Panduan Pemupukan Anggur Fase Berbuah untuk Tabulampot – Sekarang ini menanam anggur dalam pot atau tabulampot (tanaman buah dalam pot) sudah semakin digemari para penghobinya di Indonesia, termasuk di PP PA Sabilulhuda, Sleman, Yogyakarta.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: “Bagaimana cara pemupukan yang tepat ketika anggur sudah masuk fase berbuah?”
Bagi para pemula, ketika fase ini memang sangat penting karena kesalahan kecil dapat membuat buah anggur menjadi retak (crack), tidak manis, atau bahkan gagal panen.
Nah, berikut panduan sederhana berdasarkan pengalaman tim Wisma MGF Sabilulhuda yang bisa langsung Anda praktikkan di rumah.
Pupuk Utama Saat Fase Berbuah
Untuk pemupukan anggur fase berbuah, ternyata tidak perlu banyak macam pupuk. Cukup gunakan KNo3 Putih (Kalium Nitrat). Pupuk ini dapat membantu mengisi buah agar ukurannya besar, manis, dan sehat.
Ada beberapa merek di pasaran, seperti Meraoke atau merek lain. Kandungannya sama, yaitu nitrogen 13% dan kalium 46%.
Baca Juga:

Jenis Anggur Silver Rusia! Ternyata Enak Dan Cocok Untuk Koleksi Di Rumah https://sabilulhuda.org/jenis-anggur-silver-rusia-ternyata-enak-dan-cocok-untuk-koleksi-di-rumah/
Takaran Pemakaian
Menurut dari pengalaman tim Wisma MGF Sabilulhuda takaran yang ideal untuk tanaman anggur adalah
5 gram pupuk KNo3 Putih untuk 10 liter air
Jika membuat 20 liter larutan, cukup gunakan 10 gram pupuk
Aduk hingga larut, lalu siramkan ke media tanam
Untuk tabulampot, setiap tanaman biasanya cukup dikasih 1,5–2 liter per minggu, jangan berlebihan. pemupukan terlalu banyak justru berisiko membuat buah retak (crack).
Tips Mencegah Buah Anggur Pecah
Buah anggur yang besar memang menggoda, tetapi rawan pecah jika perawatannya kurang tepat. Berikut tips mencegah crack pada buah anggur:
Kurangi Penyiraman
Jangan terlalu banyak memberi air, apalagi saat buah mulai sebesar jempol. Cukup 1–2 liter per hari.
2. Rutin Berikan Kalsium
Kalsium membantu memperkuat kulit buah sehingga tidak mudah pecah. Bisa diberikan lewat media tanam atau disemprot ke daun.
3. Lakukan Penjarangan Buah
Jika buah terlalu padat, sebagian bisa dibuang. Hal ini mengurangi tekanan pada tandan dan membuat buah lebih sehat.
4. Kenali Karakter Varian
Beberapa varian, seperti Dixon, cenderung mudah pecah ketika matang. Jadi perlu perhatian ekstra.

Tambahan Nutrisi Saat Fase Veraison
Veraison adalah fase ketika buah mulai berubah warna dan mendekati matang. Pada fase ini, tanaman biasanya fokus mengalirkan nutrisi ke buah, sehingga daun bisa tampak lemah.
Untuk mengatasinya, bisa di tambahkan Magnesium Sulfat (Mags) dengan dosis ringan:
1–2 gram per 10 liter air
Berikan sekitar 2 minggu sebelum panen
Fungsinya untuk:
Menambah cita rasa buah
Memunculkan aroma khas (misalnya rasa mangga atau leci pada varian tertentu)
Menyehatkan daun agar tetap hijau
Contoh Varian Anggur di Tabulapot
Beberapa varian yang di pelihara tim Wisma MGF, seperti Dixon dan trans, menunjukkan hasil memuaskan dengan pemupukan sederhana ini.
Dixon: Buah besar dan manis, meski ada risiko crack jika terlalu banyak air
transfiguration: Cepat berbuah meski usia belum satu tahun, ukuran buah cukup besar
Perlindungan Tambahan untuk Buah
Selain pemupukan, perlindungan fisik juga penting agar buah tetap sehat hingga panen.
Gunakan jaring untuk melindungi dari burung dan lalat buah
Atur posisi pot agar tidak terkena tampias hujan berlebih
Semprot insektisida dan fungisida ringan jika ada gejala hama atau penyakit
Dari uraian di atas bisa kita simpulkan bahwa merawat anggur saat fase berbuah dalam tabulampot tidak sesulit yang di bayangkan. Kuncinya adalah pemupukan sederhana namun tepat dosis.
Gunakan KN3 Putih secara rutin, tambahkan magnesium menjelang panen, serta jaga penyiraman agar tidak berlebihan.
Dengan perawatan yang konsisten, buah anggur Anda bisa tumbuh besar, manis, dan sehat meski hanya di tanam dalam pot.
Baca Juga: Budidaya Anggur Sistem Lahan Terbatas dI dalam Gang













