Menyesal Masuk Surga

Pada suatu hari, Rasulullah sedang melaksanakan shalat jama’ah di masjid bersama para sahabatnya. Setelah selesai shalat, beliau bertanya dalam hati ‘kemanakah sahabatku yang satu itu’. Kemudian beliau bertanya kepada para sahabatnya,”wahai sahabatku, kanakah sahabatku yang satu itu?”. Lalu sahabat pun berkata “kami tidak tau wahai Rasulullah”. Kemudian beliau pergi kerumah sahabatnya tersebut untuk menemuinya.

Setelah sampai beliau bertanya kepada istri sahabatnya. “wahai istri sahabatku, kemanakah sahatku itu sehingga ia tidak iku shalat jamaah dimasjid?”. Kemudian istri sang sahabat menjawab “ia sudah meninggal wahai Rasulullah, tpi saya tidak mengerti dengan 3 kalimat yang gadi sempat ia katakan sebelum meninggal”. “kalimat apa sajakah itu?” tanya Rasulullah.

“Yang pertama ia mengatakan ‘Seandainya aku memberikan yang baru,’ lalu yang kedua ‘Seandainya aku membrikan semuanya,’ dan yang terakhir ‘Seandainya lebih jauh lagi’ itulah kalimat-kalimat yang ia katakan sebelum ia meninggal wahai Rasulullah” jelas istrinya.

Ternyata semasa hidupnya ketika ia sedang berjalan disuatu tempat, ia bertemu dengan seorang miskin yangvtengah kedinginan. Ia memakai 2 lapis baju. Baju yang ia pakai di dalam adalah baju yang baru, sedangkan yang diluar ada bajunya yang lama. Kemudian ia memberikan baju lamanya.

Kemudian yang kedua, suatu hari ia bertemu dengan sworang miskin yang keparan dan ia sedang membawa sebuah roti. Kemudian ia membagi dua rotinya. Setengah untuk ia makan sendiri, karena oa juga merasa lapar. Kemudian yang setengahnya lagi ia berikan kepada orang tersebut.

Ketiga, ia berjalan ke masjid selama 1 jam untuk menunaikan shalat. Setiap hari begitu. Kemudian saat ia sudah mau meninggal, Allah berfirman kepadanya bahwa ia akan masuk surga, tapi seandainya ia memberikan yang terbaik, maka ia akan mendapatkan surga yang lebih baik dari yang ia dapatkan.***

(Arinda Dewi Nur H)