Menjaga lisan adalah hal yang tidak mudah. Lisan seseorang yang tidak terjaga bisa saja membuat dirinya atau bahkan orang lain menjadi celaka.
Contoh orang yang tidak menjaga lisannya seperti berbohong, berkata kasar, berteriak-teriak dengan amarah yang menggebu-gebu, dll. Tentunya hal ini bisa merugikan dirinya sendiri dan orang lain.
Allah juga tidak menyukai orang yang tidak bisa menjaga lisannya dan akan melaknat orang tersebut. Sebagai orang yang beradab dan berakal sudah semestinya bisa menjaga lisannya dengan baik.
Lalu apa saja keutamaan yang didapat dari menjaga lisan? Berikut ini keutamaan-keutamaan bagi orang yang menjaga lisannya:
- Memiliki kedudukan yang tinggi sebagai muslim dan dijanjikan surga oleh Allah SWT
- Dijauhkan dari neraka jahanam dan siksa kubur
- Dijauhkan dari kebinasaan atau terhindar dari kiamat besar
- Menjaga lisan dapat meningkatkan keimanan
- Menjaga lisan merupakan amalan sedekah yang mendatangkan pahala
- Seseorang yang dapat menjaga lisan agar terhindar dari sifat keras hati
- Mereka yang menjaga lisannya akan selamat dari dosa besar
- Diangkat derajatnya oleh Allah SWT serta memperoleh keridaan saat di akhirat nanti.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
Artinya: “Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.” (HR. Bukhari Muslim.)
Bahkan, Allah SWT dalam surah An-Nisaa ayat 114 mengatakan demikian:
لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Artinya: “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar.”
Demikian keutamaan dari menjaga lisan.***
(Bayu)










