Qorin (Cerbung Misteri Bab 7)

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri Bab 7)

Qorin (Cerbung Misteri Bab 7) – Saat manusia mengalami hal yang tak masuk akal, biasanya cenderung tertutup.. karena akan merasa ragu menceritakan pada orang lain. Pengalaman spiritual atau hal mistis sulit sekali untuk dibuktikan. Begitu juga dengan Burhan dan Maisaroh, jika saja tidak mengalami kejadian yang diluar nalar mungkin Bayu juga tidak akan berani menceritakan kisahnya.

“Maaf nak Bayu, peristiwa itu terjadi kapan?” tanya Burhan.

“Sejak saya menjalin hubungan dengan seorang gadis, Pak.” Bayu menjawab pertanyaan Burhan, tanpa mengatakan nama gadis yang menjadi kekasihnya.

Tanda Perulangan Dan Mimpi Alisa

Burhan penasaran, tapi lebih penasaran dengan kata “sejak” yang diucapkan Bayu. Kata “Sejak” menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi tidak hanya sekali. Ada perulangan peristiwa atau terjadinya sebuah peristiwa yang berulang-ulang. Seperti apa yang dialami Alisa, hampir setiap malam mimpi didatangi sosok perempuan yang melarang berhubungan dengan Bayu.

“Sejak? Apakah maksud Nak Bayu, peristiwa itu tidak hanya terjadi sekali?” tanya Burhan.

“Sebenarnya Nenek sudah mengatakan, jangan menulis cerita tentang hantu. Karena mereka bisa tahu jika kita bicarakan dan bisa mendatangi kita!” Nenek Sulastri yang sebelumnya diam dan menyimak [pembicaraan tiba-tiba ikut berbicara.

Ketika Kisah Cinta Justru Membuka Dunia Lain

“Cerita hantu?” tanya Burhan.

“Begini Pak, saya ini memang suka menulis cerita horor dan Misteri. Namun, sejak mengenal Alisa kekasih saya, saya mencoba menulis cerita cinta. Namun, justru pengalaman mistis terjadi sejak saat itu.” Bayu menjelaskan dan menyebut nama Alisa.

Baca Juga:

Burhan dan Maisaroh jadi terperanjat, tidak ada lagi yang diragukan. Bayu di hadapan mereka adalah Bayu kekasih Alisa. Lisan Bayu sendiri sudah secara jelas menyebut nama Alisa.

“Kenapa Pak Burhan dan Bu Maisaroh begitu terkejut? Apa ada yang salah dengan kalimat saya?” tanya Bayu.

“O … ee anu, kami hanya heran saja, kenapa justru terjadi saat menulis cerita cinta bukan cerita mistis,” jawab Burhan sedikit gagap.

Maisaroh hanya menarik napas panjang. Namun, dadanya berdebar kencang mendengar ucapan Bayu. Pengakuan Bayu memiliki kekasih Alisa membuat Maisaroh tak habis pikir. Bukan keberatan dengan kondisi Bayu dan neneknya yang hidup sederhana. Namun, lebih kepada bayangan mimpinya, kejadian yang menimpa Alisa bahkan Bayu sendiri.

Pertentangan Gaib Yang Misterius

Dengan berbagai peristiwa yang berbeda, tapi intinya hanya satu. Hubungan Alisa dengan Bayu banyak mendapat pertentangan. Pertentangan bukan datang dari keluarga Bayu ataupun Alisa. Melainkan dari sosok gaib melalui mimpi. Bahkan Bayu bukan sekadar mimpi, tapi sampai meninggalkan pesan melalui layar laptopnya.

“Itu juga yang membuat saya heran, Pak. Sudah begitu, kemarin mendengar makam keluarga saya tertimpa Mobil Bapak dan Ibu. Bukankah itu sebenarnya gak mungkin terjadi!” seru Bayu.

“Ya, ternyata apa yang terjadi tidak semua bisa diterima akal kita, Nak Bayu!” seru Burhan.

“Sudahlah Bayu, hentikan saja kegiatan menulismu. Bukankah Kamu juga sudah punya pekerjaan!” seru Nenek Sulastri.

“Menulis itu bukan sekadar mencari uang Nek. Bayu memang hobi menulis, karena bisa menjadi tempat menumpahkan perasaan,” jawab Bayu.

“Nenek khawatir dengan kejadian akhir-akhir ini!” seru Nenek Lastri.

Semakin Dekat, Semakin Banyak Misteri

 Burhan dan Maisaroh saling pandang, mereka penasaran dengan apa yang terjadi. Meskipun baru mengenal keluarga Bayu. Namu, Burhan dan Maisaroh sudah merasa dekat. Bukan karena Bayu adalah kekasih Alisa, karena mereka juga masih bingung apakah akan merestui hubungan mereka. atau justru melarang karena banyak kejadian mistis bahkan jelas melarang hubungan Bayu dengan Alisa.

“Bayu anak yang baik, Alia juga gadis yang sopan, kenapa banyak tantangan. Apakah baik dan baik tidak selalu menjadi baik-baik saja?” tanya Burhan dalam hati.

Dengan berbagi pertimbangan, Burhan memberanikan diri untuk bertanya lebih lanjut. Cepat atau lambat Bayu dan Neneknya juga akan mengetahui jika mereka adalah orang tua Alisa. Sebelum semuanya terlalu jauh, Burhan merasa perlu mengetahui lebih banyak tentang keluarga Bayu. Latar belakang dari kedua orang tua Bayu dan sebagainya. Namun, Burhan harus menggunakan cara halus, agar tidak dicurigai menanyakan banyak hal tentang keluarga Bayu.

“Maaf Bu Lastri, memang ada kejadian apa? Kenapa Nak Bayu sampai ingiun menemui Kyai Usman?” tanya Burhan.

“Banyak dan sebenarnya tidak hanya terjadi di sini saja.” Nenek Lastri menjawab pertanyaan Burhan.

Sosok Dewi Dan Anisa Yang Gentayangan

Nenek Lastri pun seperti tak sungkan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak hanya Burhan dan Maisaroh saja yang merasa nyaman Bayu dan Nenek Lastri pun merasa dekat dengan Burhan dan Maisaroh.

Sehingga Nenek Lastri tanpa sungkan menceritakan, jika Bayu beberapa kali ditemui warga di sekitar makam keluarganya. Mereka meminta Bayu untuk mengurus dan sering ziarah ke makam kedua orang tuanya. Dengan alasan warga setempat sering ditemui sosok Dewi ibunya Bayu dan Anisa adik Bayu.

Kedua sosok tersebut menghantui sebagian warga. Dewi menampakkan diri dan menuntut dibersihkan namanya. Dewi ditemukan tewas tergantung di pohon. Namun, Dewi mengatakan jika dia tidak bunuh diri melainkan dibunuh.

Sementara, Anisa menampakkan diri dan mengatakan jika salah satu warga menjadi penyebab kematiannya dan Arya Dwi Pamungkas ayahnya.

“Jadi begitu ceritanya!” seru Burhan.

Kemudian timbul tanda tanya pada Burhan, apakah benar Dewi Ibuya Bayu meninggal karena bunuh diri atau dibunuh. Begitu juga dengan Maisaroh, dia menduga mungkin karena itu Alisa dilarang berhubungan dengan Bayu.

Meskipun, Maisaroh masih bimbang. Kalau alasan Anisa melarang bayu menikah dengan Alisa karena itu. Anisa adalah adik Bayu dan anak Dewi. Kenapa peduli dengan Alisa dan melarang Alisa berhubungan dengan Bayu, bukan peduli kepada Bayu.

“Ini Aneh, ada misteri yang masih tersimpan.” Maisaroh berkata dalam hati.

Masa Lalu Yang Kelam Dan Duka Yang Dalam

Nenek Lastri dan Bayu diam sesaat, mereka seperti sedang teringat masa lalu yang tidak menyenangkan. Nenek Lastri dulunya tinggal di kampung dimana keluarga Bayu dimakamkan. Namun, karena sering mendapat cibiran, Nenek Lastri mengalah dan memilih pindah tempat tinggal.

“Secara pribadi aku yakin, Dewi anakku tidak akan melakukan bunuh diri. Dia wanita yang kuat, bahkan saat Anisa dan Ayahnya tewas kecelakaan Dewi masih kuat membesarkan Bayu.” Nenek Lastri berkata dengan mata berkaca-kaca.

Mengatakan jika, Dewi membesarkan Bayu sendiri. Dia tidak mau menikah lagi, meski banyak yang melamarnya. Namun, Dewi tetap memilih hidup sendiri membesarkan Bayu anaknya. Anisa kecil sudah lebih dulu dipanggil, hanya Bayu yang menjadi harapan masa depan Dewi.

“Kami ikut prihatin Nek, semoga semua segera terungkap,” kata Burhan.

Pesan Dari Dunia Arwah

“Terima kasih Pak Burhan, itu juga menjadi tekad saya. Seperti yang saya sampaikan tadi, pernah suatu ketika. Saat saya berada di antara sadar dan didatangi mendiang Ibu,” kata Bayu.

“Apa yang Ibumu katakan ketika itu, Nak Bayu?” tanya Burhan.

Burhan dan Maisaroh semakin penasaran dengan pengalaman mistis keluarga Bayu. Bukan karena kepo, tapi karena berhubungan dengan mimpi Alisa dan Maisaroh. Belum lagi dengan peristiwa yang terjadi pada Burhan dan Maisaroh sendiri. Mereka semakin kuat menduga hal itu bukan sebuah kebetulan.

“Sama seperti yang diceritakan Nenek tadi. Ibu meminta saya untuk membongkar kasus kematian Ibu, ada yang harus mendapat hukuman atas semua itu,” jawab Bayu.

“Apa yang sudah Nak Bayu lakukan?” tanya lanjut Burhan.

“Belum ada, rencana besok usai peringatan seribu harinya Ibu,” kata Bayu.

“Terus apa yang akan Nak Bayu lakukan besok?” tanya Burhan.

“Mulai besok, saya dan nenek akan kembali ke kampung sana. Menempati rumah lama kami, dari situ kami saya akan mencari bukti!” seru Bayu.

Kembali Ke Rumah Dan Pertanyaan Baru Dari Alisa

Tidak terasa, matahari sudah semakin tinggi. Burhan dan Maisaroh pun pamitan. Mereka menuju ke makam keluarga Bayu. Untuk melihat kondisi mobilnya. Meskipun Bayu dan Nenek Lastri berusaha menahan dan meminta Burhan dan Maisaroh bisa ikut datang malam harinya.

Singkat cerita, Burhan dan Maisaroh bisa kembali ke rumahnya meski menggunakan angkutan umum. Mobilnya masuk ke bengkel karena mengalami kerusakan di bagian kaki kaki mobil.

“Bapak dan Ibu darimana saja, menginap di pesantren?” tanya Alisa.

“Iya, ada kepentingan dengan Kyai Usman,” jawab Burhan berbohong.

Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA

Mimpi Alisa Kembali Terulang

Mereka masih menyembunyikan jika sudah bertemu dengan Bayu. Bahkan sudah berbicara panjang lebar, tanpa Bayu tahu jika mereka adalah orang tua Alisa.

“Kenapa Kamu seperti gelisah begitu, Alisa?” Maisaroh melihat Alisa seperti murung lalu bertanya apa penyebab Alisa menjadi murung.

“Semalam, Alisa kembali didatangi wanita itu,” jawab Alisa.

“Dia masih melarang hubungan Kamu dengan Bayu?” tanya Burhan.

“Tidak hanya melarang, tapi sampai bilang jika nekat akan menyesal seumur hidup Alisa,” jawab Alisa.

“Apakah dia marah-marah dan apakah sosok itu adalah gadis kecil berusia SMP?” tanya Maisaroh penasaran.

“Bukan, memang kenapa kalau sosok itu berusia SMP? Apakah Ibu tahu siapa sosok itu?” tanya Alisa.

“Tidak sih, hanya tanya kalau usia SMP dulu ada anak SMP meninggal karena ayahnya mau menikah lagi!” jawab Maisaroh berdusta menutupi kejadian yang dialaminya.

“Bukan anak SMP, tapi seorang tante tante cantik. Memang tidak marah bahkan perkataannya lembut tapi tegas,” jawab Alisa.

Burhan dan Maisaroh bertambah bingung, ada dua sosok wanita yang melarang hubungan Alisa dan Bayu. Sosok yang menemui Alisa berupa ibu ibu muda. Sedangkan sosok yang menemui Maisaoh justru soso usia SMP dan jelas itu adalah Anisa.