Qorin (Cerbung Misteri Bab 19)

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri)

Perbedaan Pandangan Burhan dan Maisaroh

Burhan dan Maisaroh mempunyai sudut pandang yang berbeda tentang cerita Alisa. Burhan melihat hal itu sebagai sebuah peringatan atau pertanda sesuatu. Namun belum dapat memastikan apakah sesuatu tersebut.

Sedangkan Maisaroh istrinya merasakan hal itu sebagai sebuah larangan. Hubungan Alisa dan Bayu seperti tidak mendapatkan restu. Kodrat wanita yang selalu mengedepankan perasaan daripada akal.

“Alisa anakku, apakah kamu merasa jika itu sebuah firasat yang tidak baik, jika Kamu terus berhubungan dengan Bayu?” tanya Maisaroh.

“Kenapa Ibu bilang seperti itu, bisa saja kan ada yang tidak senang dengan hubungan Alisa dan Mas bayu, lalu berusaha memisahkan,” jawab Alisa.

“Sabar dulu, semua masih berdasarkan kecurigaan. Meskipun ada kemungkinan seperti yang dikatakan Ibumu, tapi ada juga kemungkinan seperti yang dikatakan Alisa. Ini bukan perkara mudah, jadi jangan buru-buru menyimpulkan,” kata Burhan.

Wibawa Burhan Sebagai Kepala Keluarga

Alisa dan Maisaroh diam, Ketika Burhan sudah berkata dengan serius mereka tidak berani membantah. Wibawa Burhan sebagai kepala keluarga dijunjung tinggi oleh anak dan istrinya.

Karena Burhan pun menempatkan istrinya seperti mahkota, sehingga Burhan bagaikan raja. Sementara Alisa dididik dengan baik dengan norma agama dan budaya.

“Begini Pak, kalau Ibu punya pemikiran begitu karena sejak Alisa berhubungan dengan Bayu kejadian beruntun terjadi,” kata Maisaroh pelan.

“Ah Ibu…” Alisa hanya berkata singkat, meskipun tidak sepakat dengan pendapat Ibunya. Namun, Alisa masih menjunjung tinggi adab sebagai anak.

Ujian Bagi Keluarga Burhan

Peristiwa yang menimpa keluarga Burhan merupakan ujian. Namun, Burhan yakin akan ada kemudahan dibalik kesulitan yang menimpa keluarganya. Ada hikmah yang akan didapat dari semua hal yang terjadi.

Pembicaraan keluarga Burhan belum mencapai mufakat. Namun, tidak sampai membuat hubungan keluarga tersebut retak. Alisa dan Maisaroh ibunya tetap berhubungan baik, meski Alisa ada ganjalan dengan pendapat Maisaroh.

Baca Juga:

Kesan yang muncul pada Alisa, Maisaroh seakan tidak setuju hubungan Alisa dan Bayu dilanjutkan agar terhindar dari masalah.

“Kenapa ibu seperti tidak setuju dengan Mas bayu? Apakah saat bertemu dengan Mas Bayu Ibu menilai negatif pada Mas Bayu?” Alisa bertanya pada diri sendiri.

Malam semakin larut, Alisa berjalan ke kamar tidur. Namun, ada perasaan takut ingin memejamkan mata. Karena begitu terlelap Alisa selalu didatangi sosok wanita atau gadis kecil yang mirip dengannya. Sosok gadis kecil itu adalah Anisa adik Bayu yang telah meninggal.

Ketakutan Menjelang Tidur

Jika tidak ada acara ke kampus dan akan bertemu dengan Arsyita, Alisa enggan untuk tidur di kamarnya sendiri. Biasanya malah tidur di sofa bila sudah tidak bisa menahan kantuk. Namun, malam itu Alisa nekat tidur di kamar karena pagi harus berangkat ke kampus dan menemui Arsyita.

Begitu Alisa berbaring sebelum matanya benar benar terpejam, dia merasakan tubuhnya kaku tak dapat bergerak. Suara Langkah kaki bahkan percakapan ayah ibunya masih didengar oleh Alisa.

Namun, Alisa tidak dapat bergerak sama sekali. Untuk berbicara pun Alisa tidak mampu. Bibirnya hanya bergetar tapi tidak ada suara yang keluar.

Terjebak Di Dunia Lain

Sesaat kemudian, Alisa merasa sudah berada di tempat lain. Dimana tempat tersebut begitu sunyi, di sekitarnya tidak ada rumah penduduk. Hanya ada pohon-pohon dan Semak belukar yang tumbuh tak terawat.

“Tempat apa ini, kenapa aku bisa berada di tempat seperti ini?” tanya Alisa.

Suara Misterius Minta Tolong

Tak ada satu orang pun yang terlihat di tempat tersebut. Kemudian Alisa berjalan tanpa arah dan tujuan. Kakinya melangkah tanpa tahu menuju kemana. Seakan bergerak bukan atas keinginan Alisa sendiri.

“Kenapa kakiku seperti bergerak sendiri, menuju kemana ini,” gumam Alisa.

Alisa mencoba berteriak minta tolong, tapi tak ada satupun jawaban. Hanya gema suaranya sendiri yang terdengar.

“Suaraku bergema, apakah ada bukit atau tebing di depan sana?” tanya Alisa pada diri sendiri.

Semakin lama langkah kaki Alisa semakin masuk ke dalam hutan. Setiap kali Alisa berteriak yang terdengar hanyalah gema dari suaranya sendiri.

Ketika Alisa diam, justru terdengar suara seseorang meminta tolong. Alisa merinding, karena tahu tidak mungkin itu gema dari suaranya. Jeda waktunya sudah terlalu lama jika itu adalah gema suaranya sendiri.

“Suara siapakah itu? Jelas sekali suara minta pertolongan,” kata Alisa.

Semakin melangkah, suara tersebut semakin jelas. Alisa menjadi penasaran karena suara tersebut seakan pernah didengarnya. Dari rasa takut Alisa menjadi penasaran ingin tahu siapa orang yang meminta pertolongan tersebut. Beberapa kali mencoba mengenali suara itu tapi belum juga menemukan suara siapa.

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri Bab 19)

“Seperti sudah pernah mendengar modulasi suara seperti itu, tapi siapa?” kata Alisa.

Tak ada orang yang bisa diajak bicara, sehingga Alisa berkata dan bertanya pada diri sendiri. Sekaligus mengusir rasa sepi dan takut dalam hatinya.

“Tolong … ambil semua hartaku, tapi jangan ganggu anakku!” sebuah suara jelas terdengar di telinga Alisa.

Alisa semakin penasaran dan berjalan menuju ke arah sumber suara tersebut. Suara teriakan meminta pertolongan itu terus terdengar di telinga Alisa. Beberapa langkah selanjutnya, Alisa melihat sebuah pemandangan yang sangat memilukan dan mengerikan.

Tiga orang lelaki bertubuh kekar sedang menyiksa dan merudapaksa seorang wanita. Alisa yang menyaksikan pemandangan tersebut sampai berteriak histeris. Melihat sesame wanita diperlakukan tidak senonoh oleh tiga orang sekaligus.

Sosok Misterius Dalam Mimpi Alisa

“Herman, kamu ikat tangan dan kakinya. Buat dia tidak bisa melawan,” seru salah seorang dari tiga orang tersebut.

Kemudian, orang yang dipanggil dengan nama Herman mengikat tangan dan kaki wanita tersebut. Alisa ingin mendekat, tapi takut justru akan ikut jadi korban. Sehingga hanya bersembunyi di balik pohon yang besar.

Alisa tak kuasa melihat pemandangan yang begitu brutal. Namun, dia penasaran dan punya keinginan menolong wanita tersebut. Perlahan Alisa melangkah mendekat dengan penuh tekat. Mencoba mencari batu atau kayu yang bisa digunakan untuk melawan orang-orang tersebut.

Begitu dekat Alisa sangat terperanjat melihat wanita yang menjadi korban tersebut. Dia adalah sosok wanita yang datang dalam mimpi-mimpi Alisa. Sosok yang melarang Alisa berhubungan dengan Bayu kekasihnya.

“Wanita itu!” seru Alisa.

Perjuangan Alisa Menolong Korban

Alisa kaget melihat wanita yang jadi korban kebiadaban lelaki tersebut. Dia ingat sosok itulah yang melarangnya berhubungan dengan Bayu. Namun, Alisa tetap tidak tega melihat wanita tersebut mendapat perlakuan keji dan brutal.

Nurani Alisa berontak bahkan tidak peduli jika dirinya juga akan dibunuh oleh ketiga orang tersebut. Dengan suara keras Alisa berteriak meminta orang-orang tersebut menghentikan aktifitas kejamnya.

“Hentikan atau aku teriak memanggil warga!” Alisa berteriak dengan kencang, tapi tidak ada respon apalagi jawaban.

Bahkan Alisa mengulang teriakannya hingga beberapa kali, tetap tidak ada respon apalagi jawaban. Hal itu membuat Alisa jengkel dan semakin nekad. Tanpa perhitungan lagi, Alisa mencari batu dan kayu untuk melempari ketiga lelaki biadab tersebut.

Emosi Alisa semakin berkobar, Ketika melihat sosok wanita itu meregang nyawa. Matanya sudah memutih tapi tetap mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari ketiga lelaki tersebut.

“Biadab kalian,” teriak Alisa sambil melemparkan batu, kayu dan apa saja yang didapatkan. Namun, itu sia-sia saja. Penampakan yang dilihat Alisa seperti hologram yang tak bisa tersentuh oleh batu dan kayu yang dilempar Alisa.

Alisa menangis dan menjerit tak mampu menolong seorang wanita yang sekarat di hadapannya. Kemudian Alisa terjatuh pingsan di tempat tersebut. Entah berapa lama Alisa pingsan sampai dia merasa ada tangan lembut yang menyentuh dan memanggil Namanya.

“Alisa … bangun Alisa, kasihan Bapak Ibumu mereka sangat sedih!”

Alisa mendengar seseorang berbisik di telinganya. Saat membuka mata, ternyata Alisa sudah berada di rumah sakit tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA