
SI PEDAS YANG BERMANFAAT – Jahe merupakan rempah tradisional yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Jahe sering di gunakan untuk bumbu masak, membuat minuman maupun obat-obatan. Rimpangnya berbentuk jemari, yang ruas-ruas tengahnya menggembung.
Jahe termasuk dalam famili Zingiberaceae(temu-temuan), dengan nama ilmiah Zingiber Officinale. Nama ini di berikan oleh William Roxburgh.Jahe memiliki rasa dominan pedas, yang di sebabkan adanya senyawa keton bernama zingeron.
kemungkinan berasal dari daerah Asia Pasific yang tersebar dari India dan China. Jahe tersebar di seluruh nusantara, dengan nama yang berbeda. Nama daerah jahe antara lain :
halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), goraka (Sulawesi Utara), melito (Gorontalo) dan laiya (Sulawesi selatan).
Penyebaran jahe di perkirakan mengikuti migrasi yang di lakukan oleh Suku Bangsa Austronesia pada abad ke-4 SM menyeberangi Kepulauan Melayu dari Cina Tenggara sampai ke Taiwan. Bahkan menjadi tumbuhan khas di wilayah tersebut, bersamaan dengan lengkuas, temu putih dan lempuyang.
Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya, jahe di bedakan menjadi 3 jenis yaitu:
1. Jahe putih/kuning kecil/jahe sunti/ jahe emprit.
– memiliki ruas kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung
– dipanen setelah berumur tua.
– rasanya lebih pedas, seratnya tinggi karena kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah.
-cocok untuk ramuan obat-obatan, ataupun untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
Baca Artikel Berikut:

Rahasia Bawang Hitam! Dan Cara Mudah Membuatnya Di Rumah https://sabilulhuda.org/rahasia-bawang-hitam-dan-cara-mudah-membuatnya-di-rumah/
2.Jahe putih/kuning besar / jahe gajah/jahe badak.
-Rimpang lebih besar dan gemuk
-ruas rimpang lebih menggembung dari jahe emprit dan jahe merah.
-bisa di konsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua
– sebagai jahe segar maupun jahe olahan
3. Jahe merah
–Rimpang berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil.
-selalu dipanen setelah tua,
-memiliki kandungan minyak atsiri paling tinggi
-cocok untuk ramuan obat-obatan.
Jahe memiliki banyak kandungan zat aktif yang sangat bermanfaat bagi tubuh, bila rutin mengkonsumsi jahe.
Dikutip dari ejournal.unhi.ac.id, di katakan bahwa dari segi nutrisi, jahe mengandung kalori, karbohidrat, serat, protein, sodium, besi, potasium, magnesium, fosfor, zeng, folat, vitamin C, vitamin B6, vitamin A, riboflavin dan niacin.
Beberapa senyawa kimia aktif dalam rimpang jahe yang berefek farmakologis terhadap kesehatan, antara lain: minyak atsiri dengan kandungan zat aktif zingiberin, kamfena, lemonin, borneol, shogaol, sineol, fellandren, zingiberol, gingerol, dan zingeron
Seperti kita ketahui, jahe memiliki banyak sekali manfaatnya. Sejak 4700 tahun silam di India dan China, jahe sering di gunakan sebagai minuman tonik untuk mengobati berbagai penyakit ringan.
Berikut ini manfaat jahe bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:
1.melawan penyakit jantung dan stroke
2.meredakan sakit pencernaan, mual atau morning sickness
3.meningkatkan fungsi pernapasan dan imunitas tubuh
4. Mencegah infeksi bakteri dan jamur
5. Menyembuhkan tukak lambung dan gerd
6. mengurangi rasa sakit /nyeri sendi
7. meredakan kram menstruasi
8. mencegah komplikasi pada penderita diabetes
Baca Juga Artikel Berikut: BLACK GARLIC
Dalam penggunaannya, jahe bisa dalam bentuk segar dan bubuk. Untuk minuman bisa di bikin teh jahe ataupun susu jahe. Bisa juga di masukkan ke dalam masakan, di padukan dengan bahan-bahan lainnya, sehingga menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi.
Oleh : Mugi Rahayu
#jahe #manfaat jahe #jenis jahe













