Tahukah Engkau, Pernikahan Itu …

Rabu, 22 September 2010 15:16 Taufiq Nurhayadi E-mail Cetak PDF

Wahai akhi/ukhti,

Tahukah engkau,

Bukankah Allah berfirman

QS Adz Dzariyat 51 : 56

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.(56)

Maka urusan kita adalah beribadah kepada Allah. Termasuk dalam ikatan suci ini. Maka sesungguhnya ikatan pernikahan ini adalah untuk menegakkan hukum-hukum Allah. Di dalam ikatan pernikahan suami dan istri hanya berfikir, bertujuan, berlaku untuk menerapkan hukum-hukum Allah. Bukan tujuan selainnya. Begitu pentingnya menerapkan hukum-hukum Allah, bahkan pun seandainya di dalamnya hukum Allah tidak dapat ditegakkan, maka perceraian itu lebih baik.

QS Al Baqarah 2 : 229

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang Telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim. (229)

Tetapi perceraian tetaplah hal yang sangat dibenci Allah. Sisihkan jauh pikiran untuk itu.

Maka maksudnya adalah bersungguh-sungguhlah dalam menegakkan hukum Allah di dalam keluarga, karena itu hal yang sangat-sangat penting.

Wahai akhi/ukhti,

Tahukah engkau,

Allah sudah menetapkan laki-laki sebagai imam bagi keluarganya

QS An Nisaa 4 : 34

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. (34)

Tentu saja imam mesti ditaati oleh makmumnya.

Tetapi bukankah imam tidaklah selalu benar, jika terjadi kesalahan maka wajib bagi makmum untuk mengingatkannya dan imam harus mengindahkan peringatan itu. Dan bukankah seburuk-buruk imam adalah imam yang dibenci oleh makmumnya. Maka semestinya imam berusaha menjadi sosok yang senantiasa dicintai sang makmum.

Wahai akhi/ukhti,

Ketahuilah ini yang menjadi kewajiban suamimu

QS At Tahrim 66 : 6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (6)

Wahai ukhti,

Tolong bantulah imammu karena jika tidak, celakalah dia,

Dia akan diharamkan masuk surga

Renungkan hadist ini :

” 3 golongan yang Allah menharamkan masuk surga, yaitu : peminum minuman keras, orang durhaka (terhadap ibu bapaknya), dan dayyuts yaitu orang yang membiarkan perbuatan dosa keluarganya ” (HR Ahmad)

Maka apa jadinya suami yang tidak ditaati istrinya,

Bukan barakah yang ada, tapi justru kecelakaan besar di akhirat yang kekal yang menunggunya.

Dan ketahuilah

Wahai akhi/ukhti,

Bahwa Allah telah mengingatkan bahwa ada sebagian dari manusia yang istri/suami dan anak menjadi fitnah bagi anggota keluarga yang lain

At Taghabun 64 : 14 – 17

Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara Isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu (kadang-kadang isteri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama) Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (14)

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (15)

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (16)

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (17)

Maka jangan buru-buru marah ketika suami memarahimu

Bisa jadi dia sedang melakukan tugasnya dari Allah untuk menyelamatkan keluarganya dari api neraka

Bersabarlah wahai akhi/ukhti,

Wahai akhi/ukhti,

Jika hal-hal itu sungguh kita tegakkan IsyaALLAH kita menjadi bagian dari mereka yang dipertemukan di surga pada keluarga-keluarga mereka dengan bahagia,

QS Al Insyiqaaq 84 : 6 – 9

Hai manusia, Sesungguhnya kamu Telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya. (6)

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, (7)

Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (8)

Dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (9)

Wahai akhi/ukhti,

Tahukah engkau, …

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 01 Januari 2011 02:36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *