Viral! Film Animasi Rp6,7 Miliar “Merah Putih One for All” Ternyata Dibuat Tanpa Biaya – Film animasi “Merah Putih One for All” belakangan menjadi sorotan publik. Cuplikan film yang beredar di media sosial menuai kritik dari warganet dan pelaku industri kreatif. Banyak yang menilai kualitas animasinya belum mencerminkan standar animasi Indonesia yang semakin berkembang.
Film ini disebut-sebut diproduksi dengan anggaran mencapai Rp6,7 miliar. Namun, kualitas yang ditampilkan dinilai kaku, tidak orisinal, dan terkesan terburu-buru untuk rilis. Tuduhan ini langsung dibantah oleh pihak pembuat film.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Iren Umar, melalui akun Instagram resminya menegaskan bahwa kementeriannya tidak memberikan bantuan dana maupun fasilitas promosi untuk film ini. Dukungan yang diberikan hanya sebatas masukan saat audiensi, termasuk saran terkait cerita dan karakter.
Baca Berita:

PPATK Ungkap Ribuan Penerima Bansos Salah Sasaran, Ada Pegawai BUMN & Dokter https://sabilulhuda.org/ppatk-ungkap-ribuan-penerima-bansos-salah-sasaran-ada-pegawai-bumn-dokter/
Produser: Produksi Dilakukan Dengan Gotong Royong
Produser eksekutif sekaligus penggagas film, Andiarto, membantah isu dana miliaran. Ia menegaskan bahwa film ini dibuat secara gotong royong tanpa biaya produksi. Menurutnya, seluruh kru, pengisi suara, dan tim kreatif terlibat secara sukarela demi memeriahkan perayaan 80 tahun Kemerdekaan Indonesia.
“Modalnya nol rupiah. Semua berawal dari niat untuk berkontribusi merayakan proklamasi. Tidak ada yang menerima bayaran, bahkan sebagian kru ikut mengeluarkan dana pribadi untuk kebutuhan kecil seperti makan dan minum saat diskusi,” ujar Andiarto.
Ia juga menegaskan bahwa proyek ini sejak awal tidak berorientasi pada keuntungan komersial. Namun, bila nantinya film mendapat sambutan positif, keuntungan akan dibagi bersama.
Tanggapi Tudingan Plagiat Karakter
Film ini juga diterpa tudingan plagiarisme, setelah ada warganet yang mengklaim kemiripan karakter dengan karya animator asal Pakistan, Junaid Miran. Menanggapi hal ini, Andiarto membantah keras tuduhan tersebut.
“Karakter di film ini murni ciptaan kami. Memang ada penggunaan aset visual dari platform digital, tapi itu hal yang wajar dan legal, sama seperti yang dilakukan banyak film Hollywood,” jelasnya.
Ia menambahkan, karya anak bangsa bukan hanya dilihat dari desain karakter, tapi dari keseluruhan ide, cerita, hingga proses produksi yang dilakukan di Indonesia.
DPR Dorong Evaluasi
Menanggapi kritik yang beredar, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengajak para pelaku industri kreatif untuk menjadikan hal ini sebagai pembelajaran.
“Kritik adalah bentuk kepedulian. Kami mengapresiasi karya anak bangsa ini, tapi tentu perlu evaluasi agar ke depannya bisa menghasilkan karya yang lebih hebat,” ujarnya.
Jadwal Tayang Dan Harga Tiket Spesial
“Merah Putih One for All” dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Film ini bercerita tentang petualangan delapan anak dari berbagai suku di Indonesia dalam misi menyebarkan semangat persatuan.
Menariknya, pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, tiket film akan dijual dengan harga spesial Rp17.000. Langkah ini diharapkan dapat menarik minat penonton untuk mendukung film lokal.
Meski diwarnai kontroversi, tim produksi tetap optimis. Mereka berharap pesan persatuan dan nasionalisme dalam film ini bisa tersampaikan ke penonton di seluruh Indonesia.













