Misterius

Akhir-akhir ini rumahku selalu sepi, suasananya menakutkan bak bangunan tua yang jarang dijamah orang. Dinding yang sudah berlumut membuat suasana lebih menyeramkan. Ditambah lagi suara ketokan pintu yang tidak diketahui siapa yang mengetoknya.

Kemarin pagi ada seorang wanita paruh baya melewati depan rumahku, ia sedang menggendong anaknya yang masih bayi. Rambut wanita itu terurai panjang hingga ke punggungnya. Dia melihat aku dengan tatapan tajam. Aku tanya ke Ibu ku, namun Ibu tidak tahu dengan wanita itu. Entahlah siapa orang itu, misterius sekali.

Suara adzan maghrib terdengar samar-samar dari masjid dusun. Kini lapangan sudah sepi karena anak-anak kecil sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Aku dan ibu bergegas ke masjid. Tiba-tiba aku melihat sekelebat bayangan yang muncul di belakang tembok rumah tetangga, aku pun bilang ke ibu untuk mengambil sesuatu yang jatuh, padahal aku menelusuri bayangan misterius itu. Tengok sana, tengok sini namun tidak ada satupun orang yang ada di tempat itu.

Seketika itu, tubuhku sulit untuk digerakkan dan mulutku susah untuk memanggil ibu. Sementara Ibu yang tidak sadar jika aku masih dibelakang pun terus saja berjalan menuju masjid. Setelah berjarak beberapa langkah dengan aku, Ibu baru sadar dengan keberadaanku yang masih dibelakang dan terdiam membeku. Sontak Ibu memanggilku seraya mengisyaratkan untuk cepat-cepat sampai ke masjid. Sepanjang perjalanan, aku mengingat kejadian tadi. Entah siapa ada apa bayangan tadi. Sungguh, akhir-akhir ini aku mengalami kejadian yang misterius.

***

(NISA)