
Pala Kuning (Curcuma zedoaria): Rempah Langka Bernilai Obat – Di tengah kekayaan hayati Nusantara, pala kuning atau yang di kenal dengan nama ilmiah Curcuma zedoaria adalah salah satu rempah istimewa yang mulai jarang terdengar namanya. Tanaman ini masih satu keluarga dengan jahe dan kunyit, dan di kenal dengan berbagai nama lokal seperti temu putih, kunyit putih, atau zedoaria.
Meskipun namanya mengandung kata “pala”, tanaman ini tidak berkerabat dengan pala (Myristica fragrans), melainkan merupakan rimpang dari keluarga Zingiberaceae.
Dengan warna daging rimpang kekuningan pucat dan aroma yang khas, pala kuning telah di gunakan sejak zaman dahulu dalam pengobatan tradisional, kuliner, hingga ritual spiritual.
Taksonomi dan Ciri-ciri Botani
Nama Ilmiah: Curcuma zedoaria
Famili: Zingiberaceae
Nama Lokal: Temu putih, kunyit putih, zedoaria
Asal: Asia Selatan dan Tenggara (India, Indonesia, dan sekitarnya)
Pala kuning tumbuh sebagai tanaman herba tahunan dengan tinggi sekitar 1–1,5 meter. Daunnya panjang, lebar, dan berwarna hijau cerah.
Rimpangnya besar, padat, dan ketika di belah memperlihatkan warna kekuningan pucat atau krem. Aromanya tajam seperti campuran jahe dan mangga mentah, dengan rasa getir dan pahit.
Baca Juga:

6 Manfaat Tanaman Lempuyang Dan Khasiatnya https://sabilulhuda.org/6-manfaat-tanaman-lempuyang-dan-khasiatnya/
Kandungan Kimia dan Manfaat Farmakologis
Rimpang pala kuning mengandung berbagai senyawa aktif, antara lain:
Zedoarin
Curzerenone
Curcumol
Curdione
Essen minyak atsiri
Flavonoid
Terpenoid
Curcuminoid (kadar lebih rendah dari kunyit biasa)
Manfaat Kesehatan:
1. Antikanker dan Antitumor
Beberapa studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak Curcuma zedoaria dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker ovarium.
2. Antiinflamasi dan Analgesik
Efektif meredakan peradangan dan nyeri, terutama untuk penyakit radang sendi (arthritis) dan sakit otot.
3. Antioksidan
Kandungan flavonoid dan terpenoidnya membantu menangkal radikal bebas yang merusak sel tubuh.
4. Antimikroba dan Antijamur
Minyak atsiri pala kuning efektif melawan infeksi bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus, serta jamur seperti Candida albicans.
5. Detoksifikasi dan Penyehat Liver
Dalam pengobatan tradisional, pala kuning di gunakan untuk membersihkan darah, merangsang fungsi hati, dan menurunkan kadar racun dalam tubuh.
6. Obat Gangguan Pencernaan
Rimpangnya di gunakan untuk meredakan mual, kembung, nyeri lambung, dan diare.
Pemanfaatan dalam Tradisi dan Pengobatan Tradisional
1. Jamu Tradisional
Pala kuning kerap menjadi bahan utama dalam ramuan empu-empu atau jamu pahitan untuk menyeimbangkan energi tubuh. Ia juga di campur dengan madu dan air hangat sebagai tonik harian.
2. Bahan Ritual
Di beberapa budaya Jawa dan Bali, rimpang ini di gunakan dalam upacara spiritual untuk “penolak bala”, karena di yakini dapat membersihkan energi negatif dan menyeimbangkan aura tubuh.
3. Bumbu Masakan
Meskipun rasanya getir, di India dan beberapa daerah Indonesia, pala kuning di gunakan dalam masakan kari dan acar, terutama setelah di fermentasi atau di keringkan untuk mengurangi rasa pahit.
Budidaya dan Konservasi
Tanaman ini relatif mudah di budidayakan di lahan tropis yang lembap dan teduh. Namun, karena permintaannya tidak sebesar jahe atau kunyit biasa, pala kuning cenderung terpinggirkan. Beberapa petani hanya menanamnya untuk konsumsi pribadi atau kebutuhan pengobatan keluarga.
Oleh karena itu, pelestarian Curcuma zedoaria menjadi penting dalam upaya menjaga warisan rempah dan pengetahuan obat-obatan tradisional Nusantara.
Cara Mengolah dan Mengonsumsi
1. Sebagai Teh Herbal:
Iris tipis rimpang segar, seduh dengan air panas, dan tambahkan madu.
2. Sebagai Bubuk:
Rimpang di keringkan lalu ditumbuk menjadi bubuk, bisa di campur dalam kapsul atau makanan.
3. Sebagai Olesan Luar:
Untuk luka ringan atau pembengkakan, rimpang di gerus dan ditempelkan pada kulit.
Catatan: Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu.
Baca Juga: Rempah-Rempah Khas Indonesia yang Banyak Diekspor
Penutup
Pala kuning (Curcuma zedoaria) adalah permata tersembunyi dalam dunia rempah Nusantara. Meski tidak sepopuler jahe atau kunyit, ia menyimpan khasiat luar biasa yang telah terbukti secara tradisional maupun ilmiah.
Menghidupkan kembali pemanfaatan tanaman ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga pelestarian kearifan lokal dan keanekaragaman hayati Indonesia.













