
Sosok Gadis Kecil yang Mengusik Pikiran Hanan
Hanan terkesima melihat sosok gadis kecil tersebut, sekilas dalam benaknya Hanan mengira sosok tersebut adalah Alisa kecil. Namun, mana mungkin ada sosok Alisa kecil di saat Alisa sudah menginjak dewasa. Hanan menarik nafas Panjang, ucapannya sempat terhenti karena sosok tersebut.
“Astaghfirullahal adzim,” ucap pHanan spontan.
“Ada apa Nak Hanan?” tanya Burhan penasaran.
Hanan ragu untuk menjawab, dia heran dengan kemunculan sosok gadis kecil yang mirip dengan Alisa. Meskipun hanya menampakkan diri sekilas, Seperti ingin menunjukkan keberadaannya. Hanan, semakin curiga ada sesuatu yang terjadi di rumah Burhan.
“Kamu gapapa Nak Hanan?” tanya Maisaroh yang bingung melihat Hana jadi diam terpaku.
“Gapapa kok, Bu hanya kaget saja tadi,” jawab Hanan spontan.
“Kaget kenapa?” tanya lanjut Maisaroh.
“Sulit bagi saya menjelaskan ini, apa keluarga ini sering mendapat gangguan mistis?” tanya Hanan.
Pengakuan Mengejutkan Maisaroh
Burhan dan Maisaroh saling pandang, keduanya Seperti saling meminta pendapat. Apakah akan menceritakan hal yang sebenarnya kepada Hanan atau tidak.
“Mohon maaf sekali Pak urhan dan Bu Saroh. Apakah Bu Maisaroh pernah mengalami keguguran setelah melahirkan Alisa?” tanya Hanan.
Maisaroh kaget ditanya Seperti itu, begitu juga dengan Burhan. Karena Maisaroh hanya sekali mengandung dan melahirkan. Tidak pernah sampai mengandung dan keguguran.
“Tidak pernah sama sekali, mengandung dan melahirkan Alisa saja sudah susah. Menunggu kehamilan dari pernikahan sampai bertahun tahun,” jawab Maisaroh.
“Aneh,” kata Burhan dalam hati. Semula dia menduga sosok gadis kecil yang muncul adalah adik Alisa yang keguguran atau meninggal saat masih kecil. Namun, pengakuan Maisaroh dia tak pernah keguguran.
Hanan lebih percaya ucapan Maisaroh, karena dikenal baik dan jujur. Tidak pernah melakukan kebohongan untuk menutupi kekurangan atau untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Baca Juga:

Qorin (Cerbung Misteri Bab 10) https://sabilulhuda.org/qorin-cerbung-misteri-bab-10-2/
Pengalaman Mistis Yang Terungkap
“Apa Nak Hanan melihat sosok gadis kecil di rumah ini?” tanya Burhan langsung kepada dugaannya.
“Darimana Pak Burhan tahu? Apakah Pak Burhan juga melihatnya?” jawab Burhan dan balik bertanya pada Burhan.
“Tidak, aku tidak melihat tapi istriku didatangi lewat mimpi sampai dua kali,” jawab Burhan.
Burhan Bersama Maisaroh membahas cerita dan pengalaman yang dialami dengan Hanan. Sementara itu, Alisa yang penasaran mendengarkan dari balik kamarnya. Samar samar dia mendengar obrolan tersebut. Namun, dia tidak mau keluar karena merasa tak sopan ikut menemui tamu orang tuanya.
“Apa yang dibicarakan Bapak dan Ibu dengan Kang Hanan? Sepertinya serius sekali,” kata Alisa dalam hati.
Alisa memasang telinga mencoba mengetahui isi pembicaraan orang tuanya dengan Hanan. Tidak ada pikiran negatif apapun, tapi sekadar penasaran dengan kedatangan Hanan.
Karena tidak begitu jelas mendengar obrolan, Alisa sampai menempelkan daun telinganya ke lubang kunci. Kemudian samar-samar Alisa mendengar sosok gadis kecil berusia SMP, Alisa tidak lagi tertarik. Kemudian Kembali masuk ke kamarnya.
Alisa mengira Hanan sedang membicarakan anak-anak TPA di masjid saja. Karena Hanan dan Alisa menjadi salah satu relawan mengajar anak-anak mengaji. Meskipun mereka jarang sekali berbicara apa lagi ngobrol. Alisa juga tidak tahu jika Hanan menaruh hati padanya.
Alisa Dan Cinta Yang Tak Terungkap
“Sepertinya pembicaraan ini akan butuh waktu, Bu Alisa disuruh buatkan minum. Nak Hanan kopi atau teh manis?” tanya Burhan.
“Apa saja lah, Pak. Maaf malah jadi merepotkan,” jawab Hanan. Namun, dalam hati Hanan senang, karena yang akan menyajikan adalah Alisa gadis yang disukai meski masih bertepuk sebelah tangan. Karena hanya mencintai dalam diam. Maisaroh pun mencari Alisa dan memintanya untuk membuatkan kopi untuk ayahnya dan Hanan.
…
Tahlilan Seribu Hari untuk Dewi
Berpindah di rumah Bayu yang sedang mengadakan acara tahlilan peringatan seribu hari kematian Dewi. Nenek Sulastri dan Bayu sebenarnya berharap Burhan dan Maisaroh datang. Mereka sudah merasa dekat dan menganggap Burhan dan Maisaroh Seperti keluarga. Tanpa Bayu ketahui, jika mereka adalah orang tua Alisa kekasihnya.
Burhan dan Maisaroh sengaja menyembunyikan jati diri bahkan melarang Alisa sementara waktu tidak boleh menemui Bayu. Sebelum misteri yang mereka alami selama ini dapat diungkap.
“Pak Burhan dan Bu Maisaroh sepertinya tidak hadir, maklumlah mereka cukup jauh.” Bayu berkata dalam hati.
Hanya beberapa tetangga dekat yang hadir dalam acara tersebut. Bahkan pemuka adat yang biasa memimpin acara pun hanya mewakilkan saja tidak mau datang sendiri. Mereka masih menganggap kematian Dewi akibat bunuh diri dan enggan datang ke acara tersebut.
Keputusan Kembali ke Rumah Lama
“Kita mulai saja ya Nek, seadanya saja. Nanti nasi berkatnya kita bagikan saja,” kata Bayu kepada Neneknya.
“Yaudah, sebenarnya Nenek berharap Pak Burhan dan Bu Maisaroh datang tapi tampaknya mereka juga sedang sibuk,” kata Nenek Lastri.
Kemudian acara pun dimulai dengan seadanya orang. Bayu merasa prihatin dengan keadaan keluarganya, terutama neneknya yang masih harus menanggung beban dari sikap Masyarakat. Meskipun sudah berusaha menyingkir dari kampungnya, tapi tetap saja sama. Berita Dewi bunuh diri sudah menyebar kemana-mana.
Oleh karena itu, Bayu berencana Kembali saja ke kampungnya mereka tinggal di rumah sendiri tidak perlu mengontrak. Sama-sama mendapat perlakuan kurang nyaman, tapi tak perlu membayar uang sewa rumah lagi.
Acara mendoakan keluarga Bayu terkhusu Dewi sudah selesai. Semua langsung pulang. Tidak satu orang pun yang mau tinggal berlama-lama di rumah tersebut. Kondisi yang benar benar menyakitkan bagi bayu dan neneknya.
“Besok kita jadi pindah Kembali ke rumah kita sendiri, Bayu?” tanya nenek Lastri.
“Ya Nek, maaf bayu harus mengurangi pengeluaran untuk sewa rumah. Toh kita juga sama saja tinggal disini,” jawab Bayu.
Nenek ngerti, apalagi Nenek juga ingin menghabiskan sisa umur di rumah kita yang penuh kenangan,” kata Nenek Lastri.
“Jangan berkata begitu, Nek! Nenek harus berumur Panjang sampai Bayu menikah dan punya anak nanti!” seru Bayu.
“Nenek juga pengen begitu, Bayu. Tapi umur siapa yang tahu,” kata nenek Lastri.
Karena sudah gak ada orang lagi, Bayu menuntun Nenek Lastri masuk ke kamar untuk istirahat. Sementara bayu masih merenung sendiri. Selama beberapa hari Bayu tidak bertemu dengan Alisa, biasanya mereka mengadakan pertemuan saat makan siang. Namun, beberapa kali hal itu tidak dilakukan.
Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA
Dewi Dan Larangan Dari Dunia Arwah
Bayu ingin menghubungi Alisa, tapi dia ingat jika Alisa tidak suka ditelpon apalagi saat di rumah. Alisa tidak mau hubungan mereka diketahui orang tua Alisa dulu. Sampai akhirnya Alisa terpaksa mengakui kalau menjalin hubungan dengan seorang lelaki Bernama bayu. Namun, di saat Alisa mulai terganggu sosok Perempuan yang melarang hubungan tersebut.
“Bagaiman keadaan Alisa, kenapa dia sama sekali tidak kasih kabar. Apa aku hubungi saja dia sekarang,” kata bayu dalam hati.
Kemudian Bayu mengirimkan chat kepada Alisa, karena tidak Alisa belum siap mau menerima telepon saat di rumah apalagi malam hari. Meskipun Bayu hanya sekadar menanyakan kabar Alisa. Namun, saat Bayu akan mengirim pesan lamat lamat terdengar suara Perempuan.
“Jangan teruskan bayu, dia bukan jodohmu!” Sosok Dewi ibunya bayu muncul di hadapan Bayu.
Bayu terkesima melihat sosok Dewi ibunya meski hanya dalam wujud roh saja. Namun, Bayu merasa sangat rindu dengan ibunya. Kemudian bayu bangkit dan berlari ingin memeluk sosok Dewi tersebut. Saying sekali hal itu tidak bisa dilakukan karena sosok Dewi tidak memiliki jasada.
…



