Kisah Hijrah Umar bin Khattab RA Yang Penuh Keberanian (Part-3)

Ilustrasi Umar bin Khattab RA berdiri gagah di depan Ka’bah saat mengumumkan hijrahnya ke Madinah dengan penuh keberanian.
Umar bin Khattab RA dengan penuh keyakinan menantang kaum Quraisy di hadapan Ka’bah sebelum berhijrah menuju Madinah.

Kisah Hijrah Umar bin Khattab RA Yang Penuh Keberanian – Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang sangat kita kenal dengan ketegasan dan keberaniannya. Sehingga beliau mendapat julukan Al-Faruq, yaitu sosok yang mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan.

Setelah memeluk Islam, kepribadiannya yang kuat dan berani semakin terlihat jelas. Banyak peristiwa yang mencatat sikap gagahnya dalam membela agama Allah. Salah satu kisah yang paling masyhur adalah ketika beliau berhijrah dari Mekkah menuju Madinah.

Ilustrasi Umar bin Khattab RA berdiri gagah di depan Ka’bah saat mengumumkan hijrahnya ke Madinah dengan penuh keberanian.
Umar bin Khattab RA dengan penuh keyakinan menantang kaum Quraisy di hadapan Ka’bah sebelum berhijrah menuju Madinah.

Hijrah Sahabat Yang Umumnya Diam-diam

Ketika Rasulullah ﷺ memberikan perintah kepada kaum Muslimin untuk berhijrah ke Madinah, mayoritas dari para sahabat melaksanakannya secara sembunyi-sembunyi. Hal itu memang wajar, sebab kaum Quraisy pada saat itu sangat keras dalam menentang Islam.

Mereka tidak segan untuk menyiksa, menghalangi, bahkan bisa mencelakai siapa pun yang mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.

Karena itu, demi keselamatan diri, banyak dari para sahabat yang memilih meninggalkan Mekkah dengan penuh kehati-hatian agar perjalanan mereka tidak terendus oleh musuh.

Namun, berbeda sekali dengan kebanyakan sahabat, Umar bin Khattab RA justru menunjukkan sikap yang luar biasa. Beliau tidak memilih jalan sembunyi-sembunyi, melainkan dengan terang-terangan. Hijrahnya ini menjadi sebuah pengumuman besar yang menggema di hadapan kaum Quraisy.

Baca Juga:

Ilustrasi dua pria Arab berpakaian tradisional sedang membaca mushaf Al-Qur’an di dalam rumah sederhana dengan cahaya matahari masuk dari jendela.

Kisah Umar Bin Khattab: Fadilah & Keutamaan Dalam Hadis Nabi (Part-2) https://sabilulhuda.org/kisah-umar-bin-khattab-fadilah-keutamaan-dalam-hadis-nabi-part-2/

Umar Menantang Quraisy

Diriwayatkan, sebelum berangkat hijrah, Umar bin Khattab terlebih dahulu mengelilingi Ka’bah. Di hadapan orang-orang Quraisy, beliau berdiri dengan suara lantang, lalu mengumumkan bahwa dirinya akan berhijrah menuju Madinah.

Tidak hanya itu juga, Umar bahkan menantang siapa saja yang berani menghadangnya. Dengan penuh keyakinan beliau berkata, “Siapa yang ingin ibunya kehilangan anaknya, istrinya menjadi janda, atau anaknya menjadi yatim, hadanglah aku di balik lembah ini.”

Ucapan ini bukan hanya sebatas kalimat tantangan saja, tetapi juga menunjukkan bahwa keyakinan Umar yang begitu kuat pada pertolongan Allah. Maka dengan Keberanian tersebut yang membuat kaum Quraisy terdiam.

Tidak ada satu pun dari kaum Quraisy yang berani maju untuk menentang Umar. Sosoknya yang gagah, ditambah dengan reputasinya sebagai seorang pemberani, membuat semua orang segan. Akhirnya, Umar pun berhijrah dengan tenang tanpa ada gangguan sedikit pun.

Pelajaran Dari Hijrahnya Umar

Kisah hijrahnya Umar ini bukanlah perjalanan yang biasa. Umar mengajarkan kepada kita bahwa iman yang kokoh akan melahirkan kekuatan dan keberanian yang tak tergoyahkan.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa seorang Muslim tidak boleh gentar dalam menegakkan kebenaran. Umar tidak mengandalkan kekuatannya semata, melainkan karena beliau bersandar pada keyakinannya kepada Allah.

Dengan Keberaniannya itu maka akan lahir dari iman yang teguh, bukan dari kesombongan diri. Inilah yang membuat langkahnya umar penuh dengan kewibawaan dan juga membawa ketenangan.

Kisah Hijrahnya Umar bin Khattab RA ini menjadi ceminan bagi orang muslim. Umar menunjukkan bahwa seorang Muslim itu harus tegas, berani, dan yakin dalam memperjuangkan agamanya.

Dari sikap beliau mengajarkan kepada kita untuk tidak ragu ragu dalam melangkah di jalan Allah, meskipun akan menghadapi tantangan dan rintangan yang besar.

Keberanian Umar tersebut adalah cermin dari kekuatan iman, sekaligus menjadi bukti bahwa siapa saja yang berpegang teguh pada Allah, niscaya mereka akan selalu mendapatkan perlindungan-Nya.

Kisah ini akan selalu hidup dalam sejarah Islam, mengingatkan kita bahwa iman yang kokoh akan melahirkan keberanian. Dan keberanian dalam kebenaran akan selalu membuahkan kemenangan.

Baca Juga: Jabal Uhud Saksi Bisu Perang Uhud