Terakhir diupdate: 2 Februari 2026
Sabilulhuda, Yogyakarta – Buah anggur yang manis dan segar tentu menjadi harapan setiap pekebun, termasuk mereka yang baru mulai menanam. Namun, tidak sedikit pemula yang mendapati hasil panen anggur terasa asam, kurang manis, bahkan pahit. Kondisi ini sering kali membuat pekebun sering menyalahkan cuaca atau jenis tanaman anggur yang mereka tanam.
Padahal, salah satu penyebab yang kerap terjadi adalah karena pemupukan yang belum sesuai. Jenis pupuk, dosis, hingga waktu pemberian pupuk sangat berpengaruh terhadap rasa dan kualitas buah anggur.
Memahami dasar-dasar pemupukan sejak awal menjadi langkah yang cukup penting agar tanaman dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan buah yang manis saat panen nantinya.
Menurut para pakar budidaya tanaman buah, masalah rasa pada buah anggur umumnya dipicu oleh beberapa kesalahan dasar. Mulai dari ketidakseimbangan unsur hara, waktu pemupukan yang kurang tepat, hingga pemilihan jenis pupuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Berikut ini tiga penyebab utama mengapa buah anggur bisa terasa asam, penjelasan di balik terjadinya kondisi tersebut, sekaligus langkah-langkah praktis yang bisa anda lakukan agar buah anggur kembali manis dan menggoda saat dipanen.
Baca Juga: Tak Perlu Pupuk Mahal! Buah Anggur Lebat Ternyata Ada Pada Cabang Tersier Yang Rata
Baca Juga: Tips Ampuh Agar Buah Anggur Manis Maksimal Saat Panen
Tiga Penyebab Utama Buah Anggur Menjadi Asam
1. Pemupukan Nitrogen Berlebihan
Nitrogen (N) merupakan unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman anggur pada fase vegetatif, seperti untuk pertumbuhan daun dan batang. Namun, jika anda memberikan secara berlebihan, tanaman justru akan terlalu fokus membentuk daun dan sulur, bukan menghasilkan buah.
Kondisi ini juga membuat tanaman lebih rentan terserang penyakit jamur dan hama, karena jaringan tanaman menjadi terlalu lunak. Akibatnya, jumlah buah anggur yang terbentuk menjadi sedikit, ukurannya kecil, dan tidak berkembang optimal. Kandungan gula dalam buah pun rendah, sehingga rasa anggur cenderung lebih asam saat dipanen.
Baca Juga: Cara Praktis Bikin Anggur Jumbo dengan Pupuk Pengisi Buah
Solusinya
Untuk mencegah buah anggur menjadi asam, pemupukan perlu anda sesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Saat bunga mulai mekar dan buah mulai terbentuk, sebaiknya hindari pemberian pupuk nitrogen dalam jumlah besar. Pada fase ini, nitrogen justru bisa menghambat pembentukan buah.
Sebaliknya, fokuskan asupan nutrisi pada fosfor (P) dan kalium (K), terutama sejak fase pembungaan hingga menjelang pematangan buah. Kedua unsur ini berperan penting dalam pembentukan buah, pengisian daging buah, serta peningkatan rasa manis.
Untuk mendukung proses tersebut, Anda bisa menggunakan pupuk seperti MKP (Mono Kalium Fosfat) atau KNO₃ (Kalium Nitrat), yang di kenal efektif membantu pembentukan buah anggur yang sehat dan berkualitas.
Hal ini bukan sekedar anggapan. Data penelitian ilmiah dari MDPI menunjukkan bahwa kalium memiliki peran penting dalam meningkatkan kandungan gula sekaligus menurunkan kadar asam pada buah anggur, dengan mempengaruhi metabolisme asam organik di dalam buah.
Baca Juga: Cara Mempercepat Pembesaran Buah Anggur Secara Alami
2. Kurangnya Unsur Kalium (K)
Kalium merupakan nutrisi penting jika Anda ingin menghasilkan buah anggur yang manis dan berkualitas. Unsur ini berperan membantu proses pengisian buah sekaligus memperlancar pengangkutan gula dari daun menuju buah. Semakin optimal aliran gula tersebut, semakin tinggi pula tingkat kemanisan buah anggur saat dipanen.
Efek Kekurangan Kalium
Jika tanaman anggur kekurangan kalium, beberapa masalah bisa muncul. Pergerakan gula dari daun ke buah menjadi tidak optimal, sehingga kadar gula dalam buah rendah. Akibatnya, asam organik tetap tinggi karena tidak cukup gula untuk menyeimbangkannya. Inilah yang membuat rasa buah cenderung asam.
Kalium juga membantu menurunkan kadar asam dengan cara berinteraksi dengan komponen asam di dalam buah. Interaksi ini membentuk senyawa kalium yang rasanya tidak terlalu asam, sebuah efek yang juga banyak diamati dalam riset akademik tentang kualitas buah.
Baca Juga: 4 Tips Agar Buah Anggur Tumbuh Secara Optimal & Berkualitas
Cara yang Bisa Di terapkan
Untuk mengatasi kekurangan kalium, tambahkan pupuk dengan kandungan kalium tinggi pada fase akhir pertumbuhan hingga menjelang pematangan buah. Beberapa pupuk yang umum digunakan antara lain KCl (Kalium Klorida) dan KNO₃ (Kalium Nitrat).
Bagi yang ingin pilihan lebih alami, abu sekam atau kompos yang kaya kalium juga bisa anda manfaatkan. Selain ramah lingkungan, bahan ini cukup efektif dalam mendukung pembentukan rasa manis buah.
250 Jenis Anggur Di Pakem Sleman: https://www.instagram.com/bibit.anggur/
3. Waktu Pemupukan Yang Tidak Tepat
Pemupukan tanaman anggur tidak hanya ditentukan oleh jumlah pupuk yang diberikan, tetapi juga oleh waktu aplikasinya. Kesalahan waktu pemupukan masih sering terjadi, terutama pada petani pemula.
Salah satu contoh yang umum adalah pemberian pupuk nitrogen saat buah anggur mulai memasuki fase pematangan, dengan harapan buah bisa tumbuh lebih cepat dan besar.
Padahal, nitrogen berfungsi utama untuk merangsang pertumbuhan daun dan tunas. Jika diberikan saat buah mulai matang, tanaman akan kembali mengalihkan energinya untuk menumbuhkan daun, bukan memfokuskan nutrisi pada pematangan buah.
Selain itu, pemupukan di waktu yang kurang tepat terutama saat curah hujan tinggi, juga berisiko membuat unsur hara terlarut dan tercuci oleh air sebelum sempat diserap akar. Akibatnya, pupuk menjadi tidak efektif dan tanaman tetap kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menghasilkan buah manis.
Baca Juga: Hama Trips! Penyebab Buah Anggur Pecah Dan Cara Mencegahnya
Cara Pemupukan Yang Tepat
- Saat fase Pertumbuhan Vegetatif, maka gunakan pupuk nitrogen atau pupuk seimbang seperti NPK 16-16-16 untuk pertumbuhan daun batang dan tunas.
- Saat fase pembungaan, maka kurangi pupuk unsur N dan tingkatkan pupuk dengan unsur fosfor (P) dan kalium (K)
- Saat fase pematangan buah, maka gunakanlah pupuk dengan kandungan unsur kalium (K) untuk meningkatkan unsur gula kedalam buah anggur.
- Hindari pemupukan saat cuaca ekstrem ( hujan lebat atau panas terik). Pemupukan diberikan pada waktu pagi atau sore hari.
Menurut Ahli Budidaya Anggur
Pakar hortikultura tanaman buah dari Cornell University, Dr. John Mortensen, menjelaskan bahwa penambahan kalium pada waktu yang tepat dapat meningkatkan rasio gula dan asam di dalam buah anggur secara signifikan.
Hal ini terjadi karena kalium berperan penting dalam membantu proses transportasi dan penumpukan gula ke dalam buah.
Sejalan dengan itu, berbagai studi ilmiah juga menunjukkan bahwa kalium mampu menurunkan kadar asam organik dalam buah. Dengan berkurangnya tingkat keasaman dan meningkatnya kandungan gula, rasa anggur pun menjadi lebih seimbang tidak terlalu asam, sekaligus lebih manis saat di konsumsi.
Baca Juga: Cara Buat Pupuk Anggur Organik yang Bikin Buah Melimpah













