Si Kembar Yang Malang

Suasana di pagi ini sangatlah sejuk, angin sumilir melewati sela jendela yang ada di rumahku. Aku duduk di depan rumahku seraya melihat sekitarku. Dan aku pun terdiam.

      Aku teringat sedikit tentang peristiwa yang pernah aku lihat di lingkungan sekitar rumahku. Ada seorang keluarga kecil yang beranggotakan, ayah, ibu, dan kedua anak kembarnya. Dari kebanyakan orang tua pasti sangat bangga jika memiliki anak kembar, karna tidak semua bisa di anugrahi hal seperti itu.

      Namun disini ceritanya sedikit berbeda, berbanding terbalik dengan cerita tersebut. justru malah orang tua tersebut tidak bersikap adil kepada kedua anak nya yang bernama Alia dan Alea, mereka merasa bahwa kedua anaknya tersebut tidak sama karna Alia memiliki banyak bakat sedangkan Alea terlihat biasa-biasa saja.

      Suatu hari mereka selesai dari ujian, nah karna itu salah satu orang tua mereka harus datang ke sekolah untuk mengambil raport hasil belajar mereka. Dari situ ibu mereka membandingkan antara nilai Alia dan Alea, karena nilai Alia lebih besar maka Alia sangat di puji oleh ibunya itu dan ibunya langsung membelikannya hadiah karna dia berhasil mendapatkan nilai yang sempurna.

      Alea sangat sedih karena jarang di puji oleh ibunya, padahal nilai Alea tidak beda jauh dengan Alia.  Hanya beda sedikit saja, tapi entah mengapa ibunya itu menguji Alia sampai membelikannya hadiah untuknya. Dari situ Alea berfikir bagaimana caranya agar dia tidak di bandingkan terus oleh kedua orangtuanya terutama oleh ibunya itu.

      Padahal di sisi lain Alea sering mengikuti lomba-lomba baik itu di sekolahnya maupun di luar sekolahnya, dan hasilnya pun memuaskan. Ia sering memenangkan lomba tersebut sampai di beri piagam penghargaan. Alea ingin sekali memberitahu kepada kedua orang tuanya, namun Alea takut keduanya orang tuanya itu tidak setuju bahwa itu semua yang memenangkan Alea, karena mereka lebih menyayangi Alia.

      Suatu ketika  penyakit yang di derita Alea kambuh, penyakit yang di alami ialah kankee. Ia merahasiakan sakitnya  sejak lama, karna ia tidak mau orang tuanya terbebani karena penyakit nya itu. Terakhir ia datang ke dokter katanya usianya sudah tidak lama lagi, dan sekarang lah saatnya, Alea pun menghembuskan nafas terakhirnya di rumah. Karena ia merasakan sakit yang luar biasa, harusnya langsung di larikan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang baik namun semua itu terlambat karena orang tuanya dan kembarannya itu tidak pernah tau penyakit apa yang di alami Alea.

      Orang tua Alea sangat kaget ketika melihat putrinya tersebut berbaling lemah di kasurnya, mereka langsung mengecek pernafasan nya itu apakah jantung nya masii berdetak atau tidak, namun sayang semuanya sudah terlambat. Alea sudah meninggalkan semuanya, mereka langsung menangis. Alia menemukan kotak yang berukuran agak besar, di dalamnya berisi piagam yang pernah di dapat oleh Alea karena memenangkan beberapa lomba, dan disitu ada selembar kertas yang di tulis oleh Alea yang berisi " Ayah, ibu, maafkan Alea ya belum bisa jadi anak yang baik buat ayah ibu, belum bisa jadi kebanggaan ayah, ibu, maafkan Alea yaa, tapi ini ada beberapa piagam yang pernah Alea dapatkan semoga ayah sama ibu bisa bangga ya walaupun ngga seberapa yang di dapatkan, Alea sayang ayah sama ibu" . Mereka langsung menyesal karena perbuatannya itu tidak pernah menghargai Alea, mereka hanya selalu memuji muji Alia, dan kasih sayangnya pun tidak di rasakan sedikit pun untuk Alea.

      Dari kejadian tersebut kita bisa menilai bahwa seseorang pasti punya kelebihan masing-masing terkadang tidak terlihat dan terkadang ada yang terlihat,  namun kita tidak boleh meremehkan satu sama lain, harus saling menghargai selalu.***
(Putry)