Qorin (Cerbung Misteri Bab 18)

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri)

Rahasia Dewi Dan Kemarahan Bayu

Alasan kenapa Dewi tidak mengatakan jika Arya ayahnya Bayu memiliki aset yang besar masih tanda tanya baginya. Bayu tidak sekadar mempermasalahkan harta saja. Namun, lebih dari itu, nyawa keluarganya sangatlah berarti dan itu yang membuat Bayu marah.

“Siapa orang yang membenci kedua orang tuaku? Saat itu rasanya semua sangat baik, meskipun setelah ibuku menjanda berubah seratus delapan puluh derajat,” kata bayu.

 “Justru yang berbahaya itu adalah orang bermuka dua, Bayu. Orang yang berbeda pendapat dengan kita itu justru patut dihargai artinya dia punya prinsip. Kalau orang bermuka dua atau penjilat bisa menikam sewaktu-waktu,” kata Hanan.

Qorin (Cerbung Misteri)
Qorin (Cerbung Misteri Bab 18)

Pergulatan Batin Hanan

Hanan memberi masukan kepada Bayu. Namun, dirinya sendiri bertanya dalam hati. Apakah dirinya termasuk bermuka dua atau tidak. Karena sampai detik itu, Hanan masih merahasiakan jika dirinya mencintai Alisa kekasih Bayu.

“Astaghfiruullah, semoga aku tidak termasuk kaum munafik bermuka dua,” kata Hanan dalam hati.

Hanan sampai gemetar karena takut dengan ucapannya sendiri. Meskipun tidak punya pikiran untuk menyakiti Bayu atau menelikungnya. Namun, hati kecil Hanan tak bisa dipungkiri jika cintanya pada Alisa begitu besar.

“Ya Allah, aku bukan orang baik karena masih berat menahan ego,” batin Hanan.

Ujian bagi Hanan tidak ringan, Ketika harus membantu orang yang menjadi rival asmaranya. Bahkan, Hanan bisa saja memanfaatkan posisinya sebagai cucu dari gurunya Kakek Neneknya Bayu.

Butuh energi tersendiri menahan untuk mengalah sementara punya power untuk melakukan. Berbeda dengan tidak memiliki power atau kekuatan untuk melakukan.

Hanan bisa saja mengaku mencintai Alisa kepada Bayu dan Nenek Lastri. Bahkan mungkin akan dipercaya jika Bayu dan Alisa melanjutkan hubungan hasilnya tidak akan baik. Karena begitu hormatnya Nenek Lastri dan keluarganya kepada almarhum Kakek Hanan.

Namun, Hanan tidak melakukan itu, meski dia mencintai Alisa, tapi tetap menyerahkan kepada sang Pencipta Alam Semesta seisinya termasuk Alisa.

Baca Juga:

Persahabatan Bayu Dan Hanan Yang Tumbuh Kembali

“Hanan, kenapa Kamu baik sekali denganku dan Nenek? Sementara kita hanya kenall saat masa kecil dulu tanpa mengetahui latar belakang keluarga?” tanya Bayu.

“Karena Kakek dan Nenekmu adalah orang dekat Kakekku. Sudah sepantasnya kita juga teman dekat bahkan saudara,” jawab Hanan.

“Apakah aku pantas jadi saudaramu, karena aku hanya orang biasa seperti ini keadaannya?” Bayu bertanya dengan tulus, seakan tidak percaya jika Hanan mau bersaudara dengan Bayu.

“Bagaimana jika suatu saat semua aset ayahmu ditemukan dan semua jadi milikmu? Kemudian Kamu jadi kaya raya, apakah masih mau kenal aku yang tidak sekaya dirimu?” tanya balik Hanan.

“Memang seberapa besar aset bapakku? Eh bukan itu maksudku, tapi sebesar apapun itu tak akan mampu mengembalikan seluruh keluargaku, Hanan,” kata Bayu.

“Begitu juga dengan keadaanmu sekarang, buktinya kekasihmu sangat mencintaimu kan? Walau seperti apapun keadaanmu,” kata Hanan.

“Kok Kamu bisa tahu?” tanya Bayu.

Hanan terdiam, dia lupa jika mendengar itu semua dari Alisa sendiri. Bahkan Bayu sampai detik itu belum tahu jika Burhan dan Maisaroh sebenarnya adalah orang tua Alisa.

“Hanya menebak saja, lelaki seperti Kamu itu punya pesona tersendiri. Bisa bertahan dalam situasi yang sulit dan penuh tekanan. Pasti yang mencintaimu adalah Wanita yang luar biasa juga,” kilah Hanan agar Bayu tidak bertanya lebih jauh.

“Ah bisa aja Kamu, jangan-jangan Kamu pandai menggombal ke cewek nih! Aku yang lelaki saja sampai hamper meleyang Kau sanjung, Hanan!” kata Bayu sambil tertawa.

Keduanya cepat akrab, meskipun baru bertemu lagi setelah terpisah sejak kecil. Obrolan mereka pun sudah melebar kemana mana, tidak hanya seputar masalah yang dihadapi Bayu dan keluarganya.

Misteri Kecelakaan Burhan Dan Maisaroh

“Yang membuat aku heran, kenapa Pak Burhan dan Bu Saroh mengalami kecelakaan itu. Bagaimana mungkin mobil beliau bisa bertengger di atas makam keluargaku,” kata Bayu.

“Iya juga sih, tapi yang lebih penting sekarang mencari orang yang telah berbuat keji pada keluargamu. Soal Pak Burhan mungkin memang karena orang yang terpilih saja,” kata Hanan.

“Soal itu, aku percaya kamu lebih paham. Terus bagaimana mencari pelaku kejahatan pada keluargaku,” tanya Bayu.

“Kamu bilang, punya kerja sampingan sebagai penulis. Tentu banyak referensi yang Kamu baca, harusnya lebih tahu bagaimana caranya,” kata Hanan.

Bayu pun tersadar, jika selama ini dia tidak mencoba menggali potensi diri. Banyak buku yang dibaca juga ditulis. Namun, tidak pernah menggali lebih dalam lagi.

Malam itu, Bayu dan Hanan saling berbagi cerita sampai keduanya merasa Lelah dan tertidur. Namun, Hanan masih tetap menjaga Amanah dari Burhan dan Maisaroh. Dia tidak menceritakan tentang Burhan dan Maisaroh.

Perbincangan Keluarga Burhan Dan Alisa

Sore hari saat Hanan dan Bayu pergi ke makam. Burhan Bersama anak istrinya melakukan perbincangan keluarga.

“Bapak dan Ibu, maafkan Alisa kalau dianggap lancing. Kenapa Bapak dan Ibu tidak menceritakan kalau sudah bertemu Mas bayu dan Neneknya?” tanya Alisa.

“Sebagai orang tuamu, Bapak dan Ibu hanya ingin Kamu mendapatkan yang terbaik,” kata Burhan.

“Apa kata Bapakmu itu benar, apalagi dengan kejadian mimpimu yang aneh. Bahkan Bapak dan Ibu juga mengalami hal serupa setelah itu,” sahut Maisaroh.

“Alisa paham, bahkan percaya bapak dan Ibu melakukan semua itu karena saying dengan Alisa. Namun, Alisa itu sudah dewasa tidak ada yang perlu disembunyikan lagi,” kata Alisa.

“Jangan salah Alisa, Kamu memang sudah cukup dewasa. Namun, dimata Bapak dan Ibu kamu akan selalu seperti anak kecil yang harus dilindungi. Ingat cerita tentang keluarga Bayu, kan? Bapak makin takut terjadi sesuatu padamu,” jawab Burhan.

Alisa terdiam, dia paham maksud ayahnya. Memang kedua orang tuanya kadang memperlakukan Alisa seperti anak kecil. Karena saying dan Alisa adalah anak satu satunya bagi mereka.

Pertanyaan Alisa Tentang Kembaran

“Jujur Alisa masih penasaran, apa yang diucapkan Kang Hanan saat bertanya apakah Ibu punya anak kembar saat itu,” kata Alisa.

“Tidak Alisa, Kamu lahir tidak kembar dan Ibu hanya bisa sekali melahirkan karena ada penyakit dan tidak boleh melahirkan lagi,” kata Maisaroh.

“Hanan kan hanya bertanya saja, bukan mengatakan Ibumu punya anak kembar atau Kamu punya kembaran, Alisa!” seru Burhan.

“Memangnya kenapa Kamu bertanya begitu Alisa? APakah ada sesuatu yang mengganjal dalam benakmu?” Maisaroh balik bertanya kepada Alisa.

Secara jujur, hati kecil Maisaroh juga penasaran dengan sosok Anisa yang wajahnya begitu mirip Alisa anaknya. Namun, dia tidak ingin jika Alisa sampai tahu semuanya.

“Alisa hanya bertanya saja, siapa tahu Alisa memang punya saudara atau kembaran tapi Alisa tidak tahu,” jawab Alisa.

Jawaban Alisa membuat Burhan dan Maisaroh heran. Apa yang membuat Alisa sampai berkata seperti itu. Selama belasan tahun, Alisa tidak pernah menanyakan soal itu sama sekali. Bahkan Burhan dan Maisaroh juga tidak merahasiakan apapun. Alisa memang anak satu-satunya dan lahir Tunggal atau bukan lahir kembar.

“Tunggu Alisa, pasti ada sesuatu yang membuatmu bertanya seperti itu. Bukan karena pertanyaan Hanan Ketika itu, katakana kenapa Alisa!” Burhan berkata datar tapi dengan kewibawaan seorang ayah terhadap anak gadisnya.

“Alisa takut dikatakan halu, karena semua ini Berawal dari mimpi yang Alisa alami, Pak!” seru Alisa.

“Katakan saja, mau halau atau tidak kita buktikan nanti!” seru Burhan.

“Jawab saja Alisa! Bapak dan Ibu berpikir kita memang harus menemui Kyai Usman. Karena ada hal diluar kemampuan kita sebagai manusia,” kata Maisaroh memberi semangat kepada Alisa.

Mimpi Misterius Yang Menghantui Alisa

“Entahlah … Alisa sampai takut tertidur. Karena setiap kali tertidur selalu didatangi sosok Wanita,” jawab Alisa.

“Masih sosok yang sama seperti ceritamu dulu itu?” tanya Burhan.

“Sekarang justru bertambah lagi, itu yang membuat Alisa bingung Pak! Apakah Alisa banyak dosa dan dihantui perasaan sendiri,” kata Alisa.

Dengan terbata-bata menahan tangis, Alisa menceritakan jika dia selalu bermimpi hal serupa setiap kali tertidur. Hal itu membuat Alisa takut Ketika mau berangkat tidur. Lebih mengejutkan lagi Ketika Alisa bercerita muncul sosok lain lagi.

Wujudnya gadis kecil, dia juga melarang Alisa berhubungan dengan Bayu. Alisa kaget karena wajah gadis tersebut punya kemiripan dengannya. Bahkan saat ditanya siapa, sosok gadis tersebut menjawab. Kalau Aku adalah Kamu dan Kamu adalah aku.

Anisa adalah Alisa dan Alisa adalah Anisa, begitu jawabnya. Burhan dan Maisaroh pun semakin merinding mendengar cerita Alisa.

Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA