
Langkah Strategis Prabowo Saat Dunia Di landa Konflik – Di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya pasca konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Banyak pihak yang menilai bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia hadir di waktu yang sangat krusial.
Negara Indonesia sendiri, adalah sebagai negara yang strategis secara geopolitik, tidak bisa sembarangan bersikap dalam menghadapi konflik global seperti sekarang ini.
Sebagai mantan pasukan khusus TNI dan ahli strategi militer, Prabowo dinilai paham betul bagaimana dalam membaca situasi dan mengambil langkah-langkah diplomatik yang cerdas.
Salah satu contohnya adalah kunjungan diplomatiknya ke Rusia yang dinilai sebagai bagian dari strategi berteman tanpa memusuhi.
Baca Berita: MK Putuskan Pemilu Nasional Dan Pilkada Dilaksanakan Terpisah
Prabowo sendiri pernah berkata, “Satu musuh terlalu banyak, seribu teman terlalu sedikit”. Kalimat itu menggambarkan arah politik luar dari negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya. Yakni menjalin persahabatan sebanyak mungkin, menjaga kedaulatan, namun tetap waspada dan kuat secara pertahanan.
Menghindari Perang, Tapi Siap Jika Di perlukan
Di saat negara-negara tetangga dunia bersiap dengan berbagai skenario militer akibat potensi perluasan konflik di Timur Tengah. Prabowo justru menegaskan pentingnya penguatan pertahanan nasional tanpa sikap provokatif.
Lebih lanjut, Ia memperkuat sistem pertahanan sebagai bentuk kesiap siagaan, bukan hanya sebagai bentuk agresi.
Sebagai tokoh yang pernah terlibat langsung dalam operasi militer seperti pembebasan sandera di Papua dan konflik Timor-Timur. Prabowo bukan hanya paham dalam strategi tempur, tetapi ia juga mengerti pentingnya diplomasi dan perdamaian.
Dalam situasi dunia yang serba tidak pasti seperti saat ini. Memiliki pemimpin yang tegas, berpengalaman, dan visioner seperti Prabowo adalah aset penting bagi negara Indonesia. Bukan hanya untuk menjaga stabilitas dalam negeri saja.
Tetapi juga untuk menjaga posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara yang netral namun di segani.
Baca Juga: Industri Rokok Nasional Turun, Legislator Khawatir Berdampak ke Tenaga Kerja













