Teknik Pembuahan Anggur Yang Tepat Agar Hasilnya Melimpah – Di dalam budidaya anggur, ada banyak hal hal kecil yang ternyata sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Salah satunya adalah teknik pembuahan dan pemangkasan yang sering kali dianggap sepele oleh para penghobi tanaman buah.
Padahal, kalau kita paham cara kerja tanaman anggur tersebut. Tentu teknik ini bisa membuat satu pohon bisa menghasilkan sampai ratusan dompol buah yang manis dan seragam.
Menariknya, teknik ini bukan hanya untuk petani yang sudah berpengalaman saja. Bahkan buat kamu yang baru mulai menanam anggur di pekarangan pun bisa melakukannya dengan mudah.
Asalkan tahu kapan waktu yang tepat untuk memangkas dan bagaimana memilih batang yang pas untuk bisa kamu buahkan.

Mengenal Karakter Batang Anggur
Sebelum kita bicara soal teknik, kita perlu tahu dulu sifat dasar dari tanaman anggur. Tanaman ini memiliki karakter yang disebut epical dominance. Yaitu kecenderungan tanaman anggur itu untuk mengalirkan nutrisi ke bagian ujung batang yang masih muda dan hijau.
Artinya, batang yang masih muda akan mendapatkan suplai nutrisi lebih cepat di bandingkan dengan batang yang sudah tua dan berwarna cokelat.
Nah, inilah salah satu penyebab kenapa ketika pembuahan di batang tua sering tidak maksimal. Sehingga buahnya sedikit, dompolannya kecil, bahkan kadang tidak keluar bunga sama sekali.
Maka dari itu, kunci sukses dari pembuahan adalah dengan menggunakan batang tersier yang muda, bukan batang yang sudah keras atau tua. Ibaratnya, kita pilih batang yang masih “ABG” yang belum terlalu muda, tapi juga belum tua.
Baca Juga:

Pentingnya Excel Break Dalam Budidaya Anggur Agar Hasil Panen Maksimal https://sabilulhuda.org/pentingnya-excel-break-dalam-budidaya-anggur-agar-hasil-panen-maksimal/
Cara Melakukan Pemangkasan Setelah Panen
Misalnya setelah kita panen yang pertama itu selesai, tahap berikutnya adalah dengan meremajakan batang tersier. Caranya cukup mudah, kita tinggal pangkas semua cabang tersier dan sisakan dua mata tunas saja.
Dua mata tunas inilah yang nanti akan tumbuh menjadi cabang baru untuk pembuahan berikutnya. Tapi ingat, setelah pemangkasan ini jangan langsung memelihara bakal buah yang baru. Jika setelah kita pangkas ada bakal buahnya, sebaiknya kita hilangkan dahulu.
Karena pada fase ini tanaman tersebut masih fokus untuk membentuk daun dan batang yang baru (fase vegetatif).
Kalau langsung kita buahkan, hasilnya tidak akan maksimal. Maka kita cukup memberikan pupuk NPK seimbang agar pertumbuhan vegetatifnya kuat dan sehat terlebih dahulu.
Masuk Ke Fase Pembuahan Kedua
Beberapa minggu setelah pemangkasan, dua mata tunas tadi akan pecah dan tumbuh menjadi batang yang baru. Ketika ukurannya sudah sebesar pensil atau sedotan, barulah kita bisa masuk ke pembuahan yang kedua.
Caranya, kita pangkas lagi dengan menyisakan dua sampai lima mata tunas. Namun, pastikan batang yang kita pilih masih setengah muda atau masih ABG, (belum terlalu hijau dan belum cokelat).
Batang seperti inilah yang memiliki aliran nutrisi paling optimal, sehingga buah bisa tumbuh lebih lebat, manis, dan juga seragam.
Pemupukan Di Fase Generatif
Saat tanaman sudah mulai berbunga dan siap berbuah, maka ganti pupuknya menjadi pupuk generatif yang tinggi fosfor (P) dan kalium (K). Kedua unsur ini sangat penting untuk pembentukan bunga, pembesaran buah, serta meningkatkan rasa manis pada buah anggur tersebut.
Dengan teknik ini, hasil pembuahan yang kedua dan ketiga biasanya akan jauh lebih baik daripada pembuahan yang pertama. Dompolannya juga lebih banyak, bentuk buahnya lebih seragam, dan rasanya pun makin nikmat.
Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur













