Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria

Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria
Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria
Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria
Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria

Sakha…Bocah polos, usil, lucu dan ceria – Namanya Sakha.. bocah lucu umur 7 tahun, adek  reza dan qiandra. Anak ketiga Pras. Mobil grab melaju dari kost lama mereka menuju ke suatu tempat yang penuh harapan.

Namun Sakha hanya tahunya ayahnya mau cari kost baru. Tidak masalah baginya, yang penting dia dekat sama ayahnya dan saudara-saudarnya. Layaknya seperti anak kecil lainnya, senang bila diajak bepergian.

Demikian pula Sakha, malam itu di mobil dia bercengkrama dengan zaki dan qian tertawa bersama. Celotehan mereka saling bersahutan saat melihat apapun di jalan, sementara Reza kakaknya lebih banyak diam. Entahlah dia tak tau ada apa dengan abangnya itu.

Sampai akhinya mobil berhenti disuatu tempat, mereka turun , kemudian masuk ke suatu ruangan. Sakha bertanya pada ayahnya,”

“Yah, ini tempat apa?”, tanyanya penasaran.

“Pondok,” jawab ayahnya sambil tersenyum

“Ooo ternyata ayahnya mengajak mereka ke pondok,” batinnya. Setelah itu mereka  masuk dan bersalaman dengan pak Kyai. Setelah itu mereka makan bersama . Pak kyai baik sekali, mereka datang di sambut dengan hangat, terus di kasih makan.  Senang sekali Sakha saat itu.

Baca Juga:

Persahabatan Baru Sakha Yang Tumbuh Di Pesantren

Mata Sakha tertuju ke tangga dimana anak-anak perosotan di sana. Dia tersenyum kecil, asyik kali ya seperti itu. Tak berapa lama mereka mulai berkenalan dengan anak-anak pondok lainnya.

“Mas, namaku El,” bocah tembem itu tersenyum

“Namaku Noval,’ kata nya sambil tersenyum nyengir.

“Aku alan, mas,’’ katanya  juga sambil tersenyum manis.

“Namaku Sakha,” lalu mereka bersalaman. Dan tak berapa lama mereka sudah akrab satu sama lain. Selain itu masih ada mas wildan, ilham, fajar, achmad dan lainnya. Ramai dan menyenangkan.

Malam itu mereka tidur di pondok itu. Sementara tidur di masjid dulu, besok mau di carikan tempat. Dan malam itu mereka terlelap, berharap ada harapan baru disini.

Sakha senang sekali, mempunyai banyak teman di sini. Semua baik-baik. Hati Sakha tambah senang,ketika ibu Nyai bilang,” besok Sakha ikut sekolah ya sama alan, el dan wawa”.

Hari Pertama Sakha Masuk Sekolah

Keesokan paginya dengan semangat 45 Sakha bangun pagi, dan mandi dan siap-siap ke sekolah.

Sakha, bocah polos, agak usil tapi lucu. Dia sedikit melihat apa yang terjadi di keluarganya. Tapi anak itu tak benar-benar paham apa yang terjadi. Yang penting dia bersama ayah dan kakak adeknya.

Hari-hari Sakha sekarang banyak terisi bersama teman-temannya dan kegiatan pondok juga disekolah. Bermain, sholat, mengaji, sekolah, makan  semua sersama-sama .

Sakha juga suka bermain bola seperti kakaknya reza. Dia juga kadang ikut latihan bersama ayah dan Reza. Tapi Sakha itu tergantung mood hatinya kalau main bola. Dan dia masih lebih senang bermain di kebun daripada latihan bola. Kalau di tanya apa cita-cita Sakha? Kadang jadi pemain bola tapi kadang jadi polisi.

Kasih Sayang Seorang Anak

Sakha dekat sekali dengan ayahnya. Dia sering tidur sama ayahnya, Pras.  

Suatu malam, waktu sudah menunjukkan jam 23.00 lebih. Bocah itu masih belum tidur.

“Sakha, ayo tidur sudah malam lho. Teman-temanmu sudah pada tidur,” kata ibu pengasuh.

“Sakha mau nunggu ayah bu, kok ayah belum pulang ya . Sakha mau tidur sama ayah,” katanya dengan muka sedih.

Dibujuk untuk tidur bareng temannya, Sakha tetep kekeh tidak mau tidur. Akhirnya ibu pengasuh mengalah untuk menemaninya menunggu sampai ayahnya pulang dan sakha mau tidur.

Terkadang Sakha juga menyusul ayahnya ke kantor. Karena kantornya masih di lingkungan pondok, jadi sekedar di depan pintu kantor dan teriak,” ayah… dan di sapa balik ayahnya itu sudah membuatnya bahagia.  

Walaupun Cuma sebentar bersama ayahnya,  atau sekedar melihat ayahnya kerja dia sudah cukup baginya.

Sakha juga sangat dekat dan sayang sekali sama Zaki si bungsu. Dia sering mengajak main zaki, entah ke kebun atau sekedar main di aula atau depan pondok. Kalau Sakha punya makanan dari sekolah misalnya, pasti  yang pertama kali dicari Zaki, di kasihkanlah makanan itu ke zaki. 

Kadang dia mengalah, tidak makan atau hanya sedikit makan, yang lainnya dia kasihkan zaki.

Menyongsong Masa Depan Dengan Senyum

Sebentar lagi Sakha akan masuk SD kelas 1. Hatinya senang sekali, matanya berbinar saat di suruh mencoba seragam baru oleh ibu pengasuh. Apalagi dia dan kakak-kakaknya juga di belikan sepatu baru oleh ayahnya.

Sakha tambah semangat, untuk sekolah,menyongsong masa depannya, mewujudkan mimpi-mimpinya yang mungkin masih terpendam di hatinya.

Baca Juga: Pengabdian Anwar dan Kasidah Terakhir Bersama Abdul Kadir Jailani