Cerita  

Ngopi Pagi

Ngopi Pagi
Ngopi Pagi

Suasana masih gelap saat langkah kaki berjalan pulang.

Seperti hari-hari biasa, secara otomatis berjalan menuju dapur dan mulai masak air. Entah kenapa otak ini langsung berpikir bahwa menyeduh kopi merupakan ide yang sangat tepat di pagi hari. Apakah karena sugesti belaka, atau memang suasana yang dingin dan syahdu ini perlu dihangatkan dengan segelas kopi. Yang pasti, hanya kopi satu satunya yang terbesit di kepala pagi ini, juga pagi pagi yang lain..hehe

Ngopi Pagi
Ngopi Pagi


Sambil menunggu air panas, seperti biasa,duduk di aula atas menjadi hal yang dinanti jika sedang berada di luar kota atau di luar pondok. Dengan kopi dan rokok di meja, pandangan mulai menatap jauh ke depan.

Ada sesuatu yang berbeda di setiap pagi yang membuat ketagihan untuk tidak melewatkannya. Siluet pohon yang menghalangi sinar matahari yang masih perlahan memberikan sedikit demi sedikit sinarnya. Transisi dari gelap menuju terang, dari malam menuju pagi, merupakan momen yang penuh dengan keajaiban.

Pandangan selalu terpaku melihat keajaiban ini berlangsung. Sesekali tersadar oleh kicauan burung dan kadang ada beberapa keluarga tupai yang baru keluar dari rumahnya untuk mencari sarapan. Sambil melompat lompat di antara pohon pisang, mengalihkan sejenak sebelum kembali tertarik kedalam proses perpindahan suasana pagi.

Baca Juga: Madu Murni! Rahasia Sehat Dan Terbukti Sejak Zaman Nabi

Sambil menyalakan rokok dan perlahan menyeruput hangatnya kopi. Ditemani dengan suasana yang syahdu, ada banyak pertanyaan yang melintas di kepala. Apakah kenikmatan ini akan terus bisa dinikmati? Apakah suasana syahdu ini masih akan terus ada?

Ataukah kopi ini akan selalu terasa nikmat seperti saat ini? Yang pasti, dan selalu menjadi jawaban dari segala pertanyaan yang terlintas, kata syukur Alhamdulillah menjadi kata yang tidak berhenti terucap di hati. Kemudian tersadar dan kembali ke rutinitas hari.

Ditulis oleh: Ki Sofyan
Jakarta, 12 Mei 2025