Kota Lama Semarang atau disebut juga The Little Netherland merupakan salah satu kota yang berada di Semarang yang memiliki keunikan tersendiri dengan sejarahnya dan juga bangunan-bangunan yang ada.
Pada 15 Januari 1678 mulailah dibangun kota Semarang oleh Belanda. Hal tersebut karena VOC dari Belanda telah berperan besar dalam membantu Amangkurad 2 untuk melawan Trijoyo dalam pemberontakan di Pleret.
“Belanda mulai membangun Semarang ketika Amangkurad 2 menyerahkan kepada VOC pada 15 Januari 1678, Amankurad 2 menyerahkan kota Semarang kepada VOC karena telah membantunya melawan Trinujoyo dalam pemberontakannya di Pleret,” jelas Mas Pandji Official pada video yang ia unggah pada Youtube.
Salah satu ikon pada Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Gereja ini pertama kali didirikan oleh Portugis yang kemudian beralih ke tangan VOC.
Mas Pandji menjelaskan, “Gereja Blenduk menjadi ikon dari Kota Lama Semarang, gereja ini dulunya dibangun pertama kali oleh Portugis kemudian beralih ke kekuasaan VOC.”
Pada kekuasaan VOC Gereja Blenduk mulai direnovasi kembali dari bangunan gereja kayu khas tanggung jawa menjadi bangunan yang lebih kuat dan kokoh.
“Pada tangan VOC Gereja Blenduk kemudian dipugar dibangun oleh VOC yang sebelumnya merupakan bangunan gereja kayu khas tanggung masyarakat jawa,” tutur Pandji pada 1 Desember 2021.
Mas Pandji Official juga menjelaskan ketika ia sedang berjalan pada sebuah jalan yang bernama Letjen Suprapto yang dulunya merupakan Jalan Herenstrap. Jalan tersebut merupakan jalan utama ketika Kota Lama Semarang mulai didirikan.
“Di depan saya ini ada jalan yang dulunya bernama Heranstrap dan sekarang ini bernama Letjen Suprapto. Jalan ini dulunya merupakan jalan utama pada saat Kota Semarang dibangun,” ucap Pandji.
Pada Jalan Letjen Suprapto akan menuju masuk kedalam sebuah bangunan yang sangat menarik dan hebat yang dapat ditonton pada link berikut: (https://www.youtube.com/watch?v=MzJDh4IPQn0).
Keunikan Kota Lama Semarang











