Mimpi Yang Tak Pernah Berhenti Menghantui
Sudah lebih dari seminggu Alisa sulit tidur. Kelopak matanya menghitam, tubuhnya kurus, dan setiap malam dia selalu terbangun dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuh. Mimpi itu datang lagi.
Sosok perempuan tergantung di langit-langit, matanya melotot, lidahnya menjulur hingga menyentuh dada. Dari tubuhnya menetes darah pekat yang merembes ke tanah. Di sudut ruangan, gadis kecil berambut acak-acakan menangis sambil menunjuk ke arah Alisa.
“Kembalikan… hidupku… kembalikan ibuku…”
Mimpi itu berulang-ulang. Bahkan kini datang saat dia sadar.
Malam itu, Alisa menatap cermin kamarnya. Wajahnya terlihat pucat. Namun, saat ia hendak menyisir rambutnya, pantulan di cermin tidak mengikuti gerakannya. Sosoknya di cermin berdiri diam, lalu perlahan tersenyum… senyum yang menyeramkan.
Lalu terdengar bisikan lirih dari dalam cermin:
“Kau bukan anak mereka… Kau anakku… darahmu dari tubuhku…”
Alisa menoleh pelan. Tak ada siapa-siapa. Tapi udara dalam kamar mendadak dingin dan menekan, seperti ada sesuatu yang duduk di dadanya. Ia mendadak ingin muntah, seolah tubuhnya menolak keberadaannya sendiri.
Kisah Mistis Di Pemakaman Tua
“Aku harus ke makam itu lagi…” gumamnya. Sejak terakhir kali ia mengunjungi pemakaman tua dimana kedua orang tuanya pernah mengalami kejadian mistis, ada rasa tak tuntas yang menghantui. Ada bagian jiwanya yang menolak damai.
Mobil Kedua orang tuanya, bisa masuk ke dalam makam dan menimpa beberapa makam. Padahal tidak ada jalan masuk sama sekali. Perasaan kedua orang tuanya waktu melewati jalan yang sangat bagus. Hingga akhirnya baru sadar setelah mobil mereka berada di sebuah komplek pemakaman.
Di tempat lain, Bayu duduk sendiri di kamarnya, menatap layar laptop. Ia tengah menyusun bab kesepuluh novel terbarunya — kisah cinta dua insan yang bertemu di tengah takdir yang keliru. Kisahnya menggambarkan dirinya dan Alisa, dua orang yang saling mencintai di tengah kekacauan yang mereka belum pahami.
Tadinya tertulis:
“Bayu menggenggam tangan Alisa, merasa tenang karena cinta mereka akhirnya direstui semesta.”
Namun saat ia kembali dari kamar mandi, kata-kata itu berubah menjadi:
“Bayu memandangi mata Alisa yang penuh darah. Suara dari masa lalu membisikkan larangan. Cinta ini adalah dosa.”
Bayu menggigil, ini bukan kali pertama. Sudah berkali-kali ia melihat naskah novelnya berubah sendiri. Anehnya, setiap perubahan selalu menyisipkan satu hal yang sama: cinta mereka adalah kesalahan. Cinta itu tabu dan terlarang!
Baca Juga:

Qorin (Cerbung Misteri Bab 20) https://sabilulhuda.org/qorin-cerbung-misteri-bab-20/
Peringatan Dari Dunia Tak Kasat Mata
Malam itu, saat Bayu hendak menutup laptopnya, layar kembali menyala sendiri. Tertulis satu kalimat yang tidak pernah ia ketik:
“Kau jatuh cinta pada orang yang salah, Bayu!”
Sebuah tulisan berisi teguran untuk Bayu agar menjauhi Alisa.
Bayu terjatuh dari kursi napasnya memburu. Suara ketukan pelan terdengar dari balik dinding, seperti seseorang yang ingin keluar dari balik tembok.
Tok! Tok! Tok!
Bayu menutup telinganya. Tapi suara itu makin nyaring, disusul suara tangisan perempuan dari bawah lantai rumahnya.
“Jangan nekat mencintai orang yang salah, Bayu!”
Sekilas Bayu merasa itu adalah suara Dewi ibunya yang sudah tiada. Namun, Bayu tidak percaya karena jelas ibunya sudah meninggal dunia.
…
Makam Tanpa Nama Dan Sosok Putih
Keesokan harinya, Alisa kembali ke pemakaman tua. Udara sekitar begitu pengap, meski matahari terang. Ia berjalan menyusuri lorong batu tua yang dipenuhi nisan berlumut. Sampai di ujung barat, ia berlutut di depan makam tak bernama.
Nisan itu dulu hanya bertuliskan:
“Dewi wulandari” wanita yang akan menjadi mertuanya pikir Alisa.
Kini, tanah di depannya retak, seperti pernah digali. Namun, yang membuat Alisa tercekat adalah bunga kering yang ia letakkan seminggu lalu… masih segar seolah baru dipetik.
Kemudian… terdengar suara yang begitu dalam entah dari mana sumbernya.
“Alisa… Alisa… kebenaran tak bisa dikubur… Kamu tidak boleh menikah dengan Bayu…”
Tangan Alisa gemetar, Ia menoleh ke kiri dan di sana berdiri sosok perempuan bergaun putih, wajahnya rusak separuh, mata melotot dan kulitnya mengelupas seperti habis terbakar. Sosok itu menunjuk ke arah dada Alisa.
“Darahmu… sama dengan darahku… tapi dia… dia membunuhku…”
“Siapa?!” jerit Alisa, tapi sosok itu sudah lenyap. Yang tersisa hanyalah suara angin menjerit.
Teror Yang Menyeret Arsyita
Di sisi lain kota, Arsyita — sahabat Alisa — mulai merasakan gangguan yang lebih nyata. Saat malam tiba, suara anak kecil berlarian di dalam rumah membuatnya ketakutan. Boneka-boneka di raknya berpindah tempat, tapi malam itu berbeda.
Saat ia menatap cermin di kamarnya, ia melihat bukan wajahnya… melainkan wajah bayi yang ia lihat di mimpi. Bayi itu menangis dan berubah menjadi sosok remaja. Wajah itu… adalah wajah yang dia kenal dekat. Namun ada seseorang di sebelahnya. Bayi lain… berwajah Alisa.
Suara tangisan terdengar lagi.
“Aku… harusnya jadi kamu… kamu hidup dalam kehidupanku…”
Dua sosok saling berbincang, yang satu jelas sosok Alisa meski hanya dalam bentuk imajiner saja. Arsyita semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Alisa sahabatnya.
Suara jeritan Arsyita terdengar ke sekitar. Banyak warga berdatangan ingin tahu apa yang terjadi. Namun, semua kaget. Karena tidak terjadi apapun, mereka hanya melihat Arsyita yang terbaring di tempat tidur.
“Rupanya anak ini mimpi buruk lagi!” kata salah seorang pemuka kampung yang dianggap memiliki kelebihan di bidang supranatural.
“Ada yang aneh Pak Ustadz!” seru salah seorang warga.
Kemudian menunjuk pada cermin di lemari baju Arsyita. Cermin itu benar-benar retak. Bahkan ada bekas noda darah di retakan cermin tersebut semua mata langsung tertuju pada cermin itu.
“Ini bukan sekadar mimpi, ini teror mistis. Siapa sebenarnya anak ini?” ucap sesepuh kampung tersebut.
Rencana Mengganti Posisi Arsyita
“Dia mahasiswa dan sangat dekat dengan seorang sahabat wanitanya. Kabar yang beredar sahabatnya juga mengalami hal serupa!” kata salah seorang warga.
Yang mereka maksud adalah Alisa. Keadaan Alisa jauh lebih buruk dari yang Arsyita alami saat itu. Arsyita hanya terseret saja dalam peristiwa itu.karena dia dekat dengan Alisa sekaligus dia juga mencintai Bayu.
Sosok yang melarang hubungan Alisa dengan Bayu berharap Arsyita bisa ikut melarang dan menggantikan posisi Alisa. Arsyita diharapkan untuk menjadi kekasih Bayu menggantikan Alisa. Namun, Arsyita sendiri tidak tahu apa alasannya dan tidak pernah menyampaikan hal itu kepada Alisa. Sehingga mendapat teror seperti itu.
Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA
…




