Kisah Ajaib Orang yang Ikhlas

Dalam sebuah cerita, Rasulullah SAW pernah mengisahkan sebuah kisah tentang seseorang atau si fulan yang bersedekah 3 kali namun 3 kali salah memberikan sedekahnya. Si Fulan berdo’a memohon petunjuk kepada Allah SWT.

“Ya Allah, tunjukkan kepada saya seseorang yang berhak menerima sedekah.”

Hari pertama, si fulan bersedekah pada seorang laki-laki. Namun, esok harinya orang-orang gempar membicarakan jika “semalam ada pencuri yang mendapat sedekah”. Mendengar hal itu, si fulan bersedih karena merasa Ia telah salah sasaran dalam bersedekah. Kemudian si Fulan berdo’a, memohon petunjuk kepada Allah SWT.

“Ya Allah, tunjukkan kepada saya seseorang yang berhak menerima sedekah.”

Di kemudian hari, si Fulan bersedekah kepada seorang perempuan. Namun, esok harinya orang-orang kembali gempar membicarakan jika “semalam ada pezina mendapat sedekah”. Mendengar hal itu, si Fulan kembali merasa bersalah dan bersedih karena telah salah sasaran lagi dalam memberi sedekah.

Si Fulan tetap ingin bersedekah, sedekah ketiga kalinya ia tidak tahu jika ternyata yang diberi sedekah adalah orang kaya. Hingga malam harinya, kembali digemparkan orang-orang yang membicarakannya jika “semalam ada orang kaya yang mendapat sedekah”. Si Fulan kembali bersedih, karena tiga kali bersedekah merasa telah salah sasaran dalam memberi sedekah. Ia merasa bahwa Allah SWT tidak mengabulkan keinginannya untuk bersedekah pada orang yang berhak menerima sedekah.

Malam ke empat setelah si Fulan melakukan sedekah, ia bermimpi bertemu malaikat. Dalam mimpinya tersebut, Malaikat menyampaikan jika sedekahnya diterima oleh Allah SWT.

“Ya Fulan, sedekahmu yang pertama Allah terima. Lewat sedekahmu, kamu telah menghalanginya untuk mencuri karena sudah mendapatkan harta darimu.”

“Sedekahmu yang ke dua, Allah terima. Karena lewat sedekahmu telah menghalangi seseorang dari berzina. Karena dia sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan sehingga dia tidak perlu berzina.”

“Sedekahmu yang ke tiga Allah terima juga, karena berkat sedekahmu pada orang kaya, kamu telah menyadarkan orang kaya yang kikir menjadi orang kaya yang dermawan.”

Inilah yang dinamakan keberkahan dari  niat baik penuh keikhlasan dalam melakukan amal kebaikan. Salah satunya dalam hal bersedekah.

Kisah di atas juga merupakan penjelasan dari hadits arba’in yang ke satu, yang berbunyi “innamal a’malu bin niyat…” Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya.

Jika niat kita benar, ikhtiar beramal sholih dengan tulus dan ikhlas, meskipun ternyata kita keliru. Allah SWT tetap memberi kita pahala sesuai dengan niat yang benar tersebut.

Allah SWT tidak melihat penampilan seseorang dari tampilan luarnya saja,

Allah SWT tidak melihat perbuatan seseorang dari yang tampak saja, melainkan Allah SWT melihat setiap orang dari isi hatinya.***

*Sumber dari you tube ustadz Hanan Attaki

(Athanshine)