Berita  

Merapi Siaga! Guguran Lava Meningkat, Ancaman Meluas

Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava dan asap tebal di tengah cuaca mendung, menandakan aktivitas vulkanik meningkat.
Gunung Merapi tampak mengeluarkan guguran lava dan asap putih setinggi ratusan meter saat status masih Siaga.

Sabilulhuda, Yogyakarta: Merapi Siaga! Guguran Lava Meningkat, Ancaman Meluas – Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam 24 jam terakhir. PVMBG merilis laporan terbaru yang mencatat berbagai fenomena erupsi dan kegempaan yang patut diwaspadai masyarakat di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Gunung Merapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah laporan harian PVMBG mencatat adanya peningkatan dinamika internal dan permukaan. Berdasarkan hasil pengamatan pada 1 Desember 2025, Merapi menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup tinggi, terutama pada sektor barat daya yang menjadi jalur dominan guguran dan aliran lava.

Laporan resmi PVMBG menyebutkan bahwa selama periode pengamatan, Merapi masih berada pada status Siaga (Level III). Sebuah level yang menandakan bahwa ancaman bahaya erupsi sudah berada dalam radius yang perlu diwaspadai masyarakat.

Cuaca Cerah dan Berganti Mendung, Guguran Tetap Mendominasi

Pada kondisi meteorologi, cuaca di area puncak tercatat bervariasi mulai dari cerah, mendung, hingga berawan. Angin berhembus tenang ke arah timur dan barat. Suhu udara berada di kisaran 17,4–23,5 °C dengan kelembaban tinggi mencapai 99 persen. Hujan harian tercatat 18 mm, jumlah yang cukup untuk memicu potensi lahar di beberapa titik sungai lereng Merapi.

Dalam kondisi visual, puncak Merapi tampak jelas dengan kabut yang datang dan pergi. Asap putih dari kawah teramati naik setinggi 125 meter dengan intensitas sedang. Meskipun terlihat tenang dari kejauhan, data menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Merapi secara internal masih sangat dinamis.

98 Kali Guguran Lava, 20 di Antaranya Mengarah ke Kali Krasak

Tercatat 98 kali guguran lava terjadi sepanjang hari, dengan amplitudo kegempaan mencapai 36 mm dan durasi hingga lebih dari 200 detik. Selain itu, terdapat 20 kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya, terutama ke Kali Krasak, dengan jarak maksimum 1.700 meter.

Baca Juga: Info Berita Terkini

Fenomena ini menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam tubuh Merapi masih berlangsung. Saat suplai magma tetap aktif, risiko awan panas guguran pun meningkat, terutama bila terjadi runtuhan besar pada kubah lava.

Hybrid/Fase Banyak Mengindikasikan Tekanan Magma Masih Tinggi

Selain guguran, PVMBG juga mencatat 58 kali gempa hybrid/fase banyak jenis gempa yang biasanya terkait dengan pergerakan magma. Durasi gempa mencapai lebih dari 60 detik dengan selisih waktu S-P hingga 0,9 detik.

Data ini menguatkan dugaan bahwa proses penyuplaian magma dari kedalaman masih aktif. Bila suplai terus berlanjut, potensi erupsi Merapi berupa lontaran material atau awan panas dapat terjadi di zona potensi bahaya yang telah dipetakan.

Zona Bahaya Tetap Hingga 7 Km di Beberapa Sektor

Dalam rekomendasinya, PVMBG menegaskan bahwa wilayah yang harus dikosongkan tetap sama dengan beberapa minggu terakhir. Potensi bahaya berada pada:

Sektor selatan barat daya mencakup Kali Boyong maksimal 5 km, serta Bedog, Krasak, dan Bebeng maksimal 7 km.

Sektor tenggara meliputi Kali Woro maksimal 3 km dan Kali Gendol hingga 5 km.

Ancaman lontaran material eksplosif berpotensi mencapai radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius potensi bahaya, terutama yang berkaitan dengan perladangan, pendakian, atau aktivitas wisata di area terdampak.

Waspadai Abu Vulkanik dan Potensi Lahar

Selain material pijar, ancaman lain datang dari abu vulkanik yang dapat terbawa angin dan mengganggu kesehatan, aktivitas warga, serta peralatan elektronik. Kondisi cuaca yang labil juga meningkatkan risiko lahar, terutama di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Saat hujan turun, material vulkanik pada lereng dapat terbawa aliran air dan membentuk lahar dingin yang berbahaya bagi pemukiman maupun jalur transportasi di sekitar sungai.

Merapi Tetap Aktif, Warga Diminta Tetap Tenang namun Waspada

Dalam laporan terbarunya, PVMBG menegaskan bahwa status Siaga Merapi belum berubah. Namun, perubahan akan segera diumumkan bila terjadi peningkatan secara signifikan. Masyarakat diminta mengikuti arahan BPPTKG, aparat desa, dan BPBD setempat.

Meski demikian, warga dihimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi hoaks. Seluruh data resmi hanya dirilis melalui kanal PVMBG dan BPPTKG.

Aktivitas Masih Stabil Tinggi, Kewaspadaan Harus Tetap Dijaga

Dengan jumlah guguran yang tinggi, gempa hybrid yang intens, serta suplai magma yang terus berlangsung, dapat dipastikan bahwa aktivitas Gunung Merapi masih berada pada fase aktif dan dinamis. Kondisi ini bukan berarti erupsi besar akan terjadi dalam waktu dekat, namun masyarakat harus tetap peka terhadap potensi bahaya yang sudah ditetapkan.

SUMBER DATA

KESDM, Badan Geologi, PVMBG

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)

https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan

Media Sosial PVMBG

https://linktr.ee/PVMBG