SARAH! SIKECIL CENTIL NAN CERIA PELIPUR HATI

SARAH! SIKECIL CENTIL NAN CERIA PELIPUR HATI
SARAH! SIKECIL CENTIL NAN CERIA PELIPUR HATI
SARAH! SIKECIL CENTIL NAN CERIA PELIPUR HATI
SARAH! SIKECIL CENTIL NAN CERIA PELIPUR HATI

SARAH! SIKECIL CENTIL NAN CERIA PELIPUR HATI – Namanya Sarah…saat datang ke sini kau masih merah, baru beberapa dilahirkan dari Rahim ibu yang tak menghendakimu. Bahkan menyembunyikanmu dari keluarga besarnya. Bayi merah yang Allah datangkan dengan penuh drama.

Dari ibu asuh di klaten yang mengembalikanmu ke ibu kandungmu, akhirnya membawamu ke sini sebuah panti asuhan di lereng Merapi, dan masuk di keluarga ini. Aku ingat betul saat itu… bayi merah itu datang tengah malam, dijemput oleh pak agung dan 2 orang santri ke klaten.

Pak agung meluncur dari ngampilan krn harus jaga ibunya yang sakit,kemudian  ke klaten menjemputmu. Setelah itu pak agung pun kembali meluncur ke ngampilan lagi, dan kamu sarah ke panti ini. Malam itu , pertama melihatmu sungguh iba hati ini, Bayi merah, kulit agak keriput, biru-biru diekitar wajahmu..

Ya Alloh…kasian sekali bayi ini. Pak Kyai dhawuh ibu Rahayu yang jadi ibunya. Deg… Ya Alloh…antara Bahagia dan takut. Bisakah aku merawat bayi ini? Belum pernah merawat bayi premature. Bismillah…. insyaAllah bisa.

Rumah Sakit Dan Harapan

Malam pertama di sini kau tidur di kamar pak kyai dan bu nyai. Di doakan dulu oleh beliau. Bayi merah itu akhirya harus masuk RS, selama 4 hari dhawuh pak kyai harus diambil. Alhamdulilah tak ada kesulitan apapaun di RS. Semua dipermudah, walaupun kau belum memenuhi syarat untuk keluar RS saat itu.

Bayi 1,2 kg yang masih kuning, akhirnya masuk ke rumah ini, pak Agung dan ibu Rahayu dan 4 anak lelakinya. Rasa sayang dan iba  bercampur begitu melihatnya. Alhamdulillah semua menyambut dengan bahagia adik barunya. 

Ibu ingat, beberapa bulan sebelum sarah hadir, ibu pernah bermimpi naik sepeda jengki sepeda  perjuangan.Ibu  memboncengkan anak perempuan kecilll sekali. Ibu mengayuh sepeda naik ke atas dengan susah payah diatas  jalan yang  sangat terjal.

Baca Kisah Nyata:

kisah nyata 1: Lumba-lumba Kesukaanmu Adalah Pelukan Terindahku

kisah nyata 1: Lumba-lumba Kesukaanmu Adalah Pelukan Terindahku https://sabilulhuda.org/kisah-nyata-1-lumba-lumba-kesukaanmu-adalah-pelukan-terindahku/

Tapi ibu bisa, Apakah itu kau sarah, yang Allah hadirkan untuk kami? Wallahu a’lam.

Hari-Hari Menegangkan Dan Penuh Cinta

Hari-hari merawatmu sangatlah mendebarkan. Dari meminumkan susu, memandikan, menggendongmu kami lakukan dengan sangat hati-hati. Setiap pagi kuajak kau berjemur, supaya kuninmu hilang dan badanmu lebih sehat.

Juga untuk meminumkan susu harus teliti dan hati-hati. Dot botolpun masih lebih besar dari mulut mungilmu. Yaah tak ada jalan lain. Harus pakai pipet obat untuk menyusuimu.  Tidak cuma sekali kau minum tersedak, kau batuk, susu keluar dari hidung dan mulumu.

Betapa paniknya kami saat itu, tapi alhamdulillah Allah selalu memberi petunjuk di saat-saat genting. Kau selamat sarah.. .Bahkan saking takutnya bapak ibumu ini, kala kau tidur kami pastikan kau masih bernafas dan goyang-goyangkan badanmu, kalua ada respon….ohh masih hidup.. dan legalah hati .

Setiap hari kami memberikan cinta kasih kami untuk sarah.. mas-masmu juga sangat sayang padamu. Semua di kalahkan kalau urusannya sama sarah. Walaupun agak kaku mas-masmu gantian menggendongmu. Semua sayang sarah

Tak terasa makin hari beratmu makin bertambah, kesehatnmu  juga semakin baik. Semua benar-benar di permudah oleh Allah SWT. Ada saja yang membantu untuk segala urusanmu.  Allah datangkan orang-orang baik membantumu. Stroller, mainan, box bayi, apolo, baju-baju dan yang lainnya ada semua.

Kini Kau Menjadi Warna Kehidupan Kami

Tak terasa sekarang usiamu sudah 2,5 th. Kau sudah menjelma menjadi anak kecil yang cantik, centil, dan ceria suka loncat-loncat, Kau suka gojegan.

Rumah ini menjadi berwarna dengan celotehanmu.  Kau benar-benar menjadi pelipur hati kami.  Kau membawa berkah buat kami . Setiap kali semua pulang ke rumah, yang di cari pertama kali, “ sarah mana?’

Sarah dekat sekali dengan bapak, maunya apa-apa sama bapak. Sarah juga suka ajak jalan-jalan pake mobil pondok.” Ayo anak-anak jalan-jalan”, dan tak lama kakak Ama, mas opang, mas El, mas Alan, mas Akmal, mb Ceisya dan lainya berhamburan masuk ke mobil.

Dan kita jalan-jalan keliling, kadang liat jeep, patung banteng, patung udang, patung elang, liat orang naik scoter dan liat monyet. Sepanjang jalan anak-anak ceria, kadang kita konser bersama di mobil. Sangat menyenangkan.

Sarah juga suka liat badut dan kasih uang ke badut jalanan. Katamu, “sarah nggak takut badut” setelah itu toss sama badutnya.

Kalo sampai ujung jalan masuk pondok sarah suka teriak horee udah ampe… dan saat anak2 turun dari mobil sarah juga bilang,’ asih bapakk”…duuh bikin trenyyuh.

Anak Kecil yang Peka Dan Penuh Perhatian

Kalau denger adzan, sarah suka ngoyak-oyak sholat dan  bilang,’Pak ayo olat” sambil marah-marah kalau bapak tak segera respon. Sarah juga suka mbangunin bapak kalau lagi tidur. Tapi tidak dengan ibu. Sarah tidak berani mbangunin ketika ibu lagi tidur. Di suruhpun sarah tidak mau.

Sarah bilang,” ibuk bobok, ibuk capek,”. OOOhh…Terimakasih cantikku.

Sarah, ibu bukan pujangga, tak bisa menuangkan semua rasa kasih dan cinta ibu dalam tulisan. Tapi ibu sayaaang sarah, ibu ingin sarah sehat,menjadi anak yang sholihah, beruntung dalam hidup, sukses, selamat dunia akhirat. 

Anugerah Yang Mengubah Segalanya

kau memang bukan anak kandung ibu, Tapi cinta kasih ibu dan bapak bahkan melebihi anak sendiri. Dan kami menganggap sarah seperti anak sendiri. Sampai kapanpun sarah adalah bagian dari keluarga ini.

Kita berdua sering berpelukan, ibu bilang,’  sayaaaang sarah.

Sarah menjawab,’’  cayaaaang ibuk,”ibuk cium sarah.. .dan kita tertawa bersama..

Terimakasih ya Alloh, Kau hadirkan sarah untukku, untuk kami semua..

Baca Juga: Kemensos dan Kementerian PPPA Bentuk Tim Lindungi Perempuan dan Anak

Penulis: Mugi Rahayu