Keutamaan Menahan Amarah

Marah dapat merusak iman. Nabi SAW mewanti-wanti, “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu.” (HR. Baihaki).

Jadam adalah getah berwana hitam pekat yang berasa pahit yang berasal dari pohon yang bernama Aloe Ferox. Saking pahitnya, jadam digambarkan dapat menghilangkan rasa manis pada madu. Agar terhindar dari bahaya marah yang dapat meluluhlantakkan iman, Nabi SAW memberikan tip dan triknya.

Beliau bersabda, “Bila salah seorang di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap juga, maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud).

Orang yang menahan amarahnya sangatlah dicintai oleh Allah SWT. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa orang yang bisa menahan amarah merupakan orang yang perkasa.

Satu waktu, Nabi SAW bertanya secara retoris kepada para sahabat, “Siapa yang kalian anggap sebagai orang yang perkasa?” Kami menjawab, “Dia yang tidak bisa dikalahkan keperkasaannya oleh siapa pun”. Nabi SAW meluruskan, “Bukan demikian. Orang yang perkasa adalah orang yang bisa menahan dirinya ketika marah.” (HR. Muslim).

Allah sangat bangga terhadap manusia yang menahan amarahnya.

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang menahan marah padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah SWT akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia hingga (kemudian) Allah SWT membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya.” (HR. Abu Daud).***

(Bayu)