Seni Mendidik Anak Perempuan Menurut Neurosains Dan Islam (Part-1)

Ibu muslimah mendampingi anak perempuannya belajar membaca Al-Qur’an di rumah dengan suasana hangat.
Seorang ibu berhijab membimbing anak perempuannya membaca Al-Qur’an di ruang keluarga bernuansa Islami, penuh kelembutan dan kasih sayang.

Seni Mendidik Anak Perempuan Menurut Neurosains Dan Islam – Setiap orang tua tentu mendambakan anaknya tumbuh dengan sehat, cerdas, dan juga berakhlak mulia. Namun, mendidik anak perempuan ternyata memiliki seni tersendiri. Tidak hanya membutuhkan rasa kelembutan, tetapi juga mengenai pemahaman tentang perbedaan fitrah mereka dibandingkan dengan  anak laki-laki.

Kalau kita telisik dari sisi ilmu neurosains hingga panduan Islam, kita bisa menemukan banyak sekali pelajaran yang berharga.

Ibu muslimah mendampingi anak perempuannya belajar membaca Al-Qur’an di rumah dengan suasana hangat.
Seorang ibu berhijab membimbing anak perempuannya membaca Al-Qur’an di ruang keluarga bernuansa Islami, penuh kelembutan dan kasih sayang.

Perbedaan Otak Anak Perempuan Dan Laki-Laki

Neurosains menjelaskan bahwa otak anak perempuan dan laki-laki itu dapat berkembang dengan cara yang berbeda. Anak perempuan akan lebih cepat mengembangkan sambungan otak kiri.

Yang mana otak tersebut berperan dalam ilmu bahasa, bicara, membaca, dan analisa. Tidak heran jika anak perempuan biasanya lebih cepat berbicara atau membaca sejak dini.

Sementara itu, anak laki-laki lebih dominan pada otak kanan. Otak kanan berkaitan dengan visual, permainan, kreativitas, dan teknologi. Karena itu, mereka lebih suka bermain aktif dibandingkan dengan  duduk diam dan membaca.

Pemahaman ini penting sekali agar orang tua tidak salah dalam menilai. Jika anak laki-laki tampak lebih lambat dalam belajar membaca, itu bukan kekurangan, melainkan bagian dari fitrahnya.

Pentingnya Kelembutan Dalam Mendidik

Sambungan neuron di otak anak terhubung melalui zat kimia bernama neurotransmitter. Jika anak tersebut sering kita marahi dengan keras, maka sambungan ini bisa terganggu bahkan konslet.

Anak perempuan itu lebih sensitif terhadap hal ini karena otaknya lebih aktif dalam bahasa dan juga emosi.

Baca Juga:

Keluarga Indonesia sedang sarapan bersama, ayah membantu anak memakai seragam sekolah, ibu menyiapkan makanan dengan penuh kasih.

Bahasa Kasih Act of Service: Rahasia Keluarga Harmoni https://sabilulhuda.org/bahasa-kasih-act-of-service-rahasia-keluarga-harmoni/

Islam pun menekankan hal yang sama. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk bersikap lemah lembut kepada umatnya. Sikap keras hanya akan membuat orang menjauh.

Maka dalam mendidik anak pun, juga dengan cara bersikap lembut supaya pesan dari orang tua bisa diterima dengan baik oleh anaknya.

Keutamaan Anak Perempuan Dalam Islam

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa yang merawat anak perempuan dengan rasa penuh kasih sayang, lalu mencukupi kebutuhan mereka, serta bersabar dalam mendidiknya, maka surga baginya. Bahkan untuk satu anak perempuan saja, Allah sudah menjanjikan pahala yang besar.

Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan anak perempuan. Mereka itu bukan beban, melainkan sebagai jalan menuju kebaikan saat di dunia dan nantinya di akhirat.

Cara Praktis Dalam Mendidik Anak Perempuan

1. Dengarkan dengan tatapan penuh perhatian.

Dengan begitu anak perempuan merasa bahwa mereka dihargai ketika orang tua menatap wajahnya saat berbicara.

2. Berikan sentuhan yang lembut.

Dengan cara orang tua memeluk dan membelai akan membuat mereka merasa aman dan di cintai.

3. Dampingi saat belajar.

Anak perempuan itu cenderung rajin membaca, jadi orang tua bisa lebih mudah mengarahkan mereka pada pelajaran dan hafalan Al-Qur’an.

4. Jangan mudah marah.

Ingatlah bahwa dengan cara lemah lembut itu adalah sebagai kunci utamanya.

Jadi ketika orang tua dalam mendidik anak perempuan sebenarnya itu adalah seni yang memadukan ilmu dan kasih sayang. Ditambah dengan bimbingan Islam yang menekankan dengan kelembutan.

Maka dalam mendidik anak perempuan akan menjadi ladang pahala yang dapat mengantarkan orang tuanya menuju surga.

Baca Juga: PRINSIP DALAM MENDIDIK ANAK