Syekh Ahmad Yasin Dan Strategi 100 Tahun! Jalan Panjang Menuju Pembebasan Al-Aqsa

Syekh Ahmad Yasin Dan Strategi 100 Tahun! Jalan Panjang Menuju Pembebasan Al-Aqsa
Syekh Ahmad Yasin Dan Strategi 100 Tahun! Jalan Panjang Menuju Pembebasan Al-Aqsa
Syekh Ahmad Yasin Dan Strategi 100 Tahun! Jalan Panjang Menuju Pembebasan Al-Aqsa
Syekh Ahmad Yasin Dan Strategi 100 Tahun! Jalan Panjang Menuju Pembebasan Al-Aqsa

Syekh Ahmad Yasin Dan Strategi 100 Tahun! Jalan Panjang Menuju Pembebasan Al-Aqsa – Perjuangan rakyat Palestina bukan hanya sekedar aksi spontan saja, tetapi perjuangan ini lahir dari visi dan strategi yang sangat panjang.

Salah satu tokoh yang tidak asing lagi di balik kebangkitan ini adalah Syekh Ahmad Yasin. Yaitu sosok pendiri Hamas yang dikenal memiliki visi spiritual, politik, dan strategis yang kuat dalam membela tanah suci Palestina.

Dari Al-Azhar Ke Penjara

Syekh Ahmad Yasin lahir di Gaza, kemudian pada tahun 1956, beliau berangkat menuntut ilmu ke Universitas Al-Azhar di Mesir. Di masa itu, Mesir masih di bawah rezim Jamal Abdul Nasser yang keras terhadap kelompok Islamis seperti Ikhwanul Muslimin.

Baca Juga:

Yasin sendiri sempat ditangkap karena dicurigai ikut gerakan tersebut, padahal ia awalnya tidak mengetahui apa-apa. Namun dari pengalaman itu, ia mulai mengenal gerakan tarbiyah dan perlawanan yang akhirnya membentuk prinsip perjuangannya.

Lahirnya Hamas Dan Strategi Tiga Fase

Pada tanggal 14 Desember 1987, menjadi tonggak sejarah berdirinya Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah. Yang sekarang ini di sebut sebagai gerakan Hamas. Syekh Ahmad Yasin bersama enam rekannya, termasuk Dr. Abdul Aziz Rantisi.

Kemudian mendirikan gerakan ini karena melihat penderitaan rakyat Palestina yang tak kunjung usai. Mulai dari anak-anak yang di tawan, perempuan di bunuh, dan Masjid Al-Aqsa terus dijajah.

Dengan dasar ayat-ayat Al-Qur’an, terutama Surah Al-Isra’ ayat 4-7, Syekh Yasin merumuskan tiga fase perjuangan:

pertama (1987 – 2027): yaitu masa pembinaan dan pendidikan kader dengan Al-Qur’an serta pemahaman mendalam tentang karakter musuh.

kedua (2027 – 2037): Di perkirakan menjadi fase kembalinya kendali atas Masjid Al-Aqsa ke tangan umat Islam.

ketiga (2037 – 2040): Fase konfrontasi besar dan kemenangan strategis, menandai kehancuran penjajahan dan munculnya generasi emas.

Bukan Teori Konspirasi, Tapi Strategi Terencana

Ini bukan hanya sekedar teori, tetapi strategi matang yang telah di pelajari, di tanamkan, dan di latih dalam waktu yang lama. Hamas bukan sekedar gerakan perlawanan biasa. Mereka telah menyiapkan strategi darat, laut, dan udara sebagaimana tergambar dalam Surat Al-Hasyr.

Yang ternyata membuat musuh panik hingga memanggil bantuan dari negara-negara besar seperti Amerika, Inggris, Kanada, dan Jerman.

Visi Global, Mengapa Semua Menuju 2030?

Uniknya, prediksi ini sejalan dengan arah global saat ini. Buktinya banyak negara negara besar mempunyai visi 2030, termasuk Saudi, Rusia, Tiongkok, dan bahkan Indonesia dengan Visi Indonesia Emas 2045.

Semuanya itu hanya untuk menuju fase ke perubahan besar dunia. Ini bukan kebetulan, tapi semua memiliki benang merah yang mengarah pada perubahan global dalam beberapa dekade ke depan.

Jadi sebetulnya apa yang di lakukan oleh Syekh Ahmad Yasin ini bukanlah persoalan main-main. Bukti nyata yang kita lihat sekarang ini, adalah perjuangan Hamas. Mereka adalah kelompok yang di didik untuk jangka panjang, bukan untuk viral sesaat.

Fase perjuangan ini akan terus berlangsung dan mungkin kita akan menyaksikan puncaknya dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kisah Sya’ban, Sahabat Nabi yang Menyesal Saat Sakaratul Maut