Hari Pancasila di Indonesia diperingati setahun dua kali, yaitu pada 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila dan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal 1 Juni sebagai momen kelahiran Pancasila bukan Pancasila yang sudah terkonsep matang, melainkan berupa ide, gagasan, dan semangat Pancasila.
Hari Pancasila tanggal 1 Juni 2020 di PP/PA Sabilulhuda kali ini tidak semeriah tahun lalu karena ada suatu halangan, yaitu adanya pandemi Covid-19. Wabah tersebut menyebabkan santriwan dan santriwati pondok Sabilulhuda tidak bisa merayakan Hari Pancasila seperti yang diinginkan oleh para santri PP/PA Sabilulhuda. Tetap harus menjaga jarak agar terhindar dari wabah tersebut dan untuk mengurangi penyebaran wabah pandemi Covid-19.
Sebelum wabah Covid-19 menyerang Indonesia, para santri Sabilulhuda melakukan upacara bendera dan mengikuti perlombaan yang diadakan di luar pondok. Namun setelah wabah tersebut menyerang, mereka tidak bisa lagi mengikuti upacara dan perlombaan yang biasanya diadakan.
Walaupun berbeda seperti yang diadakan tahun lalu, mereka tidak merasa terhalang dengan adanya wabah pandemi Covid-19 dan adanya kondisi di luar yang tidak memungkinkan masyarakat untuk keluar rumah. Sehingga mereka hanya bisa melakukan kegiatan dalam desa seperti, gotong-royong membersihkan desa, melakukan penyemprotan menggunakan disinfektan, dan menjaga portal serta menaati protokol Covid-19, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun setelah berpergian,tidak keluar rumah jika tidak penting,menjaga jarak satu orang dengan yang lain.
Semenjak Indonesia mengonfirmasi kasus Covid-19 yang pertama, UNICEF telah memimpin berbagai upaya merespon pandemi ini bersama dengan pemerintah, organisasi kesehatan dunia (WHO) dan mitra lain.
Menurut Kunto, “pandemi Covid-19 yang terjadi pada Hari Pancasila ini cukup menantang.” Hari Pancasila yang biasa dilakukan para santri PP/PA Sabilulhuda bersama-sama kini terasa berbeda. Meski demikian, para santri juga tidak melupakan kewajibannya untuk tetap belajar dan mengaji. Para santri juga tidak lupa atas kegiatan wajib di pondok seperti piket kebersihan, piket memasak, mengurus kebun, dan masih banyak lagi.
Para santri PP/PA Sabilul Huda berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir seperti kata Arinda dan Arifa, santri Sabilul Huda “Kita harus sabar menghadapi pandemi Covid-19 dengan bertawakal kepada Allah SWT dan senantiasa berdoa untuk meminta perlindungan agar dijauhkan dari bahaya Covid-19. Selain itu, kita juga harus menjaga kesehatan kita agar tetap bisa mengikuti upacara peringatan Hari Pancasila walaupun hanya diikuti oleh warga pondok dan hanya dilakukan di PP/PA Sabilul Huda.”***
(ARINDA DEWI)









