Sifat Cemburu Wanita

At-thabarani berkata.” Rasa cemburu wanita itu harus dimaklumi. Tidak ada hukuman bagi mereka, karena cemburu adalah tabiat bawaan wanita. “(Al-Adabus Syar’iyyah 1/248)

Al-Ghirah (rasa cemburu) merupakan fitrah dasar pada diri kaum hawa. Oleh karenanya seorang muslimah harus menjaga fitrah ini agar tidak tercampuri oleh bisikan-bisikan setan.

Dengan tali keimanan dan genggaman keimanan agar ghirah tersebut dapat berakhir menjadi baik serta memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Bahkan ibunda ‘Aisyah- radhiyallaahu ‘anha- juga sangat cemburu terhadap istri Nabi ﷺ yang lain.

Ibunda ‘Aisyah sangat cemburu kepada Zainab binti Jahsy. Dalam sebuah riwayat menyebutkan :

“Suatu ketika, Nabi ﷺ di rumah salah seorang istri beliau. Tiba-tiba istri yang lain mengirim mangkuk berisi makanan. Melihat itu, istri yang rumahnya kedatangan Rasul memukul tangan pelayan pembawa makanan tersebut, maka jatuhlah mangkuk tersebut dan pecah. Kemudian Rasul mengumpulkan kepingan-kepingan pecahan tersebut serta makanannya, sambil berkata: غَرَّتْ أُمُّكَ “Ibumu sedang cemburu,” Lalu Nabi ﷺ menyuruh pelayan itu untuk menunggu, kemudian beliau memberikan padanya mangkuk milik istri yang sedang bersama beliau untuk diberikan kepada pemiliki mangkuk yang pecah. Mangkuk yang pecah beliau simpan di rumah istri yang sedang bersama beliau” (HR. Al-Bukhari, 5/2003).

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa istri Nabi Muhammad yang memecahkan mangkuk adalah ‘Aisyah Ummul Mu’minin, sedangkan yang mengirim makanan adalah Zainab binti Jahsy. Lihat Fathul Bari (7/149 dan 9/236).

Rasa cemburu akan muncul karena adanya rasa cinta. Semakin kuat rasa cinta seorang istri kepada suaminya maka semakin kuat pula rasa cemburu dalam hatinya.Barakallahu fiikum.***

(Yuni)