Sebuah Makna Hidup

Udara yang sejuk dan sejuk, pada dini hari lahirlah suasana yang menegangkan, lahirlah seorang anak laki-laki imut dari dua pasangan yang bernama Rudy. Dia lahir dengan selamat, ibunya yang baru saja melahirkan Rudy harus merenggutnya tetapi ketika dia melahirkannya. Perasaan cinta dan mupun bercampur menjadi satu hujan istri tercinta dan kelahiran Rudy. Sejak saat itu Rudy menjadi yatim piatu sejak ia lahir.

Semasa kecilnya, Rudy dipercayakan kepada seorang wanita untuk diasuh oleh ibunya yang meninggal saat bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai seorang anak, Rudy dipasangkan dengan anak dari seorang wanita yang sedang menyusuinya. Dia sangat dekat dengan Rudy, seorang anak bernama Zaki yang 1 tahun lebih tua dari Rudy. Mereka sangat dekat karena sudah bersama sejak kecil sehingga sudah dianggap seperti saudara. Disana Rudy diajarkan kepada wanita tersebut untuk sholat dan mengaji bersama Zaki, karena kepintarannya, akhirnya Rudy pada usia 6 tahun Rudy sudah bisa membaca Al Quran dan sholat plus pemahaman agama dengan sangat cepat dengan Zaki. Namun tak lama kemudian, entah kenapa, Rudy ditarik kembali oleh ayahnya dan harus dipisahkan dari Zaki dan pengasuhnya, yang telah membesarkannya dan merawatnya seperti seorang ibu sejak ia masih kecil. Sebelum berpisah dengannya, dia berkata kepada Rudi, “Rudy sayangku, jangan pernah tinggalkan apa yang ibumu tinggalkan, suatu saat kamu akan membutuhkannya,” kata wanita itu. Dengan kesedihan yang mendalam mereka akhirnya berpisah dan tidak pernah bertemu lagi.
Ketika Rudy dibesarkan oleh ayahnya, sedikit demi sedikit Rudy mulai memperhatikan wanita tersebut karena ayahnya sibuk bekerja dan kurang pengawasan dari Rudy. Saat mulai beranjak dari sekolah dasar dia adalah teman yang nakal dan nakal sehingga hubungannya menjadi kacau, dia mulai belajar merokok, tanpa benda, sehingga terbentuk karakternya yang tidak sesuai dengan pesan dari pengasuhnya di sekolah. waktu. Sampai-sampai dia berani menggertak orang tuanya dan berbicara. Tak jarang membuat ayahku menangis dan kecewa karena perbuatannya dan karena nilainya yang sangat rendah. Namun ayah tercintanya terus berdoa kepada Allah agar anak itu diberi hidayah. Saat duduk di bangku sekolah dasar, ia berkali-kali bolos dan gagal ujian, namun karena kondisi ekonomi yang sulit, guru-gurunya sering menaikkan nilai. Bahkan di UN ia mendapat nilai terendah di kelasnya. Karena nilainya yang rendah, akhirnya Rudy mendapat sekolah yang biasa-biasa saja dan murid-muridnya ikut bersamanya, hanya sebaliknya malah semakin parah. Karena kebiasaan buruknya terus berlanjut, ia mulai merasakan tawuran dan mabuk-mabukan serta nyewek. Ia telah meninggalkan Al-Qur’an dan shalatnya bahkan sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Suatu ketika seseorang jatuh sakit dan dia harus ekonomi ini semakin membuat Rudy semakin terpuruk – hingga akhirnya dalam waktu dekat ia berhenti sekolah karena tidak ada biaya dan harus mengasuh ayahnya sepanjang hari.
Suatu hari meninggalkan usia 16 tahun, tekanan yang dialami Rudy membuat pikirannya kacau dan stres yang mendalam. Untuk menghilangkan itu semua dia ikut clubbing atau klub malam dan tidak segan-segan mencuri, membunuh, dan perbuatan tercela lainnya. Selama lebih dari 5 tahun dia melakukan itu sampai akhirnya ketika dia mabuk sampai pingsan dia bermimpi bertemu seseorang berbaju putih mendekatinya kemudian membelai kepalanya dan mencium keningnya, saat itu Rudy tidak bisa melihat apa-apa karena terangnya sinar matahari. orang itu. Rudy tiba-tiba terbangun kaget dan segera meninggalkan klub malam, dia jijik dan bertanya-tanya mengapa dia ada di sana dan dia pergi. Saat itu ia merasa tersesat dan tidak punya tujuan, di tengah jalan ia melihat sebuah masjid dan ia terlihat sangat bersemangat dan ingin pergi ke sana tetapi ia malu selain itu ia belum pernah menyentuh masjid sebelumnya. Ketika adzan subuh tiba dan dia sedang duduk di pinggir jalan, seseorang mengajaknya sholat berjamaah.

Artikel yang Direkomendasikan