Berita  

Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai

Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai
Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai
Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai
Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai

Status Gunung Merapi 7 Juli 2025: Masih Siaga, Potensi Bahaya Perlu Diwaspadai — Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi sampai saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Hal ini berdasarkan dari laporan pengamatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode 7 Juli 2025 pukul 12.00–18.00 WIB.

Cuaca di sekitar Gunung Merapi juga terpantau mendung dengan suhu berkisar antara 19,3 hingga 21,9 derajat Celsius. Kemudian kelembaban tinggi mencapai 98–99%, serta tekanan udara antara 873,4 hingga 917,1 mmHg. Kondisi angin tenang mengarah ke timur.

Secara visual, gunung tampak tertutup kabut tipis hingga sedang. Tidak teramati adanya asap kawah dalam pengamatan sore tersebut.

Baca Juga:

Gunung Ili Lewotolok Erupsi! Dentuman Kuat dan Material Pijar Ke Segala Arah Dalam Area Kawah

Gunung Ili Lewotolok Erupsi! Dentuman Kuat dan Material Pijar Ke Segala Arah Dalam Area Kawah https://sabilulhuda.org/gunung-ili-lewotolok-erupsi-dentuman-kuat-dan-material-pijar-ke-segala-arah-dalam-area-kawah/

Dari sisi kegempaan, tercatat:

22 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–28 mm, berdurasi 52,4–127,6 detik,

31 kali gempa hybrid/fase banyak,

1 kali gempa vulkanik dangkal,

dan 2 kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas kegempaan ini menandakan suplai magma ke tubuh gunung masih berlangsung, sehingga potensi terjadinya awan panas guguran (APG) tetap tinggi.

Rekomendasi untuk masyarakat:

Jangan melakukan aktivitas di dalam zona potensi bahaya.

Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas di sektor:

Selatan–barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).

Tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Gendol (maksimal 5 km).

Waspada lahar dan APG, terutama saat hujan turun di sekitar puncak Merapi.

Masyarakat juga perlu mengantisipasi kemungkinan hujan abu vulkanik.

Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status gunung akan segera ditinjau kembali oleh pihak berwenang.

Gunung Merapi terutam sampai saat ini masih menjadi perhatian utama dalam mitigasi bencana di DIY dan Jawa Tengah.

masyarakat selalu di himbau untuk berhati hati dalam beraktifitas, kemudian untuk selalu ikuti update resmi dari BPPTKG, PVMBG, dan MAGMA Indonesia untuk informasi terkini.