Sekarang ini kita sudah memasuki bulan sya’ban, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Dinamakan bulan sya’ban, karena saat itu banyak orang Arab yang berpencar-pencar mencari air atau berpencar-pencar di gua-gua setelah lepas bulan Rajab. Dalam bulan ini pula, terdapat keberkahan-keberkahan yang sangat melimpah.
Namun dibalik bannyaknya keberkahan itu, bulan sya’ban ini sering disepelekan atau dilalaikan oleh banyak orang. Rasulullah SAW menyebutkan hal tersebut di dalam hadits berikut:
عن أسامة بن زيد، قال: قلت: يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان، قال
لك شهر يغقل الناس عنه بين رجب ورمضان، وهو شهر تا به الأعمال إلى رب العالمين، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم.
Diriwavatkan dari Usamah bin Zaid radhiallahu
: ‘anhuma bahwasanya dia berkata, “Ya Rasulullah! Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban ?” Beliau menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dia adalah bulan amalan-amalan di angkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa”.
Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di bulan sya’ban, diantaranya :
- Perubahan arah kiblat, dari menghadap Baitul Maqdis/Masjidil Aqsa berubah menghadap ke Ka’bah di Masjidil Haram.
Sekitar 17 bulan 3 hari kaum muslimin pada saat itu sholat menghadap Baitul Maqdis, kemudian pada Selasa, Nishfu Sya’ban, Allah SWT memerintahkan untuk menghadap kiblat.
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.” (Surah Al-Baqarah: 144).
2.Diturunkannya ayat perintah bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Hal ini terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 56: إن الله ومليكته يصلون على النبي يأيها الذين ءامنوا صلوا
عليه وسلموا تسليما
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
- Bulan diangkatnya amal seorang muslim kehadapan Allah SWT.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Usamah bin Zaid, “Wahai Rasulullah aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban? Rasul menjawab, Itu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan serta banyak orang lalai padanya. Dialah bulan diangkatnya amal kepada rabbil ‘alamin (Tuhan Pemelihara alam raya). Aku senang amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa,” (HR. An Nasa’i) - Ditentukannya umur manusia.
Di Bulan ini juga ditentukannya ajal/kematian seseorang. Akan tetapi mesti diingat sejatinya perbuatan dan keputusan Allah tidaklah ditentukan oleh waktu dan tempat. Bisa saja penentuan umur itu ditetapkan di Bulan Sya’ban bisa juga tidak
ليس كمثله شيء وهو السميع البصير
Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (Surah Asy-Syura: 11).
Diceritakan dalam hadis dari Sayidah Aisyah, bahwa Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Syaban secara penuh, wahai Rasulullah, bulan yang paling engkau sukai untuk berpuasa adalah bulan Syaban.
Nabi bersabda, sesungguhnya Allah menc di bulan Syaban setiap diri yang mati di tah itu (dicatat ajalnya), maka aku suka datangnya ajalku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa, (HR. Abu Ya’la). Karena itu pula Nabi
- Sya’ban bulan Al-Qur’an
Bulan Sya’ban disebut juga sebagai Syahrul Qurra’ (bulannya para pembaca al Qur’an). Meskipun sudah seharusnya Al Qur’an itu dibaca disetiap waktu, akan tetapi ada waktu-waktu tertentu yang memang lebih ditekankan kita untuk membacanya, seperti di bulan Ramadhan dan Sya’ban.
Dalam Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab Al Hambali, Hasan bin Sahl berkata: “Wahai Tuhanku, Engkau menjadikanku di antara dua bulan yang agung, maka apa bagian untukku,” kata Bulan Sya’ban. Allah menjawab: “Kujadikan untukmu (bulan) Qiraatul Qur’an (membaca Al Qur’an).”
Marilah di bulan sya’ban ini kita memperbanyak membaca Al Qur’an dan melakukan amal shaleh lainnya. Semoga Allah SWT mempertemukan kita di bulan Ramadhan. A Aamiin yaa Robbal’alamiin.***
[Mae Ya]











