Memahami Anak Perempuan Tomboy Karena Wataknya Ekstrovert – Setiap anak perempuan tentunya memiliki keunikan masing-masing. Ada anak yang lembut dan penyayang, ada pula yang energik, suka berpetualang, dan ada juga mereka itu lebih nyaman bermain dengan anak laki-laki.
Banyak orang menyebutnya “tomboy”. Namun tahukah Bunda, bahwa sifat tomboy ini sebenarnya tidak selalu berarti sesuatu yang salah atau menyimpang?
Dalam dunia psikologi anak, kepribadian seperti ini justru sering kali berkaitan dengan watak ekstrovert dan komposisi hormon yang berbeda.

Semua Anak Punya Dua Jenis Hormon
Secara alami, setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan itu memiliki dua jenis hormon gender. Yaitu hormon estrogen dan progesteron (yang sering disebut hormon perempuan) serta hormon testosteron (yang dikenal sebagai hormon laki-laki). Bedanya hanya ada pada kadar atau komposisinya.
Anak perempuan pada umumnya memiliki kadar hormon perempuan yang lebih dominan, sekitar 80–90%, dan hormon testosteron sekitar 10–20%.
Namun pada sebagian anak perempuan yang malah terlihat lebih aktif, tangkas, dan berani mengambil risiko, yang sering orang menyebutnya tomboy.
Biasanya kadar hormon testosteronnya pada anak perempuan tersebut sedikit lebih tinggi dari rata-rata. Kondisi ini masih di dalam batas yang normal, dan justru malah menjadi salah satu bagian dari kepribadian anak tersebut yang menarik dan juga unik.
Watak Ekstrovert Yang Energik
Anak perempuan yang tomboy itu biasanya mereka memiliki watak ekstrovert, artinya mereka lebih berenergi ketika berada di tengah tengah orang lain.
Karena mereka senang beraktivitas, bergaul, mencoba hal hal yang baru. Bahkan mereka itu tidak takut untuk mengambil peran yang biasanya dilakukan oleh anak laki-laki.
Baca Juga:

Seni Mendidik Anak Perempuan: Memahami Fitrah, Emosi, & Gender (Part-2) https://sabilulhuda.org/seni-mendidik-anak-perempuan-memahami-fitrah-emosi-gender-part-2/
Dengan watak ekstrovert membuat anak itu lebih cepat tanggap terhadap lingkungan, suka bicara, aktif bergerak, dan mudah beradaptasi. Kadang mereka juga tampak seperti “tidak bisa diam”, padahal sebenarnya otaknya itu bekerja dengan cepat dan selalu membutuhkan stimulasi yang baru.
Maka sebagai orang tua, kita hanya perlu mengarahkannya dengan hal hal yang positif. Misalnya, ajak anak supaya ikut kegiatan olahraga, seni bela diri.
Atau mungkin orang tua mengajak untuk beraktivitas eksplorasi alam yang bisa menyalurkan energinya dengan baik. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi lebih percaya diri dan tetap merasa diterima dengan keunikan dirinya.
Jangan Terjebak Label “Tomboy”
Banyak sekali orang tua yang khawatir ketika anak perempuannya terlihat tomboy. Padahal, sifat itu tidak berarti anak tersebut kehilangan sisi femininnya. Sifat tomboy hanya menunjukkan bahwa karakter anak lebih terbuka, aktif, dan berani, bukan berarti menolak jati dirinya sebagai perempuan.
Sebaliknya, anak yang cenderung pendiam, lembut, dan tenang mungkin mereka itu lebih dominan hormon estrogennya dan memiliki watak introvert. Keduanya sama-sama normal, hanya saja cara mereka dalam mengekspresikan dirinya yang berbeda.
Tugas Orang Tua Menerima Dan Mengarahkan
Setiap anak yang terlahir tentu mereka membawa keunikan dan potensi masing-masing. Tugas kita sebagai orang tua bukan untuk mengubah mereka agar sesuai dengan harapan kita. Tetapi mendampingi anak tersebut agar potensi alaminya dapat berkembang dengan seimbang.
Anak perempuan yang aktif dan ekstrovert bisa menjadi calon seorang pemimpin, komunikator yang hebat, atau orang yang mampu menghadapi tantangan dengan berani. Asalkan orang tua itu hadir untuk membimbing, memberikan batas yang jelas, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Maka sifat tomboy nya itu bukan masalah, justru bisa menjadi kekuatan yang luar biasa dalam kehidupannya kelak.
Baca Juga: PRINSIP DALAM MENDIDIK ANAK













