RENUNGAN AKHIR PEKAN – MERENDAHKAN ORANG‎

Sabtu, 18 Februari 2017‎
PA sabilul huda jakal km 17 pakem sleman DIY

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Bashri, seorang ulama tabi’in, melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Hasan al Bashri memandang kedua orang itu dengan mencibir dan berkata dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu, harusnya dia seperti aku”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi terus terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.
Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Bashri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia dari saya, maka dengan nama Allah selamatkanlah seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak”.

Hasan al-Bashri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah juga saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”.

Lelaki itu menjawab, “Semoga Allah mengabulkan permohonan tuan”. Semenjak itu, Hasan al-Bashri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

***************

Saudaraku…
Jika Allah membukakan pintu shalat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak. Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah. Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah daripada diri kita. Ilmu Allah sangatlah teramat luas. Sungguh iblis dilaknat oleh Allah karena dia memandang rendah dan merasa lebih baik daripada Adam.

Saudaraku…
Semoga kisah di atas dapat menjadi pelajaran bagi kita agar terhindar dari sifat “merendahkan dan merasa lebih baik dari orang lain”.

NB‎
Web kami : www.sabilulhuda.org Cp : prawoto agung 081328002838

Indahnya berbagi dg anak2 yatim, piatu, terlantar dan dhuafa, smg Alloh juga membagi2 KEINDAHAN NYA u kita semua dg RAHMAT dan RAHIM NYA‎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *