Terakhir diperbarui: 23 Januari 2026
Ditulis oleh:
Tim Editorial Herbal Nusantara: Penulis konten kesehatan & tanaman obat berbasis riset ilmiah dan literatur tradisional Indonesia.
Sabilulhuda, Yogyakarta – Tapak Leman, atau nama ilmiahnya Hedychium coronarium, adalah tanaman herba yang memikat dengan keindahan bunganya yang putih bersih dan aromanya yang semerbak.
Dikenal juga dengan sebutan “Ginger Lily” atau “White Ginger Lily” di berbagai belahan dunia. Tanaman ini bukan hanya sekedar hiasan taman yang menawan. Tetapi juga menyimpan berbagai potensi, baik dari segi pengobatan tradisional maupun industri.
Keberadaannya yang mudah ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia, menjadikannya objek penelitian menarik untuk menguak khasiat tersembunyi di balik pesona aromatiknya.
Baca Juga: Beda Jahe, Kunyit, dan Kencur: Jangan Salah Pilih untuk Tubuh
Mengenal TanamanTapak Leman Dari Karakteristik dan Sebarannya
Hedychium coronarium termasuk dalam famili Zingiberaceae, kerabat dekat jahe dan kunyit. Tanaman ini tumbuh subur di iklim hangat dan lembap, sering ditemukan di tepi sungai, dataran rendah, atau area dengan drainase yang baik.
Ciri khasnya adalah rimpang yang tebal di bawah tanah, batang semu yang kokoh, serta daun lonjong memanjang dengan ujung meruncing. Namun, daya tarik utamanya terletak pada bunganya.
Bunga Tapak Leman tersusun dalam tandan padat, berwarna putih salju, dengan kelopak yang bertumpuk menyerupai kupu-kupu. Aroma manis dan segar yang dilepaskan bunga ini, terutama saat senja, menjadikannya favorit dalam industri parfum dan aromaterapi.
Di Indonesia, Tapak Leman dikenal dengan berbagai nama lokal seperti “gandasuli” (Jawa), “bunga kipas” (Sunda), atau “tepung sagu” (Sumatera). Popularitasnya tidak hanya terbatas pada keindahan visual, tetapi juga pada reputasinya dalam pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Berbagai bagian tanaman, mulai dari rimpang, daun, hingga bunga, dipercaya memiliki khasiat obat untuk mengatasi beragam keluhan kesehatan.
Baca Juga:

Tanaman Jeringau (Acorus calamus) Dan Manfaat Kesehatan https://sabilulhuda.org/tanaman-jeringau-acorus-calamus-dan-manfaat-kesehatan/
Kandungan Zat Kimia dalam Tapak Leman
Penelitian ilmiah telah banyak mengungkap kekayaan senyawa kimia yang terkandung dalam Tapak Leman, yang menjadi dasar bagi potensi farmakologisnya.
Kandungan zat-zat ini bervariasi tergantung pada bagian tanaman yang diuji (rimpang, daun, bunga) dan metode ekstraksi yang digunakan. Beberapa golongan senyawa penting yang telah teridentifikasi meliputi:
1. Minyak Atsiri (Essential Oils):
Ini adalah komponen utama yang memberikan aroma khas pada Tapak Leman. Minyak atsiri umumnya diekstraksi dari bunga dan rimpang. Senyawa penyusun minyak atsiri yang paling dominan antara lain eucalyptol (1,8-cineole), α-pinene, β-pinene, limonene, linalool, α-terpineol, dan geraniol.
Eucalyptol misalnya, dikenal karena sifat ekspektoran dan antiseptiknya, sering digunakan dalam formulasi obat batuk dan pilek. Senyawa lain seperti linalool dan geraniol berkontribusi pada aroma bunga dan memiliki potensi sebagai agen antimikroba.
2. Senyawa Fenolik dan Flavonoid:
Golongan senyawa ini banyak ditemukan pada daun dan rimpang Tapak Leman. Asam fenolik seperti asam galat dan asam kafeat, serta flavonoid seperti quercetin dan kaempferol, adalah antioksidan kuat.
Mereka berperan dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh, melindungi sel dari kerusakan oksidatif, dan berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Sifat anti-inflamasi dari flavonoid juga telah banyak diteliti.
Baca Juga: 6 Macam Manfaat Kunyit Untuk Kesehatan No 3 Sering Diabaikan
3. Diterpenoid dan Seskuiterpenoid:
Rimpang Tapak Leman kaya akan senyawa diterpenoid seperti hedychenone, coronarin D, dan coronarin E. Senyawa-senyawa ini telah menunjukkan aktivitas biologis yang menarik, termasuk sifat anti-inflamasi, anti-kanker, dan antimikroba.
Misalnya, coronarin D dilaporkan memiliki efek sitotoksik terhadap beberapa lini sel kanker. Sementara itu, seskuiterpenoid seperti hedychiol juga berkontribusi pada sifat-sifat terapeutik tanaman ini.
4. Steroid dan Triterpenoid:
Beberapa studi juga mengidentifikasi keberadaan senyawa steroid dan triterpenoid dalam Tapak Leman. Meskipun jumlahnya mungkin tidak sebanyak golongan senyawa lain, mereka dapat berkontribusi pada aktivitas biologis keseluruhan tanaman, seperti sifat anti-inflamasi atau adaptogenik.
5. Karbohidrat dan Protein:
Seperti tanaman pada umumnya, Tapak Leman juga mengandung karbohidrat dan protein dalam jumlah yang bervariasi, terutama pada bagian rimpang yang berfungsi sebagai organ penyimpanan.
Baca Juga: Tanaman Herbal Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Dan Manfaatnya
Potensi Manfaat Berdasarkan Kandungan Zat
Dengan profil fitokimia yang kaya ini, tidak mengherankan jika Tapak Leman telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi. Beberapa potensi manfaat yang didukung oleh penelitian kandungan zatnya meliputi:
Anti-inflamasi: Banyak senyawa, terutama diterpenoid dan flavonoid, menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang kuat, berpotensi meredakan nyeri dan peradangan pada sendi atau otot.
Antimikroba: Minyak atsiri dan beberapa senyawa terpenoid memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, menjadikannya potensial sebagai agen antiseptik alami.
Antioksidan: Kandungan fenolik dan flavonoid berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Antikanker: Beberapa diterpenoid, seperti coronarin D, telah menarik perhatian karena efek sitotoksiknya terhadap sel kanker, meskipun penelitian lebih lanjut pada manusia masih sangat dibutuhkan.
Analgesik (Pereda Nyeri): Senyawa tertentu dapat membantu mengurangi sensasi nyeri.
Ekspektoran: Kandungan eucalyptol dalam minyak atsiri dapat membantu melonggarkan dahak dan meringankan batuk.
Baca Juga: 100 Top Tanaman Obat Indonesia
Kesimpulan
Tapak Leman (Hedychium coronarium) adalah anugerah alam yang menawarkan lebih dari sekadar keindahan dan aroma. Dengan beragam senyawa bioaktif seperti minyak atsiri, flavonoid, dan diterpenoid, tanaman ini memiliki potensi besar dalam bidang farmasi dan kesehatan.
Meskipun banyak penelitian awal menunjukkan hasil yang menjanjikan, riset lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, diperlukan untuk sepenuhnya mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Tapak Leman adalah contoh sempurna bagaimana alam menyimpan kekayaan yang luar biasa, menunggu untuk dieksplorasi dan dimanfaatkan demi kesejahteraan manusia.
Baca Juga: Herbal Nusantara Ini Jadi Sorotan Ilmuwan, Apa Keistimewaannya?
Referensi Ilmiah
- National Center for Biotechnology Information (NCBI). Pharmacological Activities of Hedychium Species.
- Journal of Ethnopharmacology. Chemical constituents and biological activities of Hedychium coronarium.
- World Health Organization (WHO). WHO Traditional Medicine Strategy.
Disclaimer:
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, pengobatan, atau saran medis profesional. Untuk kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis terpercaya.
FAQ Seputar Tapak Leman
Apakah tapak leman aman dikonsumsi setiap hari?
Dalam jumlah wajar dan jangka pendek relatif aman, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi rutin tanpa konsultasi medis.
Bagian mana dari tapak leman yang paling bermanfaat?
Rimpang dan bunga paling sering digunakan karena mengandung minyak atsiri dan senyawa aktif tinggi.
Apakah tapak leman bisa menyembuhkan penyakit berat?
Belum ada bukti klinis kuat. Tapak leman hanya berpotensi sebagai terapi pendukung, bukan pengganti pengobatan medis













