Qorin (Cerbung Misteri)

Qorin (Cerbung Misteri Bab 6)
Qorin (Cerbung Misteri Bab 6)

Alisa Dan Cinta Yang Tak Terduga

Alisa merasa terpojok, mau gak mau dia harus jujur jika sudah jatuh cinta kepada seorang lelaki. Selama ini, Alisa tidak pernah dekat dengan seorang lelaki. meskipun banyak yang mencoba mendekati, tapi Alisa selalu menolak untuk diajak berhubungan serius. Alasannya ingin menyelesaikan belajarnya dulu. Namun, berbeda ketika bertemu Bayu lelaki yang istimewa di mata Alisa.

Entah apa yang membuat Alisa merasa cocok dan dekat dengan Bayu. Secara fisik memang cukup tampan, tapi bukan yang istimewa. Secara finansial juga tidak tampak seperti orang yang punya harta banyak.

Bahkan lebih terkesan sebagai orang yang sederhana saja. Namun, hati Alisa begitu terpaut dengan Bayu. Begitu juga Bayu dia sangat menyangai Alisa, bukan sekadar memandang dengan nafsu.

Bayu tidak pernah berusaha untuk mendekati Alisa dan mencumbunya atau menciumnya sekalipun. Namun, Bayu selalu berusaha memberi perhatian lebih kepada Alisa. Hal itu juga yang membuat Alisa semakin terpesona dengan Bayu. Ketulusan Bayu dirasakan Alisa, Bayu tidak tampak seperti lelaki yang penuh nafsu jika bersama wanita.

Pertanyaan Alisa Pada Orang Tuanya

“Kalau Alisa berkata jujur, apakah Bapak dan Ibu tidak marah?” tanya Alisa.

“Meskipun harus marah, marahnya Bapak atau ibu pasti karena sayang bukan karena benci. Jadi katakanlah yang sejujur-jujurnya. Bapak khawatir Kamu mengalami hal yang tidak diinginkan, Alisa!” seru Burhan.

“Dengerin kata Bapakmu, tidak mungkin orang tua akan membenci atau menjerumuskan anaknya, Alisa,” sahut Maisaroh.

“Iya Pak, Bu. Sebenarnya Alisa saat ini sedang dekat dengan seorang lelaki yang sangat baik dan sopan,” jawab Alisa.

“Oh jadi itu, gapapa asal lelaki itu bermoral baik dan menyayangimu. Bukankah Kamu sudah cukup dewasa. Ajaklah dia kemari agar bisa mengenal, Alisa!” kata Burhan.

Baca Juga:

Mimpi Yang Mengganggu

“Masalahnya, sosok wanita yang mendatangi dalam mimpi itu melarang keras Alisa berpacaran dengan Mas bayu,” kata Alisa.

“Apa? Melarangmu dekat dengan Bayu? Jadi lelaki itu bernama Bayu?” tanya Burhan.

“Apa hubungan wanita itu dengan lelaki yang bernama Bayu itu, Alisa?” sahut Maisaroh yang ikut penasaran.

“Alisa tidak tahu, karena kenal Mas bayu juga belum lama. dan sosok wanita dalam mimpi itu sama sekali tidak pernah bertemu sebelumnya,” jawab Alisa.

Burhan dan Maisaroh terdiam, muncul prasangka berbagai macam. Namun, kedua orang itu berusaha menahan agar tidak menjadi fitnah. Burhan dan Maisaroh adalah orang yang sangat berhati-hati dalam bertindak.

Keinginan Orang Tua Untuk Mengenal Bayu

“Coba Bapak dan Ibu minta alamat Bayu, Alisa. Sebagai orang tuamu tentu saja ingin melihat latar belakang kehidupan Bayu,” kata Burhan.

“Tapi Pak, Alisa belum punya keinginan melangkah lebih jauh. Memang saat ini Alisa suka dengan Mas Bayu. Namun, baru sebatas suka dan saling mengenal saja,” jawab Alisa.

“Justru itu, Bapak dan Ibu juga merasa harus mengenal tentang Bayu. Biar bisa melihat secara objektif, kalau Kamu sedang jatuh cinta tidak akan objektif!” seru Burhan.

“Jangan khawatir, Bapak dan Ibu tidak akan berbuat apapun. Sekadar mengetahui siapa bayu itu dan kenapa kamu sampai didatangi sosok wanita dalam mimpi terus menerus,” sahut Maisaroh.

“Tapi Bapak dan Ibu jangan menemui Mas Bayu secara langsung. Alisa malu sekali jika itu terjadi,” kata Alisa.

Burhan Masuk Dimensi Lain

Khawatir akan dianggap orang tuanya terlalu ikut campur dalam urusan asmara. Alisa memohon kepada orang tuanya untuk tidak menjumpai Bayu ataupun mendatangi rumah Bayu. Kalau sekadar ingin tahu alamat Bayu dan kebenarannya tinggal di lokasi tersebut, Alisa tidak keberatan. Sekaligus, Alisa juga ingin tahu apakah Bayu benar benar jujur dalam memperkenalkan dirinya.

“Kalau memang Mas Bayu ternyata tidak baik, Alisa ikut keputusan Bapak dan Ibu saja,” kata Alisa.

“Alhamdulillah, Kamu memang anak yang baik. Semoga saja pilihanmu juga orang yang tepat, Alisa!” seru Maisaroh.

“Bapak juga berharap, Kamu mendapatkan calon suami yang tepat. Agar hidupmu kelak bahagia dan memiliki suami yang menyayangimu lahir batin selamanya,” kata Burhan.

“Amin, Alisa tetap butuh restu dari Bapak dan Ibu nantinya. Siapapun jodoh yang dikirim kepada Alisa,” jawab Alisa.

“Kamu jangan khawatir atau takut sesuatu, Bapak dan Ibu akan meminta bantuan agar Kamu tidak diganggu lewat mimpi,” kata Burhan.

“Apakah ada orang lain yang juga mencintai Bayu kekasihmu itu, Alisa?” tanya Maisaroh.

Mendengar pertanyaan Maisaroh, Alisa terkejut. Namun, gak mungkin Alisa mengatakan jika Arsyita sahabat terdekatnya juga mencintai Bayu. Apalagi Alisa yakin, Arsyita tidak mungkin melakukan hal-hal yang keji seperti itu. Mimpi yang dialami Alisa tetap dianggap sebuah mimpi yang kebetulan saja bagi Alisa.

“Tidak ada Bu, mungkin memang tidak ada hubungannya mimpi Alisa dengan hubunganku dengan Mas Bayu,” jawab Alisa.

Maisaroh hanya tersenyum, tidak mengiyakan ataupun membantah jawaban anaknya.namun, dia tetap berusaha untuk mencari bantuan melihat keadaan Alisa anaknya. Sebagai orang tua mereka cemas, kalau-kalau ada orang yang berniat jahat kepada Alisa dengan cara cara supranatural.

“Beristirahatlah kalau Kamu masih capek. Bapak dan Ibu akan mencari pertolongan agar kamu tidak terganggu meski dalam mimpi,” kata Burhan.

“Bukan ke dukun kan Pak?” tanya Alisa.

“Tidak lah, Bapak dan Ibu masih punya iman. Bapak punya kenalan seorang Kyai yang mungkin bisa membantu dengan doa,” kata Burhan.

“Baiklah, Alisa percaya Pak, Bu. Hati-hati saja di jalan nanti!” kata Alisa.

“Tidak biasanya Kamu berkata seperti itu, alisa?” tanya Burhan.

“Ya, khawatir saja Pak. Kan Bapak sudah cukup tua mengendarai mobil sendiri, apa perlu Alisa yang setir!” jawab Alisa.

“Tidak usah, Bapak gak jauh kok paling sebelum maghrib sudah sampai rumah,” kata Burhan.

Perjalanan Burhan Dan Maisaroh

Burhan dan Maisaroh pun meninggalkan Alisa sendiri di rumah. Tujuan Burhan dan Maisaroh sebenarnya ingin melihat rumah Bayu. Mereka ingin memastikan lelaki yang dicintai anaknya adalah pemuda baik-baik. Mengingat Alisa adalah anak semata wayangnya.

“Kita ke Kyai Usman dulu atau melihat keadaan rumah Bayu dulu, Pak?” tanya Maisaroh.

“Sepertinya lebih enak kalau cari informasi tentang bayu dulu. Kalau terbukti dia bukan pemuda baik-baik, mending Alisa suruh putus sebelum terlambat,” jawab Burhan.

“Soal mimpi Alisa itu, apa memengaruhi Bapak?” tanya Maisaroh.

“Jujur saja, sedikit banyak memang mempengaruhi. Gak mungkin kalau itu mimpi biasa. Karena berulang dan di jam mimpi puspo tajem,” kata Burhan.

“Arah ke rumah Bayu cukup jauh, bisa menjelang maghrib kita akan sampai sana,” kata Maisaroh.

“Gapapa, ini semua kan demi anak kita satu-satunya. Jangan sampai dekat dengan pemuda yang salah,” jawab Burhan.

Kejadian Aneh Di Perjalanan

Burhan melajukan mobilnya pelan dan hati-hati. Beberapa perkampungan dan perbukitan dilewati untuk menuju ke kampung dimana Bayu tinggal. Mereka sudah tidak sabar untuk melihat rumah Bayu dan mempelajari seperti apa Bayu. Ada keinginan untuk segera mendapatkan cucu, tapi harus selektif mencari menantu untuk Alisa demi kebahagiannya.

“Rasanya kok baru pertama lewat jalan ini, Pak. Bukankah kampung Beningan itu tidak terlalu asing?” tanya Maisaroh kepada Burhan.

“Mungkin karena kita yang lama tidak pernah keluar. Jadi tidak mengetahui perkembangan jalan, sekarang sudah halus semua jalannya,” jawab Burhan.

“Mungkin juga sih, tapi rasanya kok agak lain saja!” seru Maisaroh.

“Lah jangan berpikir negatif, berpikir positif saja.” Burhan memperingatkan Maisaroh istrinya untuk tenang.

“Tapi ini sudah hampir maghrib, sudah kelihatan candik ala, Pak!” seru Maisaroh.

“Kita cari masjid atau mushola nanti jika sudah masuk waktu maghrib,” jawab Burhan.

Burhan terus melajukan mobilnya, karena merasa waktu sudah hampir menjelang maghrib, Burhan menambah kecepatan agar menemukan Masjid atau mushola untuk melaksanakan maghrib. Namun, tiba-tiba pandangan Burhan mendadak gelap.

Kemudian terasa mobilnya menabrak sesuatu dan saat Burhan dan Maisaroh akan turun. Mereka kaget, ternyata mobil mereka sudah berada di dalam sebuah makam. Akal mereka tidak bisa menerima, bagaimana bisa mobil mereka tahu-tahu sudah berada di tengah pemakaman.

Melewati beberapa pusara dan berhenti diatas beberapa makam. Tidak bisa bergerak maju ataupun mundur. Keempat roda mobil tersebut bahkan tidak menyentuh tanah. Karena mobil tertahan oleh beberapa Nisan.

Burhan dan Maisaroh merinding seketika, menyadari apa yang terjadi. Kumandang adzan maghrib pun terdengar dari kejauhan dan gelap datang. Siang akan segera berganti malam, sementara Burhan dan istrinya berada di tengah kuburan dalam mobil yang tidak mungkin keluar dari kuburan.

Baca Juga: CERITA HOROR – MISTERI RUMAH TUA


Bersambung…