Di salah satu SMP terkenal di Yogyakarta terdapat tiga sahabat yang sudah lama bersama. Mereka adalah Dewi, dan si kembar Safa, Marwah. Dewi adalah seorang yang pendiam dan marwah adalah seorang yang bermuka dua dan aktif dalam segala hal sedangkan safa adalah seorang yang memiliki kepribadian ganda atau biasa disebut dissociative identity disorder. Kepribadian ganda adalah suatu gejala sosial disosiatif yang penggejalanya mengalami kepribadian yang berubah-ubah, tetapi dia tidak menyadarinya.
Sedangkan dari masalah ekonomi, Dewi adalah seorang yang dilahirkan dari keluarga berada tapi dia tidak sombong. Berbanding terbalik dengan dewi, safa dan marwah berasal dari keluarga yang sederha. Maka dari itu Marwah memiliki keingginan untuk memanfaatkan Dewi, dia juga menggajak Safa untuk bersekongkol dengannya. Awalnya Safa menolak akan hal itu tetapi karena merwah selalu mengompor – ngompori safa agar mengikuti apa yang dia ingginkan akhirnya dia mau. Hingga pada suatu hari, saat guru mengumumkan akan di adakan outing class. Dan dari saat itu marwa terseliplah ide untuk memanfaatkan Dewi. “ Anak- anak, ibu akan mengumumkan tentang outing class yang akan di adakan oleh sekolah pada tanggal 16 oktober besok. Jadi dimohon agar kalian menyiapkan barang – barang yang di perlukan un tuk kegiatan tersebut. Dan satu lagi, di khususkan untuk siswa perempuan agar tidak memakai make up secara berlebihan dan membawa mukena untuk melaksanakan shalat berjamaah di sana”. Kata bu guru setelah memasuki ruang kelas 7F.”Iya bu” jawab murid – murid secara serempak.
Setelah kelas berakhir, mereka pulang ke rumahh masing – masing. Di dalam perjalanan pulang marwah memberi tahu safa akan rencana jahatnya terhadap Dewi. “ Eh saf, kan dua ahari lagi kan angkatan kita menggadakan outing class. Kan itu kesempatan kita buat manfaatin harta si Dewi itu.” Kata marwah sambil tertawa jahat. “Emang kamu mau manfaatin Dewi gimana?” Tanya safa ragu.” Aduh safa safa, kamu tuh jangan polos – polos banget deh jadi anak. Maksudku itu, nanti pas outing class kita manfaatin si Dewi dengan cara plorotin aja uangnya, kan dia anak orang kaya.Masa kayak gitu aja kamu ngga tau sih?”.Jelas marwah panjang lebar, akan tetapi hal itu hanya di tanggapi safa denggan anggukan kecil yang membuat marwah menjadi marah dan kecewa lalu Marwah pergi begitu saja meninggalkan safa yang masih mencerna apa yang di katakan kembarannya tadi. Saat safa menyadari marwa sudah jalan duluan, akhirnya ia pun lari mengejar marwa.
Dua hari kemudian, outing class pun berlangsung. Disaat marwa dan safa berjalan bersama, mereka sepakat untuk mengajak dewi untuk bergabung dengan mereka. Akhirnya rencana pun di mulai, dengan tanpa rasa bersalah ia memanfaatkan dewi dengan cara meminjam uangnya yang nominalnya cukup besar. nominal itu membuat dewi tercengang sehingga dia harus berpikir dua kali untuk menyetujuinya. Tetapi mereka berdua menguatkan ucapan mereka supaya dewi mengiyakan.
Setelah Dua bulan kemudian, tepatnya sesuai janji marwa dan safa mereka akan mengembalikan uang yang mereka pinjam saat outing class. Mereka mengajak dewi kesuatu taman setelah pulang sekolah. Setelah mereka siap siap merekapun berangkat menuju tempat yang di tentukan. “ saf aku nyesel udah manfaatin dewi” kata marwa dengan muka nyesalnya.” Ya kan dulu aku dah pernah bilangkan, kamu tu jangan ngelakuin hal kayak gitu, sekarang nyselkan!” Jawab safa yang hanya menanggapi dengan hal itu dengan santai.”kok kamu jadi nyalahin aku” Kata marwah membentak safa. “Bukannya nyalahin kamu ya, tapi aku Cuma mau ngingetin kamu dengan sangat sangat sangat keras akhirnyab dia memutuskan untuk mengiyakan permintaan mereka berdua. dan akhirnya mereka melanjutkan jalan.
Dua bulan kemudian, tepatnya sesuai janji marwa dan safa mereka akan mengembalikan uang yang mereka pinjam saat outing class. Mereka mengajak dewi kesuatu taman setelah pulang sekolah. Setelah mereka siap siap merekapun berangkat menuju tempat yang di tentukan. “ saf aku nyesel udah manfaatin dewi” kata marwa dengan muka nyesalnya.” Ya kan dulu aku dah pernah bilangkan, kamu tu jangan ngelakuin hal kayak gitu, sekarang nyselkan!” Jawab safa yang hanya menanggapi dengan hal itu dengan santai.”kok kamu jadi nyalahin aku” Kata marwah membentak safa. “Bukannya nyalahin kamu ya, tapi aku Cuma mau ngingetin kamu doang mar. Lagian kan kamu udah berkali – kali aku inggetin kamu tapi kamunya malah mbantah aku, jadi kamu juga ngga berhak nyalahin aku.” Bantah safa tegas. “ya udah lah. Ngga usah di bahas kalau ujung – ujungnya debat.” Jawabnya mengalah. “ ya udah, lanjut jalan aja.”kata safa datar.
Sesampainya di taman yang sudah di tentukan ternyata di sana sudah ada dewi yang menunggu mereka. “ Saf gimana, dewi udah nungguin kita mau bilang apa sama dia?” tanya marwah gugup kepada safa disampingnya. “ ya ngomong apa adanya gitu aja susah” jawabnya simple. Kemudian mereka pun menghampiri dewi dengan langkah yang terpatah – patah. Sesampainya di dekat tempat duduk dewi marwah pun memanggil namanya “ dewi, maaf ya kalau kamu lama nunggu kita.” Kemudian safa pun menambahkan “ iya dewi, maapin yak”. “Iya santai aja “ jawab dewi kemudian. Kemudian mereka bertiga duduk si salah satu kursi yang ada di taman itu, marwah pun memulai percakapan “ emm, dewi sebelumnya aku mau minta maaf karena aku udah manfaatin kamu. Terus aku juga suka iri sama kamu, intinya aku nyesel udah berbuat buruk ke kamu. Aku sama safa bener – bener minta maaf sama kamu. Dan aku harap kamu mau maafin aku sama safa.” Jelasnya panjang lebar ke pada dewi dengan wajah yang menunduk. “ Hmmm, masalah itu aku udah maafin kamu dari kemarin – kemarin kok. Tapi kamu jangan ulanggin lagi ya.” Jawab dewi sambil memandang safa dan marwah secara bergantian “ Iya aku sama marwah janji mgga bakal ngulangin ini lagi. Maafin aku juga ya wi, soalnya aku ikut – ikutan manfaatin kamu.” Jelas safa. Kemudian dewi menjawab “ Iya ngga usah di pikirin lagi aku juga udah lupain kok” setelah itu merwah pun menyerahkan uang yang dulu pernah dia pinjam ke pada dewi. Setelah dewi menerima uang itu mereka pun berpelukan.***
(TAZKIA & IFA)









