Setiap hari Jum’at, santri pondok pesantren sabilulhuda selalu membersihkan pondok. Hal itu dilakukan agar para santri bisa terhindar dari semua kuman dan penyakit. Nah, di pondok ini ada orang yang sukanya membuang sampah sembarangan. Namanya Payage. Ketika mbak-mbaknya membersihkan halaman pondok, payage dengan ringannya membuang kulit jeruk di halaman yang sudah dibersihkan oleh mbak-mbaknya. Mbak Santi salah satu santri yang ikut membersihkan halaman pun mengomeli kelakuan Payage yang tidak sopan tersebut.
Mbak Santi : “Astaghfirullah….. Payage, jangan buang kulit jeruk di halaman lah. Ini kan sudah kami sapu, masa di kotorin lagi siih.”(kata mbak Santi dengan raut muka marah).
Kemudian ada salah satu santri putri yang seumuran dengan Payage ikut menegur kelakuan buruk Payage. Namanya Hanif. Gadis kecil manis yang seringkali membuat Payage salah tingkah ketika melihat senyuman manisnya.
Hanif : “Iya dong Payage, jangan buang kulit jeruk sembarangan.” Berkata sambil memasang wacah cemberut.
Payage : Oh, iya-ya…. inikan sudah di bersihkan.” Kata Payage seolah baru tahu jika halaman sudah bersih dari sampah dan dedaunan kering.
Hanif : “Yaudah cepetan!!!.” Bentak Hanif
Payage : “iya Hanif, jangan bentak gitulah.” Payage pun langsung mengambil kulit jeruk dan membuangnya ke tempat sampah.
Hanif : “Biarin! abis ngeyel sih dibilangin mbak-mbaknya!” Kata Hanif
Saat itu pula mbak-mbaknya langsung membicarakan mereka.
Suci : “Eh, ehh… payage itu kayaknya kalau disuruh Hanif tu nurut yaaa.” Ujar salah satu mbak-mbak nya yang bernama suci.
Desi : “Iya deh…soalnya pas kami suruh itu tidak mau, dan pas hanif yang bilang langsung diturutin lho sama Payage.
Amidah : “Wah pasti ada sesutau nih sama Payage.” Sambung Amidah
Santi : “Gimana kalau kita coba kerjain dia.” .
Mereka pun setuju… Namun bingung apa yang akan mereka lakukan untuk mengerjai Payage. Tiba-tiba Suci mendaptkan ide untuk mengerjai Payage.
Suci : “Gimana kalau kita naruh bungkus sampah makanan di halaman. Habis itu kita duduk agak jauh dari itu. Nanti kita coba mintai tolong Payage buat buang sampah itu ke tempat sampah.’
Santi : “Wah… Ide bagus tuh!’
Mereka pun segera meletakkan sampah di tengah halaman. Ketika Payage lewat di depan sampah mbak-mbaknya segera meminta Payage untuk membuang sampah tersebut.
Santi : “Payage minta tolong dong, masukin bungkus sampah makanan itu ke tong sampah.” Kata Santi sambil menunjuk ke tempat sampah.
Payage : “Nggak maulah, kan yang buang sampah sembarangan bukan aku” kata Payage berlalu dengan cueknya.
Sebelum berlalu jauh, tiba-tiba suci langsung memanggil hanif yang sedang bermain di dekat mereka.
Suci : “Hanif, coba kamu mintai tolong ke Payage buat buang sampah itu!” Bujuk Suci pada Hanif sambil menunjuk sampah yang ada di tengah halaman.
Hanif : “Baiklah mbak”. “Heyyy…. Payage minta tolong buangin sampah itu ke tong sampah ya…” Teriak Hanif pada Payage.
Payage yang mendengar tetiakan Hanif langsung berbalik dan menyanggupi permintaan Hanif.
Suci : “Tuh kan… bener! Payage kalau di suruh Hanif mau…” Ujar Suci.
Santi : “iya e.. bener, pasti payage suka sama Hanif…” Menyetujui tebakan Suci.
Suci pun langsung berkata pada Hanif.
Suci : “Nif, Hanif… si Payage itu kayaknya suka lho sama kamu. Soalnya dia kalau di suruh kamu mau, sedangkan kalau di suruh mbak-mbak nya tidak mau.” Goda Suci pada Hanif
Hanif : “iya po??? aku tu nggak suka orang yang kayak gitu.” Sangkal Hanif
Santi : “Lah, kan Payage yang suka. Bukan kamunya.” Ikut gencar menggoda Hanif
Hanif : “Ahhh aku nggak maulah…. hiiiii.” Kata Hanif sembari bergidik sebal.
Mbak-mbaknya pun langsung tertawa melihat raut sebal Hanif.***
( SIROJUL )











