Pelajaran Dari Jepang! Ketika Etika Dan Kebersihan Mengubah Hati

Pelajaran Dari Jepang! Ketika Etika Dan Kebersihan Mengubah Hati
Pelajaran Dari Jepang! Ketika Etika Dan Kebersihan Mengubah Hati
Pelajaran Dari Jepang! Ketika Etika Dan Kebersihan Mengubah Hati
Pelajaran Dari Jepang! Ketika Etika Dan Kebersihan Mengubah Hati

Pelajaran Dari Jepang! Ketika Etika Dan Kebersihan Mengubah Hati – Ada cerita menarik, jadi ada orang warga Indonesia yang datang ke Jepang untuk pertama kalinya. Pada waktu itu  ia sedang merokok di ruang public atau tempat umum.

Orang itu tanpa berpikir panjang, ia menyentil dan membuang puntung rokok ke jalan begitu saja. Jadi itu adalah kebiasaan dia yang masih sering di lakukan di negeri sendiri.

Namun apa yang terjadi selanjutnya sungguh tak terduga. Ada Seorang warga Jepang lalu mendekatinya, kemudian ia memungut puntung rokok itu, mematikannya, lalu membungkusnya dengan tisu dan membuangnya ke tempat sampah.

Baca Juga:

Ketika Kesetiaan Lebih Dalam Daripada Kebenaran

Ketika Kesetiaan Lebih Dalam Daripada Kebenaran https://sabilulhuda.org/ketika-kesetiaan-lebih-dalam-daripada-kebenaran/

Bukan dengan marah atau kata-kata yang kasar, tetapi dengan tindakan sederhana tersebut, terselib sebuah sikap yang diam-diam menampar hati nurani orang Indonesia tersebut.

Warga Indonesia itu terpukul, Ia tidak dikhotbahi, tidak juga di permalukan. Tapi justru karena melihat ia contoh nyata dari etika dan tanggung jawab orang jepang tersebut, keesokan harinya ia berubah. Ia menjadi lebih sadar, lebih bersih, lebih tertib.

Di Jepang sendiri, anak-anak yang masih kelas satu sampai tiga SD tidak langsung di ajarkan rumus-rumus matematika yang rumit. Tetapi mereka justru lebih dulu belajar budaya dan etika seperti: menjaga kebersihan, menolong sesama, dan hidup tertib.

Nilai-nilai inilah yang di tanamkan sejak dini di jepang, bukan dengan ancaman, tapi dengan teladan.

Berbeda dengan di beberapa tempat lain, di mana kebanyakan orang membuang sampah pada tempatnya karena takut di denda, bukan karena kesadaran. Jepang mengajarkan bahwa perubahan di mulai dari hati, bukan hanya dari aturan.

 “Keteladanan adalah bahasa yang paling jujur. Ia tidak butuh suara, cukup tindakan yang nyata.”

Sehingga mari kita belajar dari bangsa lain bukan untuk meniru secara buta, tetapi untuk mengambil hikmah. Indonesia tentu bisa maju, bila etika di jadikan budaya dan bukan hanya formalitas.

Yuk, mulai dari diri sendiri:

Buang sampah pada tempatnya
Tunjukkan sikap baik tanpa perlu di minta
Jadilah contoh, bukan hanya pengamat

Karena sejatinya, dunia ini akan lebih bersih dan damai bila kita semua mau bertanggung jawab meski tidak ada yang melihatnya.

Baca Juga: Menerapkan Aturan Dasar dalam Kehidupan Sehari-Hari di Jepang