daun yang sudah tua. Warna daun berubah menjadi kuning pada varietas anggur putih, atau kemerahan pada varietas anggur merah. Daun juga menjadi kaku, rapuh, dan mudah rontok.

2. Pertumbuhan Tanaman Anggur Menjadi Terlambat (Stag)

tanaman anggur yang sudah terkena virus ini akan sulit tumbuh secara optimal. Sebaliknya tanaman tumbuh menjadi lambat, batangnya kurus serta daun kecil. Di saat fase generative tanaman anggur ini akan sulit berbuah.

Baca Juga: Tips Dasar Merawat Anggur Yang Baru Tanam untuk Pemula

3. Buah Tidak Berkembang Secara Optimal

Saat fase generative kalaupun dapat berbuah namun tidak dapat berkembang secara optimal. Ukuran buah lebih kecil dari biasanya serta produksi buah menurun drastis.

4. Akar dan Batang Anggur Menjadi Lemah

Sistem perakaran pada tanaman anggur otomatis tidak akan berkembang dengan baik. Batangnya pun lebih mudah patah dan rentan terkena penyakit.

Bagaimana Virus Pembunuh Anggur Menyebar?

Virus ini menyebar melalui beberapa perantara di antaranya:

  1. Perantara Serangga (terutama kutu daun Pseudococcus spp. dan Planococcus spp.).
  2. Dengan Alat Pertanian yang Tidak Steril (gunting pangkas, pisau okulasi).
  3. Bibit anggur sudah  Terinfeksi (penularan melalui cangkok atau stek).

Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur
Baca Juga: Terbukti! Cara Sederhana Panen Anggur Ratusan Dompol Meski Lahan Terbatas

Cara Mencegah Dan mengatasi Virus Pembunuh Anggur

Untuk mencegah serta mengatasi virus pembunuh anggur ini, ada beberapa cara:

  1. carilah atau tanamlah bibit yang sehat.
  2. Mencegah dari hama dan kutu bisa dengan cara di semprot insektisida
  3. Pentingnya untuk sterilisasi alat alat pertanian seperti gunting, pisau alat okulasi.
  4. Pemantauan tanaman secara berkala.
  5. Tanaman anggur minimal 8 jam sehari terkena sinar matahari. Karena dengan suhu panas virus ini akan mati.

Setelah membaca artikel ini, Jika kamu menemukan ciri ciri salah satu gejala seperti di atas. Jangan di biarkan! sebelum virus pembunuh  merubah tanaman anggur kamu menjadi kuburan tanaman!. Tunggu apa lagi? Simak panduan praktis pencegahan GLRaV di artikel kami berikutnya!.

Baca Juga: Jangan Biarkan Jamur Menghancurkan Kebun Anggur Anda! Ini Cara Pencegahan & Pengendaliannya