Ketika Surat Al Kahfi dibaca pada hari Jumat, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَن قَرَأَ سورةَ الكَهفِ يومَ الجُمُعةِ أضاءَ له من النورِ ما بَينَ الجُمُعتينِ
“Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, akan disinari cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 6470].
Ketika surat Al Kahfi dibaca malam Ju’mat (Kamis Malam) Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada malam Ju’mat, Allah akan menerangi untuknya sebuah cahaya antara dirinya dan Al-Bait Al-‘Atiq (Kakbah).”[Diriwayatkan oleh Ad-Darimy, Al-Baihaqy dalam Syu’abul Îmân, dan selainnya dari hadis Abu Sa’id Al-Khudry secara mauquf. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Al-Irwa` no. 626].
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ
“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala salat sepanjang malam.”[HR. Ahmad (Shahih Al Jami’, 6468)].
Dan sudah kita ketahui, jika ada 110 ayat di Surat Al Kahfi. Semoga Allah mudahkan kita untuk mengamalkannya.***
(Yuni)













