Satu Hari Milik Desi

Pada hari minggu Desi pergi ke pantai bersama ayah, ibu dan kakanya. Hari itu adalah hari pertama kalinya ia pergi ke pantai. Selama perjalanan menuju pantai, ia terus membayangkan apa yang akan ia lihat disana. Apakah seperti yang ada di televisi atau lebih bagus lagi?. Duh, membayangkan semua itu membuat Desi tidak sabar untuk sampai di pantai.

Setengah jam kemudian, Desi dan keluarganya telah sampai di parkiran pantai. Mereka pun segera menurunkan barang bawaan mereka dan bergerak menuju pantai. Pasir lembut dan angin sepoi-sepoi menyambut kehadiran mereka. Desi sudah berlarian ke sana kemari, menikmati hamparan pasir dan ombak kecil yang bergulung di pesisiran pantai. Sungguh indah sekali pantai yang ia lihat dan lebih indah daripada apa yang ia lihat di televisi.

Ketika Desi asyik bermain, ia melihat bermacam-macam hewan kecil yang pernah ia lihat di televisi. Hewan-hewan tersebut ia lihat di sebuah poster besar. Diantaranya ada bintang laut, kuda laut, anjing laut, singa laut, lumba-lumba, paus, burung, ikan, kepiting, dll. Disana, Desi juga melihat orang-orang yang sedang berolahraga. ada yang bermain bola voli, bulutangkis, dan ada juga yang sedang berenang di air pantai.

Tiba-tiba, Desi merasa ada sesuatu yang dilempar ke arahnya. Ia pun berbalik dan melihat kakaknya memegang bulatan pasir. Wah sudah pasti itu ulah kakaknya. Tidak terima dengan perlakuan kakaknya, Desi pun ikut membuat gulungan pasir pantai yang basah dan melemparkannya ke arah sang kakak. Jadilah mereka lempar-lemparan bola pasir. Hingga berakhir pecah oleh tangisan Desi. Sebab, bola pasir yang dilempar oleh kakaknya masuk ke mulut. Ayah dan ibu yang sedang menikmati waktu bersama, langsung berlari ke arah Desi. Mereka menenangkan Desi dan segera meminta sang kakak untuk mengambilkan air.

Tak lama kemudian kakak Desi datang dengan sebotol air yang kemudian ia serahkan pada adiknya itu.

Desi: “Aaaaaa….. Asinnnnn” teriak Desi

Sari: “Hahahaha… Asin kan, itu air laut dek.” Kata Sari kakak desi. Ia memang sengaja memberikan air laut pada Desi.

Ibu: “Astaga Sari, kok malah air laut. Cepet ambilin adik air mineral di tas!” Perintah ibu pada Sari

Sari: “Ih iya buk, Maaf. Abis asyik buk ngerjain adik” sesal Sari sambil menahan tawa melihat raut adiknya yang cemberut.

Ayah: “Udah nggak papa dek, nggak usah cemberut. Kita naik perahu aja yuk” Ajak ayahnya sambil membelai lembut kepala Desi.

Desi: “Wah asyik, ayuk yah!!” Seru Desi

Selesai berkumur dengan air kedua yang bukan air laut, Desi dan keluarganya menaiki kapal untuk berkeliling melihat pemandangan di atas air laut. Selama berkeliling dengan perahu, Desi begitu riang bernyanyi sambil menikmati keindahan pantai. Sedangkan sang kakak terdiam pucat menahan rasa mual dan takut. Desi pun tergerak untuk mengusili kakaknya.

Desi: “Kak, lihat dibelakang kita ada hiu kak!!” Teriak Desi dengan pasang muka khawatir dan takut

Sari: “Hah, mana…mana… Yah, kita balik aja. Aku nggak mau di makan ikan hiu!” Kata Sari memohon pada ayah untuk kembali, sambil terus memandang ke belakang.

Desi: “Bwahahaha… Tapi bo’ong” Desi tertawa melihat raut kakaknya yang ketakutan.

Sari: “Argh… Kamu ni bikin orang jantungan aja. Awas kamu yaaaaa. Nih rasain pembalasanku!” dengan segera Sari menggelitiki adiknya.

Mereka pun tertawa bersama dan bergembira. Sari pun sudah tidak merasa takut dan khawatir berada di atas perahu. Sungguh hari yang menyenangkan bagi Desi dihari pertama ia berkunjung ke pantai.***

( DESI )