Tak Perlu Pupuk Mahal! Buah Anggur Lebat Ternyata Ada Pada Cabang Tersier Yang Rata

Ilustrasi cabang anggur dengan daun hijau dan buah ungu yang tumbuh merata pada cabang tersier, disertai judul artikel tentang teknik meratakan cabang untuk hasil panen lebat.
Ilustrasi cabang tersier anggur yang rata dan penuh buah, sebagai gambaran teknik budidaya yang membuat tanaman lebih produktif tanpa perlu pupuk mahal.

Sabilulhuda, Yogyakarta: Tak Perlu Pupuk Mahal! Buah Anggur Lebat Ternyata Ada Pada Cabang Tersier Yang Rata – Dalam budidaya anggur, ada banyak faktor yang dapat menentukan apakah pohon anggur tersebut mampu menghasilkan buah yang lebat, seragam, dan berkualitas. Mulai dari pemupukan, penyinaran, hingga teknik pemangkasan, semuanya memegang peran penting.

Namun ada satu teknik yang sering terlewatkan terutama bagi para pemula, padahal justru inilah salah satu kunci utamanya yaitu dengan meratakan cabang tersier.

Cabang tersier adalah tempat utama buah anggur bisa tumbuh secara ideal. Jika tersier tumbuh tidak seragam, hasil panen pun juga ikut tidak seragam. Sehingga ada yang muncul duluan, ada yang telat, bahkan ada yang kualitasnya jauh menurun.

Untuk itulah perataan batang tersier menjadi teknik yang wajib bagi siapa pun yang ingin pohon anggurnya tetap  produktif sepanjang musim.

Pada artikel ini kita akan membahas langkah-langkah untuk meratakan cabang tersier secara tepat, berdasarkan praktik kebun profesional yang sudah teruji bertahun-tahun.

Mengapa Cabang Tersier Harus Diratakan?

Sebelum masuk ke teknisnya, penting untuk memahami alasan di balik metode ini.

1. Buah Lebih Seragam

  • Cabang tersier yang tumbuh dengan ukuran dan kondisi yang sama akan menghasilkan buah dengan kualitas dan ukuran yang seragam. Hal ini penting sekali terutama bagi yang berorientasi pada panen komersial.

2. Pohon Lebih Estetik & Rapi

  • Tanaman anggur yang rapi bukan hanya enak saat dipandang, tetapi juga dapat memudahkan dalam perawatan, baik pemangkasan, penyemprotan, maupun pemupukan.

3. Waktu Panen Terkontrol

  • Dengan batang tersier yang merata, buah tidak matang secara terpisah-pisah. Sehingga tidak ada yang panen sekarang lalu sisanya seminggu lagi. Semuanya matang pada periode yang sama sehingga panen lebih efisien.

Baca Juga:

Tahap 1: Pembentukan Sistem Tanaman Dengan Benar (Single Cordon)

Biasanya pada kebun yang sudah profesional, sistem yang umumnya mereka pakai adalah paranet / para-para dengan pola single cordon.

Cara kerjanya:

  • Batang primer dibesarkan sampai melewati para-para.
  • Setelah mencapai ketinggian yang mereka inginkan, batang tersebut kemudian dibelokkan mendatar.
  • Selanjutnya batang sekunder diarahkan sepanjang para-para, umumnya sepanjang 2 meter per sisi, mengikuti jarak tanam.

Ketika batang sekunder sudah mencapai panjang yang ideal, barulah cabang tersier mulai tumbuh.

Tahap 2: Memotong Ujung Sekunder Untuk Memancing Batang Tersier

Langkah penting berikutnya adalah memutus ujung batang sekunder.

Fungsinya:

  • Untuk menghentikan pertumbuhan memanjang.
  • Mengalihkan aliran nutrisi ke mata tunas sepanjang batang sekunder.
  • Memancing kemunculan cabang tersier secara merata dari pangkal hingga ujung.

Tanpa pemotongan ini, batang tersier biasanya akan tumbuh tidak seragam. Ada yang panjang, kecil, bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali.

Tahap 3: Memenuhi Nutrisi Saat Masa Vegetatif Agar Tersier Gemuk & Sehat

Tersier yang tidak seragam dan bantet biasanya terjadi saat tanaman kekurangan nutrisi. Pemberian nutrisi yang ideal selama fase ini adalah yang mengandung unsur:

  • Nitrogen (N): mendorong pertumbuhan daun dan batang.
  • Fosfor (P): memperkuat struktur batang.
  • Kalium (K): meningkatkan vigor dan juga ketahanan.

Pupuk yang diberikan harus memiliki komposisi seimbang, baik melalui kocor maupun semprot. Hormon dan ZPT pendukung seperti perangsang akar dan pertumbuhan pucuk juga dapat membantu.

Tanaman yang kekurangan nutrisi hanya akan memfokuskan energi pada beberapa tunas tertentu, sehingga membuat batang tersier yang lain kalah bersaing.

Tahap 4: Menahan Pertumbuhan Tersier (Excel Break)

Ketika satu atau dua tersier tumbuh lebih cepat dari yang lain, perlulanya kamu lakukan teknik yang disebut Excel Break atau penahanan pucuk.

Caranya:

Bila panjang tersier mencapai 1,5 meter atau 15 mata tunas, pucuknya dipotong. Tujuannya agar tunas yang lain dapat mengejar panjang yang sama sehingga semua tersier seragam saat matang. Saat proses ini mungkin perlu dilakukan beberapa kali tergantung vigor tanaman itu sendiri.

Baca Juga:

Tahap 5: Menahan Pecahnya Mata Tunas Dengan Menyisakan Tunas Air

  • Agar mata tunas tidak pecah atau tumbuh tidak terkendali:
  • Biarkan 2 tunas air pada bagian ujung tersier.
  • Tunas air di bagian pangkal dan tengah dibersihkan.
  • Hanya daun yang dibiarkan tumbuh di sepanjang batang.

Teknik ini dapat menjaga mata tunas agar  tetap stabil tanpa merangsang mata bud untuk pecah sebelum waktunya.

Tahap 6: Menunggu Tersier Mengayu (Berwarna Coklat)

Tanda tersier sudah siap memasuki fase generatif:

  • Ukurannya minimal sebesar pensil.
  • Warnanya berubah menjadi coklat kayu.

Pada fase ini, tanaman sudah cukup kuat untuk menopang buah dalam jumlah yang banyak.

Tahap 7: Mengganti Pupuk Vegetatif Ke Pupuk Generatif

Setelah batang tersier sudah matang, barulah nutrisinya kamu ganti dari pupuk vegetatif ke pupuk generatif. Pupuk generatif dapat meningkatkan pembentukan bunga dan buah, memperbesar tandan, serta memperkuat buah hingga panen.

Dengan batang tersier yang seragam, hasil panen pun akan muncul secara bersamaan, rapi, dan maksimal.

Berapa Jumlah batang Tersier Yang Ideal?

Untuk batang sekunder sekitar panjangnya 2 meter:

  • Idealnya memiliki 10–15 tersier per sisi.
  • Dengan dua arah (kanan dan kiri), total tersier mencapai 20–30 cabang per pohon.

Batang tersier yang besar dan seimbang tentunya akan menghasilkan buah yang jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan batang tersier yang ukuranya kecil dan kurus.

Buah Yang Lebat Juga Tergantung Batang Tersier Yang Rata

Meratakan cabang tersier bukan hanya merapikan tanaman anggur saja, tetapi juga merupakan teknik yang dapat:

  • Mengoptimalkan nutrisi,
  • Menjaga seragamnya pertumbuhan,
  • Menghasilkan buah yang lebih lebat dan seragam,
  • Membuat panen jauh lebih efisien.

Dengan teknik yang seperti ini, kemudian didukung dengan nutrisi yang cukup, maka kemungkinan besar tanaman anggur akan produktif lebih maksimal.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu agar menghasilkan kebun anggur yang rapi, sehat, dan penuh buah yang berkualitas tinggi.

Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur