Legenda I Gede Pasekan: Awal Berdirinya Kerajaan Buleleng & Singaraja

Ilustrasi Ki Barak Panji Sakti atau I Gede Pasekan memegang keris pusaka dengan latar istana Singaraja dan pegunungan Bali Utara.
Ilustrasi legenda I Gede Pasekan, tokoh sakti yang kemudian bergelar Ki Barak Panji Sakti, pendiri Kerajaan Buleleng dan istana Singaraja di Bali Utara.

Legenda I Gede Pasekan: Awal Berdirinya Kerajaan Buleleng & Singaraja – Pulau Bali tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, tetapi juga kaya akan cerita rakyat yang telah di wariskan secara turun-temurun. Salah satu kisah menarik yang masih hidup di tengah masyarakat adalah asal usul Buleleng dan Singaraja.

Cerita ini berawal dari perjalanan seorang tokoh bernama I Gede Pasekan, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Barak Panji Sakti (raja perkasa dari Buleleng).

Ilustrasi Ki Barak Panji Sakti atau I Gede Pasekan memegang keris pusaka dengan latar istana Singaraja dan pegunungan Bali Utara.
Ilustrasi legenda I Gede Pasekan, tokoh sakti yang kemudian bergelar Ki Barak Panji Sakti, pendiri Kerajaan Buleleng dan istana Singaraja di Bali Utara.

Awal Mula Kisah Dari Kerajaan Klungkung

Pada zaman dahulu, di Bali berdiri sebuah kerajaan besar di Klungkung yang dipimpin oleh Raja Sri Bagening. Sang raja memiliki banyak istri, namun karena suatu peristiwa ia menikahi seorang pelayan istana bernama Ni Luh Pasek.

Meski usianya sudah tua, Raja Sri Bagening menyadari Ni Luh Pasek masih muda dan cantik, sehingga memutuskan menyerahkan Ni Luh Pasek kepada patih setianya, Arya Jelantik, dengan syarat tidak boleh menyentuhnya sebelum melahirkan.

Dari pernikahan dengan Sri Bagening, lahirlah seorang putra bernama I Gede Pasekan. Bayi ini lahir dengan tanda istimewa di ubun-ubunnya yang berwarna merah bercahaya. Pertanda kelak ia akan menjadi sosok besar dan di segani.

Perjalanan Dan Mukjizat I Gede Pasekan

Sejak kecil, I Gede Pasekan mempelajari ilmu kanuragan dari Arya Jelantik. Ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan, kuat, dan di sukai rakyat karena sifatnya yang sopan. Namun, pengaruh besar Pasekan membuat Raja Sri Bagening merasa khawatir kewibawaannya akan tersaingi.

Akhirnya, raja mengirim Pasekan ke tanah kelahiran ibunya, Desa Panji di Bumi Den Bukit (Buleleng) untuk memperdalam ilmu.

Dalam perjalanannya menuju Desa Panji, terjadi sebuah peristiwa ajaib. Ketika rombongan kehabisan air, I Gede Pasekan menancapkan keris pusaka pemberian ayahnya ke tanah. Dari sana memancar air yang terus mengalir tanpa henti.

Sumber air itu kemudian menjadi Pura Tirta Ketipat atau Pura Yeh Ketipat, yang hingga kini di percaya sebagai tempat suci.

Baca Juga:

Ilustrasi Arjuna sedang bertapa di puncak Gunung Arjuna, duduk bersila dengan pakaian khas pewayangan Jawa di tengah panorama pegunungan Jawa Timur.

Legenda Asal Usul Gunung Arjuna: Cerita Rakyat Dari Jawa Timur https://sabilulhuda.org/legenda-asal-usul-gunung-arjuna-cerita-rakyat-dari-jawa-timur/

Pertemuan dengan Raksasa Panji Landung

Saat beristirahat di sekitar Danau Buyan, I Gede Pasekan bertemu dengan sosok raksasa bernama Panji Landung. Alih-alih menakutkan, raksasa itu justru menyampaikan ramalan bahwa suatu hari Pasekan akan menjadi raja besar. Dan wilayah luas yang ia lihat dari puncak bukit akan menjadi kekuasaannya.

Pesan itu terus di ingat Pasekan sepanjang hidupnya.

Membantu Mpu Awang Dan Menjadi Kaya Raya

Di Desa Panji, Pasekan pergi ke pantai Penimbangan. Di sana ia melihat kapal besar milik Mpu Awang yang kandas di karang. Dengan kesaktiannya, Pasekan menolong membebaskan kapal tersebut. Sebagai balas jasa, Mpu Awang memberikan seluruh harta di kapalnya kepada Pasekan.

Dari situlah namanya semakin harum, ia di kenal sebagai pemuda sakti sekaligus dermawan.

Banyak orang kemudian menjadi pengikutnya, hingga akhirnya Pasekan diangkat menjadi seorang raja bergelar Ki Barak Panji Sakti atau Ki Barak Gusti Ngurah Panji.

Berdirinya Kerajaan Buleleng Dan Singaraja

Seiring berjalannya waktu, wilayah kekuasaan Ki Barak Panji Sakti semakin luas. Ia lalu membangun sebuah istana megah di tengah hutan yang banyak di tumbuhi pohon buleleng. Dari situlah nama wilayah itu di kenal sebagai Kerajaan Buleleng.

Sementara itu, istana megah yang ia bangun diberi nama Singaraja, yang berarti tempat persinggahan raja atau kerajaan yang di pimpin oleh raja perkasa seperti singa. Nama ini kemudian menjadi identitas yang melekat hingga sekarang, menjadikan Singaraja sebagai pusat pemerintahan dan sejarah di Bali Utara.

Nilai Dan Pesan Moral

Kisah asal usul Buleleng dan Singaraja bukan hanya soal cerita rakyat, tetapi ia juga menyimpan banyak pesan moral. Dari kisah ini kita belajar tentang:

  • Kesetiaan dan pengorbanan: seperti yang di lakukan Arya Jelantik terhadap rajanya.
  • Keberanian dan keikhlasan: seperti sikap I Gede Pasekan dalam menghadapi berbagai cobaan.
  • Kepemimpinan yang adil: yang membuat Pasekan di cintai rakyat hingga diangkat menjadi raja.

Kisah ini bukan hanya legenda, tetapi juga bagian penting dari sejarah yang membentuk identitas masyarakat Bali Utara. Hingga kini, nama Buleleng dan Singaraja tetap abadi, menjadi saksi kejayaan seorang raja perkasa bernama Ki Barak Panji Sakti.

Baca Juga: Dongeng Anak ala Rasulullah