Positive thinking (berfikir positif) adalah sikap atau keadaan jiwa yang berperasangka baik.
Orang yang mempunyai sikap positive thinking berarti orang yang senantiasa berperasangka baik, kepada sesama atau segala keputusan (takdir) Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Jauhilah berprasangka karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah kamu mencari kesalahan, memata-matai, janganlah kamu berdengki-dengkian, janganlah kamu belakang-membelakangi dan janganlah kamu benci-bencian. Dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allahbersaudara.” [HR. Bukhari]
Secara individual prasangka buruk dapat menyebabkan tumbuhnya sikap negatif, rasa curiga, dan ketidak-nyamanan dalam diri sendiri.
Orang yang berprasangka buruk dan curiga terhadap orang lain setiap saat akan merasa tidak aman, merasa terancam oleh sesuatu yang sebenarnya hanya ada dalam angan-angan. Dia merasa terancam oleh bahaya yang sebenarnya tidak ada.
Allah Ta’ala berfirman, “Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” [HR Bukhari]
Salah satu praktik berpikir positif adalah yakin Allah memberikan kebaikan atau pelajaran (hikmah) dalam sebuah kesulitan. Pikiran positif akan menemukan kebaikan di balik kesalahan, menemukan anugerah di balik musibah atau “berkah tersembunyi” (blessing in disguise).
Setiap kejadian tentu ada sisi baik dan buruknya, mau itu kejadian yang membuat Anda bahagia atau bersedih. Untuk itu, cobalah lihat sisi baik dari sebuah kejadian yang dialami, bahkan kejadian buruk sekali pun. Dengan demikian Anda akan memperoleh hikmah dari sesuatu yang telah terjadi. Tentu saja kejadian yang dialami akan membuat Anda lebih bisa berpikir positif.Wallahu a’lam bis showab.***
(Yuni)












