Qorin (Cerbung Misteri Bab 20)

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri)

Alisa Tersadar Di Rumah Sakit

Sementara Burhan dan Maisaroh tampak meneteskan air mata. Alisa sudah tidak sadarkan diri selama dua hari dan terbaring di rumah sakit.

“Kenapa Alisa bisa sampai disini?” tanya Alisa kepada Arsyita sahabatnya.

“Kamu kenapa Alisa, sudah dua hari kamu terbaring disini tak sadarkan diri,” kata Arsyita.

“Apa, dua hari?” Alisa kaget. Rasanya dia hanya tidur dan mimpi semalam saja. Namun, Arsyita mengatakan jika dia sudah terbaring selama dua hari.

“Apa yang kau alami, Alisa?” tanya Burhan setelah melihat Alisa mulai sadar.

“Alisa gak ngerti Pak, memang kenapa Alisa dibawa ke rumah sakit ini? Tanya blik Alisa.

“Kamu berteriak histeris saat sedang tidur. Ketika di bangunkan malah nggak sadar sama sekali,” jawab Maisaroh dengan mata sembab dan masih terdengar isak tangisnya.

Rahasia Yang Belum Terungkap

Tanpa di sadari Alisa, dirinya sudah membuat orang-orang dekatnya menangis sedih. Kedua orang tuanya, Arsyta bahkan Hanan juga sudah mengunjungi Alisa saat masih tak sadarkan diri. Maisaroh menceritakan kejadian saat Alisa tak sadarkan diri. Namun, Alisa kecewa karena nama Bayu tidak disebut.

“Apakah Bapak dan Ibu masih merahasiakan ini dari mas bayu,” kata Alisa dalam hati.

Alisa ingin menanyakan, tapi merasa gak enak karena ada Arsyita sahabatnya yang juga mencintai Bayu.

“Syita, kapan-kapan aku ingin bicara berdua denganmu,” kata Alisa.

“Soal apa, Alisa?” tanya Arsyta.

“Ada nanti pokoknya kita berdua saja jangan ada orang lain,” bisik Alisa.

Arsyita menangkap maksud Alisa. Apalagi selain soal Bayu yang akan di bicarakan berdua dengannya. Arsyita paham betul bagaimana Alisa sehingga bisa mengerti maksud Alisa.

“Kamu istirahat saja dulu, agar kondisimu benar benar sehat. Jangan pikirkan hal lain dulu,” kata Arsyita.

Rasa Lelah yang menumpuk akibat Alisa kurang tidur beberapa hari menjadi salah satu sebab alisa pingsan. Meskipun ada hal lain karena Alisa berkelana di dimensi lain. Dimensi yang bisa menembus ruang dan waktu.

Baca Juga:

Alisa Kembali ingat apa yang dialami selama berada di dimensi lain. Sosok wanita yang selama ini menghantui lewat mimpi seperti menceritakan kisah hidupnya. Namun, Alisa tidak mengerti apa maksudnya memberitahu Alisa.

Sosok Wanita Misterius

Di satu sisi, Alisa merasa kasihan dengan Nasib wanita tersebut. Namun, disisi lain, Alisa kesal karena sosok wanita itu dianggap ikut campur urusan asmaranya dengan Bayu.

Di tempat lain, Hanan sedang merenung memikirkan semua permasalahan yang dihadapi. Dari mulai masalah keluarga Bayu, keluarga Alisa, hubungan Alisa dengan Bayu sampai kejadian terakhir yang menimpa Alisa.

“Misteri apa sebenarnya yang tersembunyi saat ini? Kenapa dua keluarga itu menghadapi masalah bersamaan?” tanya Hanan pada diri sendiri.

Kekhawatiran Dan Amanah

Hanan merasa prihatin dengan apa yang menimpa keluarga Alisa dan Bayu. Apalagi dari kaca mata batinnya, Hanan melihat sekelompok orang yang mencelakakan keluarga Bayu. Namun, masih sulit untuk menemukan siapa orangnya.

“Semoga saja, Alisa cepat sadar, apakah aku harus mengatakan semua ini pada Bayu? Bagaimana dengan Amanah Pak Burhan, atau aku izin dulu kepada beliau,” kata Hanan dalam hati.

 Saat sedang merenung, Hanan di kejutkan dengan kedatangan Burhan ayah Alisa. Sungguh diluar dugaan Hanan, Burhan datang seorang diri dan hanya berjalan kaki.

“Pak Burhan, mari silahkan masuk kita bicara di dalam saja,” kata Hanan.

“Tidak usah, kayaknya enak bicara di teras begini lebih adem,” jawab Burhan.

Prinsip Adat Yang Dijaga

“Maaf Pak, tapi gak sopan kalau saya menerima tamu penting hanya di teras rumah,” kata Hanan.

Adat atau tradisi di kampung, teras hanya untuk menerima tamu orang jauh atau kurang dikenal. Namun, Ketika menerima tamu keluarga atau orang tua yang dihormati maka akan diterima di dalam rumah. Hanan, memegang teguh prinsip atau adat budaya tersebut.

“Gapapa Hanan, disini saja!” seru Burhan.

“Tidak Pak, kalau orang tua saya atau kakek saya tahu bisa diomeli seharian saya,” jawab Hanan.

Akhirnya Burhan pun mau masuk ke dalam rumah Hanan. Rumah yang tertata rapi, sayangnya hanya ditempati Hanan seorang diri. Kedua orang tuanya juga sudah tiada dan Hanan masih single belum menikah.

“Saya ke belakang sebentar Pak, kebetulan saya baru mau nyeduh kopi tadi,” kata Hanan menawarkan secara halus dan tidak menerima penolakan.

“Gak usah repot repot Hanan,” kata Burhan yang mulai akrab dengan Hanan.

“Gak pak, kebetulan saja pas saya mau nyeduh kopi juga,” kata Hanan.

Kekaguman Burhan kepada Hanan

Burhan tak dapat menolak lagi, dia memandang sekeliling. Dinding rumah Hanan tampak rapi dan bersih. Pajangan foto orang tua sampai kakek nenek Hanan menghiasi dinding rumahnya.

“Pantas istriku bilang, kalau Alisa menyukai Hanan mungkin akan beda cerita. Ternyata Hanan selain pandai soal agama juga rapi dan teliti anaknya,” kata Burhan dalam hati.

Burhan pun mulai goyah pendiriannya. Dengan datangnya masalah bertubi-tubi sampai akhirnya menyebabkan Alisa sakit. Semua bermula dari mimpi alisa yang ditemui sosok wanita dan melarang hubungan Alisa dan Bayu dilanjutkan.

“Silahkan diminum dulu, Pak. Sebuah kehormatan Pak Burhan mau berkunjung kemari,” kata Hanan.

“Jangan berlebihan, aku hanya orang biasa tak sebanding dengan nama besar kakekmu yang dikenal di kalangan luas,” kata Burhan.

“Itu Kakek, bukan Hanan. Kalau Hanan hanya cucu yang tak tahu diri, tidak bisa meneruskan perjuangan Kakeknya,” jawab Hanan merendah.

“Tidak, justru aku kemari karena merasa butuh pertolonganmu. Bagaimanapun saat ini hanya Kamu yang bisa dimintai pendapat, Hanan!” seru Burhan.

Misteri Dewi Terungkap

“Waduh, semoga Pak Burhan tidak kecewa nanti. Jangan berekspektasi terlalu tinggi, Pak. Takutnya nanti kecewa berat,” jawab Hanan.

“Serius Hanan, menurutmu apa penyebab dari musibah yang keluargaku alami saat ini?” tanya Burhan.

Hanan, terdiam dia ingin memastikan apa yang Burhan Maksud. Apakah soal gangguan misterius atau soal hubungan Alisa dengan Bayu.

“Apa ada peristiwa baru lagi, Pak Burhan?” tanya Hanan.

“Alisa … dia sudah sadar tadi cerita, saat tak sadarkan diri dia melihat sosok wanita yang mengalami penyiksaan lahir batin.” Burhan membuka pembicaraan menceritakan pengalaman Alisa selama tak sadarkan diri.

Menurut Alisa dia hanya seperti tertidur dan mimpi. Tidak menyadari jika dia pingsan dua hari di rumah sakit. Sampai Burhan dan Maisaroh hamper kehilangan semangat hidupnya.

Nama Herman Menguak Petunjuk

Dalam perjalanan spiritual Alisa, dia akhirnya bisa mengenali wajah wanita yang disiksa tersebut. Wanita tersebut sama persis dengan sosok yang mendatangi Alisa dalam mimpi. Artinya Sosok wanita tersebut adalah Dewi.

“Sosok tersebut meminta tolong pada Alisa. Namun, Alisa tidak mampu berbuat apapun. Menurutmu apa yang harus kami lakukan, apakah memang Bayu itu tidak baik untuk Alisa?” tanya Burhan.

Mendengar pertanyaan Burhan terakhir, Hanan terkejut. Namun, Nurani Hanan tetap bisa mengontrol. Sehingga Hanan tidak memanfaatkan kondisi untuk merusak hubungan Alisa dengan Bayu.

“Sepertinya tidak seperti itu, Pak Burhan. Mungkin ini sebuah cobaan saja, karena bayu juga mendapat Amanah untuk mencari orang yang telah mencelakakan keluarganya. Mereka harus mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya,” kata Hanan.

“Jadi Bu Dewi ibunya Bayu itu memang bukan bunuh diri tapi dibunuh seperti yang dilihat oleh Alisa di alam lain itu?” tanya Burhan.

“Sepertinya begitu Pak, sayangnya nama pelaku pun belum diketahui,” kata Hanan.

“Tunggu dulu, tadi Alisa sempat menyebut satu nama saat di perlihatkan Gambaran masa lalu,” kata Burhan.

Kemudian Burhan mengingat siapa nama yang disebutkan oleh Alisa.

“Siapa Pak Namanya, barangkali bisa dijadikan satu petunjuk,” kata Hanan.

“Kalau tidak salah salah satunya Bernama Herman,” jawab Burhan.

“Herman? Sepertinya bayu pernah menyebut nama itu. Tapi siapa dia semoga saja Bayu masih mengingat siapa Herman yang dimaksud,

“Sungguh? Coba saja tanyakan ke bayu, siapa tahu ini akan jadi awal terbongkarnya kasus misteri di masa lalu,” kata Burhan.

“Siap Pak Burhan, saya akan tanyakan kepada Bayu nanti,” kata Hanan.

Rahasia Maisaroh Yang Masih Tersimpan

“Sebenarnya masih ada satu hal lagi, tapi nanti sajalah kalau masalah yang ini sudah selesai,” kata Burhan.

“Tentu saja Pak, biar kita urai satu persatu dulu. Sampai akhirnya semua bisa  kita bongkar nanti,” kata Hanan.

Burhan terdiam, dia juga masih ragu untuk menanyakan persoalan kedua kepada Hanan. Karena ini menyangkut privasi keluarga Burhan. Entah kenapa Burhan merasa ada yang aneh pada istrinya. Semenjak beberapa peristiwa mistis terjadi.

Maisaroh istrinya banyak melamun bahkan kadang bicara sendiri, tapi seperti bicara dengan seseorang. Burhan khawatir jika tanpa setahu dirinya, Maisaroh pernah keguguran dan tidak bicara dengan Burhan.

Namun, itu semua baru pemikiran Burhan belum ada bukti kuat. Sosok yang mengaku Anisa pun tidak sepenuhnya burhan percaya. Seperti ada ketakutan pada diri Maisaroh saat membicarakan sosok Anisa adiknya bayu.

Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA